
Lisa mengerutkan kening sedikit curiga pada sebuah mobil yang terparkir di depan rumah berpagar tinggi milik tuan Kenan dan nyonya Genka...
Kemarin ada juga seorang pria berbadan tegap hampir menangkapnya, pria itu memanggilnya Genka...mungkin karna dari postur tubuh dan kulitnya dan nyonya Genka sedikit mirip jadi pria itu menyangka dirinya adalah nyonya Genka..
Naluri Lisa untuk melindungi Genka sungguh besar, bagaimanapun Genka sudah begitu baik padanya...jadi Lisa harus membalas budi..
Lisa terkejut melihat sang nyonya hendak keluar rumah dan menaiki mobil...sementara itu Lisa menghampiri sang nyonya..
''Nyonya Genka...''
''Yah..Lisa....''
''Nyonya mau kemana.....''
Genka tersenyum....
''Aku harus mengambil dres hamilku di butik K....perutku semakin membesar dan tak ada baju yang muat lagi...'' ucap Genka tersenyum...
Sementara Lisa melihat ada gerakan mencurigaan di luar gerbang dan ia sedikit cemas...
''Nyonya Genka....aku akan mengambil untuk nyonya jadi nyonya Genka istirahat saja dirumah..''
Genka menatap Lisa dengan senyuman...
''Kau yakin Lisa..''
''Yah...lagi pula tuan Kenan akan segera pulang, nyonya Genka punya banyak pelayan jadi mengapa harus melakukannya sendiri...suruh saja aku....''ucap Lisa menundukan kepala..
Genka tersenyum...sebenarnya ia memang bisa saja menyruh namun ia ingin sekali jalan-jalan....
''Bagaimana kalau kau ikut aku Lisa,....''
__ADS_1
Lisa mengangkat wajahnya...
''Hah..........''
Lisa tak bisa apapun selain ikut dengan sang nyonya..mobil pun keluar dari gerbang dan disusul oleh mobil yang tadi mengintai rumah Kenan...
Sementara Lisa menoleh kebelakang dan menjadi gugup, dan Genka tidak menyadari apapun...
''Lisa...apa yang terjadi...mengapa kau gelisah...''
Lisa memejamkan matanya..ia yakin kalau penculik itu sedang mengejar mereka dan mengincar sang nyonya...karna itu Lisa menoleh...
''Nyonya Genka berikan jaket nyonya sekarang..''
''Untuk apa Lisa...''
''Berikan saja....aku mohon...''
''Lisa...apa yang kau lakukan, jangan membuatku takut...'' seru Genka yang mulai curiga.,..
Lisa meringis...
''Mobil kita sedang di ikuti nyonya...entah oleh siapa..''
Sontak Genka memeluk perutnya sedikit takut...
''Apa maksudmu...''
''Aku tidak tau karna itu..kita akan mengikuti skenarioku nyonya...''
Genka segera meraih ponselnya..
__ADS_1
''Aku harus menelfon suamiku...''
Lisa mengangguk dan memerintah supir untuk menuju arah pertokoan yang sudah tidak terpakai...sementara mobil di belakang tampak tidak menyerah....tak berapa lama kemudian mobil di belakang mereka menubruk dengan keras mobil milik Genka...
''Brruugghh''
Genka menjerit dan memeluk perutnya....ia ketakutan...sampai airmatanya menetes..dan Lisa tak bisa membiarkan itu semua...
''Nyonya....''
''Lisa.....aku takut sekali, bagaimana dengan anakku..''
Lisa memegang tangan Genka...dan memintanya tenang..
''Kita akan sampai di terowongan itu...nyonya turun dan bersembunyi sampai tuan Kenan datang dan biarkan aku yang mengalihkan perhatian mereka nyonya..
Genka menggeleng...airmatanya menetes..ia tidak mau membahayakan hidup Lisa...
''Tidak...lalu bagaimana dengamu...''
''Aku masih muda aku baik-baik saja...aku akan selamat, kita akan bertemu dirumah...'' janji Lisa,...
Genka gemetar namun ia mendengar setiap penjelasan Lisa, sementara Kenan suaminya sedang menuju gps yang terpasang di kalungnya..ia akan selamat namun bagaimana dengan Lisa,....??
Mobil memasuki lorong panjang dan menurunkan Genka di kegelapan...sementara mobil musuh terus mengejar mobil yang di tumpangi Lisa dan mengira itu Genka...
Sampai akhirnya mobil yang di tumpangi Lisa di tubruk dari belakang dan beberapa pria mendekati mobil dan menariknya keluar...
''Kita mendapatkan nyonya Genka...''
Suara tawa terdengar puas..sementara Lisa merasa tenang karna Genka selamat...walau ia sungguh ketakutan...
__ADS_1