
Alea membeku melihat barang-barang Darren di bawa masuk ke dalam kamarnya, ranjang mungilnya semula sudah berganti menjadi ranjang yang lebih besar untuk ukuran dua orang, semua di kerjakan dengan cepat sehingga Alea sadar ketika kamarnya sudah siap, Darren belum pulang dari perusahaan dan tinggal Alea yang mengawasi semuanya,
Setelah sore hari Aleaa menuruni tangga, kali ini dia tidak memakai lift untuk turun dari lantai 3, melangkah melewati lantai dua tepatnya kamar Darius...Alea baru saja melangkah melewati pintu dan saat itulah pintu kamar Darius terbuka, mau tak mau mereka saling bertatapan dengan kecanggungan..
Darius memincingkan matanya cemberut, ia tak pernah bisa akur dengan menantunya ini dan tak berhenti mencari cara untuk mencelakai Alea, ia hanya tidak menyukai wajah polos yang di tampilkan Alea..
Sementara bagi Alea, ia bukan tidak tau..namun ia memilih menghindar jika mengetaui rencana tuan Darius, untunglah para pelayan disini sangat menyayanginya, mereka akan memberitau jika mengetahui sesuatu tentang rencana Darius, seperti kemarin..tuan Darius menyuruh pelayan memasukan pil untuk diare untuknya dengan tujuan menyiksa Alea..namun, karna pelayan memberitahunya..
Maka Alea memilih mengikuti permainan Darius dengan pura-pura sakit perut agar menyenangkan orangtua yang menurut Alea sangat aneh ini...
''Ehmm Alea...''
''Ayah.....'' sapa Alea menundukan kepalanya penuh hormat,...
Darius memijit pelipisnya....
''Mengapa kau turun tangga hari ini..''
ALea tersenyum hati-hati ketika pria itu memutuskan melewati tangga bersamanya...
''Aku hanya ingin berolahraga saja,...tubuhku terasa kaku dan mungkin akan lumpuh jika terus-terusan naik lift..''
Alea memang senjaga menyindir Darrius dan pria itu menoleh...
''Apakah kau sedang menyindirku Alea..''
''Ah...ayah, mana mungkin aku berani menyindir ayah, aku sangat tau ayah sayang padaku, kemarin kau memberiku juss yang segar....'' kata-kata Alea menggantung...
Darius menghentikan langkahnya di pertengahan tangga, dan menatap Alea...
''Jus itu...siapa yang mengatakan jika aku yang memberikannya kepadaku...''
Alea tersenyum dengan wajah polos.
''Dirumah ini hanya ada kita berdua, ketika Erland dan Darren pergi maka hanya ada kita ayah...jangan bilang kalau pelayan mulai memberi perhatian kepadaku...'' senyum Alea penuh arti...
Darius menghela nafas...wajahnya berubah pucat,..ia tertangkap basah...
''Alea...''
''Aku sudah sekitar seminggu tidak pup, namun berkat jus itu...aku pup dengan lancar...jusmu sangat manjur ayah....''tatap Alea tajam...
__ADS_1
Darius berkeringat, yah..walau di ruangan ini cukup dingin namun dia berkeringat...Darius menjadi gugup dan kehilangan kata...
''Ayah pikir ayah naik lift saja....kau silahkan lanjutkan saja turun tangga Alea..''
Alea menganggukan kepala,....
''Hati-hati ayah...'' balas Alea sopan...
Ketika pria itu pergi Alea hanya menggeleng, jelas jika Darius tidak menyukainya..jadi mulai sekarang Alea harus berhati-hati..
******************************************************
Malamnya...
Ini pertama kalinya mereka berada di dalam kamar yang sama....dan Alea begitu gugup, Darren sudah berada di kamar menunggunya, sementara dirinya masih berada di toilet...masih betah di bawah guyuran air dingin dari shower..gadis itu memejamkan matanya masih takut, ingatan terakhirnya dengan percintaan yang menyakitkan membuatnya enggan untuk keluar kamar, sampai terdengar bunyi ketukan pintu dari luar...
''Alea...apa kau baik-baik saja...'' suara Darren terdengar cemas...
Alea sontak melompat dan berdiri....
''Yah....aku akan selesai...'' jawab Alea dengan suara yang serak...
Sementara kedua jemarinya saling bertautan tanda kegugupannya, Alea melangkah ke arah pintu seraya meraih jubah mandinya...
Pintu toilet terbuka, begitu terkejutnya Alea ketika Darren masih berdiri di hadapannya dengan tatapan tak terbaca....
Hening.......
''Kaa..kau belum tidur... Darren...'' suara ALea bergetar...
Darren mendekatkan wajahnya mengikis jarak di antara keduanya dan menciptakann percikan panas....
''Aku ingin....menyentuhmu malam ini Alea..'' desahnya dengan suara serak...
''Hah.......'' Alea membeku, mendengar ucapan jujur dari Darren,
Tubuh Alea terlihat bergetar dengan suhu tubuh yang berubah dingin...
Darren membimbingnya mendekat..ke tengah ruangan dan keduanya bertatapan...
''Apa kau takut...'' desah Darren menarik tubuh Alea menempel kepada tubuhnya hingga mencipatkan kedekatan yang intim..
__ADS_1
Dahi mereka saling bertautan, mata mereka saling memenjara....Alea mengannggukan kepalanya...
''Apa kau akan marah...jjika aku berkata yah...aku masih takut padamu...aku...''
Suara Alea tertelan di tenggorokan, ketika jemari Darren menyentuh dagunya dan membawanya mendekat..hingga nyaris bibir mereka bersentuhan...
Darren tersenyum....
''Aku yang membuatmu merasakan trauma...akulah penyebab dirimu meraskan sakit Alea...yah....aku sungguh minta maaf, namun aku ingin kau terbiasa menerima tubuhku...karna kau adalah milikku...tempatku pulang dan aku hanya ingin dirimu..'' Darren menaikan sudut bibirnya....
Alea berdehem...lalu menganggukan kepala...
''Lakukanlah...aku siap...'' desahnya dengan suara yang serak.,...
Darren mengangguk, lalu mendekatkan bibirnya sesaat kemudian, bibir Darren mendarat mulus di permukaan bibir Alea yang basah dan dingin, lalu melum**nya dengan perlahan..
Alea membuka bibirnya membiarkan Darren memasukinya dan memilikinya,...lidah Darren melesat masuk dan menyesap dan menjelajah setiap sudut kehangatan bibir Alea yang begitu manis.....
Sementara jemarinya yang lain bergerak naik menahan kepala Alea agar ciuman mereka tidak terlepas sementara sebelah tangannya naik dan menyentuh ujung jubah Alea, setelah lebih dahulu menyingkirkan rambut panjang yang menghalangi keindahan di balik jubah mandinya....
Alea begitu di penuhi aroma wangi bunga yang memabukan, sehingga Darren begitu gemas ingin segera menikmati Alea yang tampak segar dan siap untuknya...
Dengan sekali hentakan jubah mandi itu jatuh ke lantai memperlihatkan pemandangan indah di hadapannya, Darren tertegun,..malam ini pertama kalinya ia melihat tubuh Alea yang pol*s, tanpa sehelai benangpun...
Darren melepaskan ciumannya, memberi jeda agar Alea mengambil nafas sementara matanya terpana menatap keindahan tubuh Alea....
Menyadari Darren menurunkan pandangan, ALea sontak memalingkan wajahnya karna malu, di tatap setajam itu oleh Darren....
Pria itu lalu mengangkat tubuh Alea menuju ranjang, dan meletakannya hati-hati di atas ranjang....
Sembari pria itu melepas piyama tidurnya....dengan tatapan berkabut penuh gairah...pria itu tak sabar, menyingkirkan penghalang di antara mereka, dan menatap Alea dari atas..
''Kau siap sayang...'' bisik Darren menunggu persetujuan Alea karna dia tak ingin memaksa...
Darren ingin menyentuh Ana dengan lembut hingga Alea akan mengingat setiap jengkal sentuhannya, dan memanggil namanya ketika ia mencapai puncak kepuasan nanti...
Dada Darren bergetar ketika menyadari jika ia mulai menyukai gadis yang polos ini yang sanggup menyentuh hatinya yang terdalam, mulai dari saat ini Darren berjanji tak akan menyakiti istrinya...karna sungguh Darren jera melihat kesakitan Alea...ia sungguh tak sanggup..
Alea tersenyum walau ia terlihat masih sangat gugup...
''Aku siap Darren....''
__ADS_1
Pria itu tersenyum dan mendekatkan wajahnya....