
Delvaro dan Alana begitu terkejut melihat seorang gadis di hadapan mereka yang tengah menangis sementara itu seorang pria berusaha menarik tangannya membawanya pergi...
dan ketika gadis itu mengangkat wajahnya Delvaro dan Alana sungguh terkejut...karna ternyata itu adalah Nasya keponakan Delvaro sendiri..
''Nasya.....itu Nasya...'' jerit Alana histeris...
Dan tatapan Delvaro terbakar..melihat keponakan tersayangnya di sakiti, tanpa aba-aba..pria itu segera meraih pistol yang selalu ada di dalam saku jassnya dan tersenyum dingin...
''Beraninya dia menyakiti Nasya...aku akan membunuhnya...'' geram Delvaro tak sabar.
Namun ketika ia hendak keluar Alana menahan lengannya hingga ia menoleh..
''Alana....
''Jangan membunuh lagi..setidaknya ingatlah anak kita...''ucap Alana membelai perutnya..
Delvaro membeku sesaat lalu ia mengangguk sembari mencium permukaan perut Alan..
''Maafkan Daddy nak...tapi Daddy hanya akan melumpuhkannya itu harus anakku..''
Alana hanya menggeleng pasrah..Delvaro lalu tersenyum dan keluar dari mobil...
tanpa bicara pria itu menembak betis pria yang memegang Nasya
Dor!!!!!
''Aaaarrrgggghhhh......''
Delvaro menggertakan giginya sembari mendekat masih mengarahkan pistol ke arah sang pria dan matanya jatuh pada gadis yang sedang menangis itu...
''Nasya.....''
Airmata Nasya mengalir deras melihat sang paman ada di hadapannya,..rasanya seperti mimpi melihat sang paman menolongnya..
''Paman....'' jerit Nasya segera memeluk Delavro dengan erat..ia begitu ketakutan..
Hingga tubuhnya bergetar di dalam pelukan Delvaro...
''Aku takut sekali....''
''Tenanglah sayangku, semua sudah selesai..kau aman sekarang...''
Nasya menganggukan kepala dengan isakan sedih...sementara itu Delvaro menelfon anak buahnya untuk membawa pria ini dia harus tau pada siapa dia bekerja..?
Sementara dari jauh Alda mengepalkan tangannya sial sekali dia kehilangan Nasya..siapa pria itu mengapa tepat sekali..padahal dia hampir saja melenyapkan Nasya..sekarang ia harus bersikap biasa seolah tidak terjadi apapun..semoga Nasya menghilang selamanya dan ia tak akan pernah kembali lagi..dan tentu saja Kiano akan menjadi miliknya..
Alda lalu kembali berlari ke dalam mobilnya...
********
__ADS_1
Nasya terus menangis sepanjang jalan, ia begitu terguncang akan peristiwa yang sedang di alaminya...Nasya tidak bisa melakukan apapun selain menangis...sementara Alana hanya terus menenangkannya...
''Sudahlah sayang kau aman sekarang....kau bersama keluargamu...''
''Aku takut sekali bibi Alana..aku sangat takut...''
Alana mengangguk lalu memeluk Nasya sembari menenangkannya sementara Delvaro hanya menatap lewat kaca..karna Nasya dan Alana duduk di belakang...
Siapa yang berani menyakiti Nasya..beraninya dia,.....saat ini Delvaro sedang menyelidiki siapa di balik ini semua karna Nasya belum bersedia bicara...masih syok dan terus menangis..
Sementara itu mobil mereka menuju rumah kediaman Darren Hugo...
**********
Kiano membeku menatap layar ponselnya...dimana cctv menampilkan kekerasan yang di alami oleh Nasya dan semua itu di lakukan oleh Alda..
Pria itu mengerang....
Bagaimana mungkin Alda bisa melakukan hal sekeji itu,..dimana dia membawa Nasya dimana....??
''Bodoh...dimana kalian waktu itu mengapa tak ada satupun yang mencegahnya membawa pergi...'' teriak Kiano dengan murka....
Para pelayan hanya tertunduk pasrah...
''Karna kami tau yang membawanya adalah calon tunangan tuan Kiano....kami takut untuk menghentikannya tuan,....mohon ampuni kami...''
Kiano mengepalkan tangannya, memang ia tak bisa menyalahkan para pelayan, mereka juga pasti sangat takut..satu-satunya yang harus di salahkan adalah Alda..
Kiano sungguh tak sabar...ia bahkan telah menelfon orang tuanya agar kembali sebentar karna Nasya menghilang padahal dua hari lagi adiknya menikah..namun Kiano sungguh putus asa mengenai Nasya..ia sudah jatuh cinta pada gadis itu dan tak ingin kehilangannya...
Tak lama kemudian....
Sebuah mobil mewah milik Alda memasuki gerbang utama..pria itu bangkit dan menatap mobil itu dengan pandangan tajam sampai mobil berhenti..dan sosok Alda keluar dari sana dengan senyuman santai seolah tidak terjadi apa-apa...dan Kiano sekuat tenaga menyimpan emosinya..
''Sayangku.....aku merindukanmu..'' Alda menghambur ke pelukan Kiano..
Ia sungguh bahagia ketika menerima telp tadi yang mengatakan kalau Kiano menyesal memutuskannya dan ingin kembali..sungguh hal itu membuat Alda bahagia..itu artinya menyingkirkan Nasya adalah jalan yang tepat...??
tak ada lagi yang bisa menghalangi hubungan mereka sekarang...
''Dimana Nasya.....''
Deg!!!!
Alda tidak salah dengar bukan,...mengapa ia mendengar nama Nasya disini...??
gadis itu masih memeluk Kiano menyangka ia benar hanya salah mendengar...
Namun sedetik kemudian ia begitu terkejut ketika tubuhnya di dorong dengan kasar hingga pelukannya terlepas...
__ADS_1
Wajah Kiano terlihat sangat berbeda, kalau tadi penuh senyuman..kali ini tatapannya berubah mmembara.....hingga tubuh Alda menjadi ngilu karna takut sisi seorang Kiano yang biasanya lembut kini berubah dingin dan tidak tersentuh...
''Sayang....apa yang terjadi mengapa kau........''
Kata-kata Alda terputus ketika Kiano mendekatinya dan mencengkram lengganya dengan kuat...
''Apa yang kau lakukan pada Nasya,....katakan..apa yang kau lakukan....'' teriak Kiano dengan murka...
Alda membeku di tempatnya..matanya melebar dengan ekspresi ketakutan..
''Nasya...aku...aku tidak tau sayang, aku tak tau apa yang kau katakan..mengapa kau bertanya kepadaku...aku tidak tau apapun...''
''Kau masih saja mengelak kau masih saja berbohong..kau bahkan sudah tidak bisa tertolong Alda...''
Kiano lalu menujukan rekaman cctv yang menunjukan ia menyakiti Nasya dengan kejam..lalu gadis itu menggeleng..ia tertangkap basah sekarang...??bukannya mendapatkan Kiano kembali namun..ia malah tertangkap..
''Kiano...aku bisa jelaskan....aku bisa....''
''Dimana Nasya..katakan dimana dia dan aku mungkin bisa memaafkanmu...katakan dimana dia..''
Kali ini Kiano mengeluarkan pistol miliknya dan mengarahkannya tepat di kepala Alda..pandangannya mengeras,...
''Aku tidak main-main Alda..cepat bicara atau kau akan selesai hari ini juga...''
Alda menggeleng histeris..ia menjatuhkan dirinya di rerumputan..
''Aku minta maaf Kiano...aku minta maaf...''
''Katakan........''
''Aku tak tau dimana Nasya berada...aku sungguh tidak tau....aku memang membawanya namun dia melrikan diri dari mobil dan seorang pria memeluknya lalu membawanya pergi dari tempat itu..aku berkata benar..kau bisa memeriksa cctv di sekitar jalan itu...'' tangis Alda gemetar..
Seorang pria..siapa dia..mengaoa Nasya membiarkan pria lain memeluknya siapa...??
Kiano merasa gila sekarang, dimana harus mencari Nasya sekarang dimana.......
''Sayang maafkan aku....tapi masih ada aku yang selalu ada disisihmu kau pasti bisa melupakannya..mungkin dia sudah bersama kekasihnya yang lain atau...seorang pria yang membelinya...aku melihat seorang pria dewasa memeluknya..mungkin saja itu suaminya.....''ucap Alda masih tak lelah menghasut...
Kiano menaikan sudut bibirnya..ia menatap tajam kepada Alda..
''Semua ini karna kesalahannmu kau penyebab hilngnya Nasya jadi..aku akan menghukummu dengan sangat kejam..jadi berhenti berpikir kita bisa bersama....''
Usai berkata Kiano melirik anak buahnya...
''Masukan dia ke penjara...dan buat dia betah berada disana...'' desis Kiano dengan sorot mata membunuh..
Anak buahnya segera membawa Alda pergi ke kantor polisi sementara Kiano kembali mengusap kasar wajahnya...
''Nasya....dimanakah dirimu........'' desah pria itu patah hati..
__ADS_1