Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Menakutkan


__ADS_3

Setelah melalui perjalanan selama beberapa jam akhirnya mereka sampai di daerah perbukitan, Alana pun sedikit merasa nyeri menyadari jika di tempat ini sangat sepi..


Delvaro menatap kepada Alana yang masih terdiam di mobil, sementara ia menyadari ketakutan di wajah Alana..


''Turunlah...kita harus mengejar sinar matahari atau kita akan kemalaman di jalan..''


Alana menoleh dan akhirnya menganggukan kepalanya...ia turun dari mobil bersama Delvaro lalu beberapa asisten perempan yang lainnya langsung menghampirinya mendaki ke arah perbukitan..Alana menoleh ke sekelilingnya dan merasa sedikit ngeri, ini pertama kali dalam hidupnya berjalan jauh..Alana sedikit ketakutan...hingga tanpa sengaja ia menatap ke arah Delvaro yang kebetulan menatapnya..


Hening....


Alana merasa lebih takut lagi, ironisnya dia lebih takut kepada Delvaro dari pada hutan ini...Alana lalu membuang pandangannya menghindari tatapan Delvaro yang terlalu tajam..


Setelah jalan mulai sedikit mendaki Alana mengerang protes...


''Aku tidak kuat lagi....'' jeritnya keras dan membuat semua kru yang melangkah bersamanya juga asisten dan Delvaro menoleh kepadanya...


''Nona...tinggal sedikit lagi, kita akan sampai...bisakah nona bertahan..''


''Tidak bisa...rasanya kakiku akan patah...'' ucap Alana mengeluh..


Gadis itu menunduk dan memijit pelipisnya..sementara Delvaro menatap gemas pada gadis manja ini dan mengepalkan tangannya...pria itu melangkah mendekati Alana..


Sementara itu ia meminta yang lain agar tetap melanjutkan perjalanan..


''Alana...''


''Aku tetap tidak bisa....kakiku seperti akan lumpuh..''jerit Alana kesal..


Delvaro mengangguk...lalu duduk..


''Naiklah ke punggungku..''ucap Delvaro..


''Tidak mau....bagaimana kalau aku naik saja di punggung pria itu..''


Alana menunjuk salah satu kru yang sedang memegang kamera..memang pria itu sangat tampan dan wajahnya terlihat masih muda..Delvaro kemudian tersenyum..


''Naik ke punggungku atau aku akan meninggalkanmu disini dan kita liat rantai makanan.......''


Kata-kata Delvaro terhenti ketika Alana melompat ke tubuhnya tanpa aba-aba, sementara kedua tangannya memeluk leher Delvaro hingga pria itu hanya mengerang kesal, dan mencoba berdiri...


''Kau berat sekali.......''

__ADS_1


''Karna itu putuskan kerjasama kita, kau bisa memilih model yang hanya lebih tipis dariku..''ucap Alana tajam..


Delvaro hanya diam saja..pria itu lalu melangkah pelan, membawa tubuh Alana di punggungnya..


Sikap Alana yang manis dan pemberontak mengingatkan Delvaro kepada mantan kekasihnya Letisia yang menghianatinya dengan Rafael 6 tahun lalu..walau kejadian itu sudah lama namun begitu membekas di ingatannya..


#FlasbackOn#


Acara pertunangan itu sangat meriah dan membuat seisi keluarga menyambut gembira..Nasya di dampingi Rafael mendaping kakak tertuanya bertunangan denga gadis yang paling cantik dan manis di sekitar lingkungan mereka..dialah Letisia..gadis yang sangat cantik itu tak berhenti tersenyum ketika Delvaro menyematkan cincin di jari manisnya..


Semua orang bertepuk tangan dengan bahagia...tentu saja..sang Mafia menemukan cintanya..


''Aku mencintaimu Letisia..''


''Aku juga mencintaimu Delvaro...''


Mereka berpelukan dan mata Letisia tajam ke arah Rafael yang tersenyum kepadanya..


Pertunangan yang meriah itu berlangsung sangat manis dan begitu sakral, Delvaro adalah seorang Mafia yang sangat dingin dan terlihat kaku. ia memang tidak gampang jatuh cinta jadi wanita jauh dari kehidupannya..


Sampai dia menemukan Letisia gadis yang mencuri hatinya di hari pertama kepulangannya ke rumah orangtuanya, Letisia sempurna ia seperti seorang peri...tutur katanya halus dan sangat polos..


Namun...ternyata di balik kepolosan seorang Letisia ternyata adalah topeng...Delvaro memang tak pernah menyentuhnya dan menjaganya sampai ke pernikahan mereka, namun...


Letisia naik ke tempat tidur bersama adiknya Rafael...betapa hancur dan marahnya Delvaro kala itu..


Ia memukul Rafael sampai sekarat dan untuk Letisia juga mengalami hal yang sama...gadis itu di seret keluar dari rumahnya..pertunangannya batal dan hubungannya dengan Rafael juga hancur...


Yang membuat Delvaro semakin meradang adalah pengakuan Letisia........


''Kau bahkan tidak pernah menyentuhku Delvaro..aku sangat kesepian...dan Rafael begitu hebat di ranjang...kami telah melakukannya beberapa kali...''


Delvaro ingin menembak Letisia malam itu namun..sang keponakan menghalanginya dengan tangisan di tengah malam...


sejak saat itu Delvaro pergi membawa Nasya bersamanya dan tidak kembali. sejak saat itulah ia tak pernah bertemu lagi dengan Rafael, meski begitu dendamnya tetap membara...kepada Rafael....


''Rafael....kau akan merasakan bagaimana sakitnya menjadi aku...'' janji Delvaro ketika ia pergi dari rumahnya..


Sedangkan Rafael hanya bisa menatapnya dengan pasrah..


#FlasbackOff#

__ADS_1


Alana terus memeluk tubuh Delvaro yang kaku dan keras...betapa kuatnya pria itu membawa beban tubuhnya naik ke atas bukit...?


Sepanjang perjalanan,. Delvaro tidak bicara apapun..dia tidak bicara apapun kepada Alana karna pikirannya masih terjebak di masa lalu..dan tentang Alana dia masih belum tau, namun...ia tak ingin melepas gadis ini entah kenapa...walau dengan kekerasan...Delvaro akan menahan Alana tetap di sisihnya..


Mereka akhirnya sampai..


Tubuh Alana di turunkan dan para asistennya mulai membantu Alana untuk mengganti baju di dalam tenda..


Alana masih menoleh ke arah Delvaro yang tidak beristirahat namun langsung mengganti jassnya dan membiarkan anak buahnya menyiapkan dirinya..


Alana hanya menggeleng...apakah dia robot...gadis itu hanya menggeleng heran, lalu masuk ke dalam tenda..


''Gaun pengantin.....''ucapnya kepada para penata riasnya...dan mereka hanya menganggukan kepala menurut..


''Ini perintah tuan Delvaro..apakah nona ingin membantah tuan Delvaro...''


Alana berdehem...ia pun tersenyum...merebut gaun pengantin itu dan membuka kaosnya..


''Lebih baik jangan membangunkan singa yang sedang santai...dia akan memakanku dengan segera..''ucap Alana dengan senyuman cemas..


Para asistennya hanya tersenyum melihat tingkah Alana...


mereka lalu menyiapkan dirinya..memakaikan gaun yang indah kepadanya, rambutnya juga di tata menjadikan Alana seperti pengantin yang sangat cantik......


Setelah siap..Alana lalu di bawa keluar dari tenda lengkap dengan mahkota pengantinnya dan membuatnya terlihat begitu cantik,...


Alana keluar dari sana dengan senyuman yang terpancar indah dan membuat semua mata yang memandangnya hanya mampu terpesona dengan kecantikan Alana,...


Hal yang sama juga di alami Delvaro..Alana memang cantik namun ketika memakai gain pengantin ini...kecantikannya semakin terpancar di wajahnya dan membuat gadis itu begitu mempesona..


Alana sedikit risih dengan tatapan para pria terutama Delvaro...


''Apa kita bisa mulai..''ucap Alana dengan kegugupan yang kentara..


Delvaro juga tampan dan terlihat berbeda dalam balutan jass yang serasi dengan kulitnya..pria itu mendekati Alana dan mengulurkan tangannya..


''Kau sangat cantik pengantinku....''


''Hah.....''


Delvaro menarik tubuh Alana mendekat dan memeluk punggung Alana agar merapat kepadanya...keduanya bertatapan tajam.....

__ADS_1


''Apa maksudmu....Delvaro...''


Delvaro tersenyum........


__ADS_2