Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Sedikit Melunak


__ADS_3

Wajah sang kepala pelayan menjadi sangat pucat karna perbuatan jahatnya di ketahui langsung oleh sang tuan besar betapa takutnya dia sekarang...wajahnya memutih...


''Tuan Kenan......''


Kenan sungguh tak menyangka jika sang kepala pelayan yang selama ini ia percaya mampu melakukan hal keji di dalam rumahnya, memang Genka adalah budak dirumah ini namun bukan berarti dia di perlakukan seperti ini....??


Genka langsung berdiri dan memungut semua pakaian kotor dengan menahan ketakutan jemari bahkan gemetar....takut kalau dia mendapat hukuman dari tuan Kenan...


''Aku akan mengerjakan ini semua....''


Kenan menundukan kepala di hadapan Kenan dN Alana....


Namun Alana langsung menangis keras tak mampu menahan kesedihannya melihat bibi yang di sayanginya terluka dan di sakiti....hal itu membuat Kenan mengepalkan tangannya...


''Berhenti....'' titah Kenan membuat tubuh Genka di paku di tempat...


''Kau bersihkan dirimu dan mulai sekarang kau bukan lagi seorang budak..kau adalah pengasuh putriku Alana......''ucap Kenan dengan ketegasan..


Genka menoleh dan menemukan Alana mengulurkan tangan kepadanya dengan mata yang basah...sementara Genka tak mampu menahan airmatanya...ia menundukan kepalanya di hadapan Alana sebagai ucapan terimakasih...


''Mandi saja di kamarku bibi Genka...'' ucap Alana tegas...


''Alana sayang terimakasih...''ucap Genka lalu melangkah melewati Kenan dan sang kepala pelayan yang msih berdiri saling menatap tajam...


Alana tak lupa memberi tatapan culasnya kepada wanita tua itu....


Sementara Kenan menatap wanita itu tajam...


''Kau ikut aku sekarang....'' ucap Kenan dengan nada dingin....


*******


Alana menatap Genka yang sedang makan dengan lahap....dan tertawa lucu, biasanya ia akan posesif dengan ayah, Daddy dan paman tapi kali ini ia sangat menyukai Bibi Genka entah mengapa....ia sungguh sangt ingin melindungi bibi Genka dengan sekuat yang ia bisa....


''Apakah nona muda ini tidak mau makan dan melihatku saja...''


Alana menggeleng.....


''Aku tidak suka makan Bibi Genka...aku lebih menyukai sereal dan coklat....''


''Eiitt...tapi kau harus mencoba makan makanan yang berat agar tidak gampang sakit sayang.....''


Alana menganggukan kepala..


''Apakah Alana mau mencoba untuk makan...''


''Yah...tapi sedikit saja...''


''Bibi suapi...''


''Yah...'' balas Alana antusias...

__ADS_1


Genka lalu menyuapi makanan di mulutnya dan Alana memejamkan matanya dan mulai mengunyah lagi....matanya terbuka seketika dan tertawa....


''Aku menyukainya bibi Genka...''


''Bagus....aku akan menyuapimu tapi sedikit saja agar perutmu terbiasa,....''ucap Genka lembut..


''Yah...bibi Genka...''


Alana betah bermain bersama Genka dan hal itu tak luput dari tatapan Kenan.....pria itu membuka pintu dan melihat ke akrapan Genka dan Alana dan merasa hangat...entah mengapa...


Dari samping ketika Genka tersenyum gadis ini sangat manis...dan membuat Kenan tersenyum lalu kembali menutup pintu,...


Kenan melangkah menuju ruang kerjanya di mana kepala pelayannya sudah menunggunya..pintu terbuka dan Kenan masuk ke dalam ruang kerjanya dan menatap tajam kepada wanita tua itu...


''Tuan Kenan.......yang terjadi adalah gadis itu sangat licik, dia tau tuan akan datang dan mulai memainkan dramanya..aku tidak bersalah tuan Kenan....''


Kenan menyandarkan tubuhnya di kursi besar....sembari memejamkan matanya....


''Kesalahan terbesarku adalah aku gampang memberi kepercayaan kepadamu...aku tidak berpikir bahwa aku memelihara ular berkepala dua...aku telah mendengar semua tentangmu bahkan jauh sebelum kedatangan Genka kerumah ini kau sering memperlakukan pelayan lain dengan kejam hingga aku mengabaikan semuanya karna aku tidak melihat langsung..tapi kali ini di depan mataku dan putriku kau melakukan hal yang keji dan aku tak akan memberi ampun...'' tatap Kenan dengan dingin...


Wajah wanita tua itu memutih....


''Tuan Kenan...aku mohon ampuni aku....'' teriaknya histeris,..


Namun bagi Kenan semua sudah terlambat...Kenan sudah bangkit berdiri dan mendekati wanita itu dengan tatapan kejam...


''Kau...akan pergi dari rumah ini sekrang juga, dan kembali ke kota asalmu....jadi berkemaslah dengan cepat dan jangan mencoba melakukan sesuatu yang akan membuatku marah atau aku akan menghabisimu...'' desis Kenan tajam....lalu meninggalkan wanita itu..


Pekerjaan yang selama ini di banggakannya terlepas dari genggamannya padahal ia mendapat banyak uang dan bukan hanya itu ia mendapat kekuasaan dalam rumah ini...jadi ia bisa memerintah pelayan disini seperti halnya nyonya rumah....namun kini semua kekuasaan itu menghilang darinya akibat seorang budak rendahan yang berhasil memikat hati sang tuan..sungguh ia akan membalas gadis itu suatu saat nanti...jemarinya terkepal dengan kuat..


******


Alana berdiri di depan Genka sembari mulai bernyanyi sambil menghafalkan setiap bait lagu dengan susah payah...


Sementara Genka menjadi jurinya....ia bertepuk tangan ketika gadis kecil itu mulai bernyanyi dengan baik....


''Alana kau harus memulainya dengan nada rendah tidak boleh langsung di nada tinggi kau akan kesulitan di tengah...'' ucap Genka lembut..


Alana mengangguk dan mulai menyanyi dengan penuh senyuman percaya diri..dan pintu terbuka...Kenan masuk dan terkejut melihat betapa percaya diri menyanyikan lagu dengan wajah ceria...sementara Genka langsung bersikap segan dan sedikit mundur ketika Kenan mendekat....


''Tuan Kenan,....silahkan duduk...'' ucap Genka bangkit dan bergerak mundur ke belakang..


Kenan menatapnya tajam..sial sekali di saat seperti ini melihat tubuh Genka membuat nafs*nya bangkit seketika..ia tak tau mengapa namun ukuran pa u da ra Genka menggitu menggoda Kenan..


''Ehem....putriku...saatnya tidur...''


''Tidur..'' ulang Alana mengerutkan kening...


''Yah sayang kata Mommy kau harus terbiasa tidur siang...''


Alana menghela nafas....

__ADS_1


''Mommy memang banyak aturan...'' desisnya berdecak kesal...


Sementara Genka mendekat....


''Alana...biar bibi menemanimu tidur...'' ucap Genka melangkah melewati Kenan namun lengannya seketika di cekal hingga ia menoleh...


''Tuan Kenan...''


''Setelah kau menidurkan Alana, kau harus ke kamarku..ada pekerjaan darurat untukmu...''titah Kenan tajam..


''Baik tuan Kenan....'' ucap Genka menunduk..


Kenan lalu mengangguk, mendekati Alana dan mengecup dahinya...


''Bagaimana kalau setelah bangun tidur kita jalan-jalan..''


''Bersama bibi Genka juga..''


Genka menggeleng....


''Alana biar bibi dirumah saja....''


''Kau akan ikut Genka..'' ucap Kenan tajam...


''Hah....''


*********


Genka melangkah pelan ke kamar tuan Kenan dan mengetuk, pekerjaan mendadak apa yang di inginkan tuan darinya...


Ceklek!!!!!


Pintu terbuka dan Genka masuk ke dalam kamar mewah milik tuan Kenan...


di saat yang sama Kenan keluar dari toilet dengan menggunakan handuk yang melilit pinggangnya...


Keduanya bertatapan....


Genka membeku melihat tatapan Kenan yang berbeda..


''Bersihkan dirimu sekarang Genka...aku ingin kau melayaniku....sekarang...''


Deg!!!!


Genka menghela nafas...mengapa harus melakukannya lagi...


''Baik tuan Kenan...''


**********


Genka keluar dari dalam toilet namun ia terkejut ketika Kenan meraih tubuhnya dengan cepat dan menciumnya...

__ADS_1


__ADS_2