
Hening di antara mereka ketika dengan lancangnya Rafael menciumnya,....seperti tersadar kalau ini adalah kesalahan...
Dengan sedikit kuat ia mendorong tubuh Rafael menjauh dan ciuman mereka terlepas....mata Rafael berbinar menatap mata Alana yang terlihat marah...
''Kau sekarang adalah milikku bukan....''
Alana menaikan sudut bibirnya lalu sesaat kemudian....
Paccckkkk!!!!!
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Rafael, terlalu keras hingga wajahnya terlempar ke belakang...
sementara Alana mendekat dan meraih ujung dasi Rafael dan menariknya mendekat..
''Bukankah sudah kuperingatkan kepadamu kalau aku bukanlah salah satu dari mereka..bukan salah satu dari para wanita model yang murahan itu...bukankah sudah katakan aku berbeda...'' jerit Alana dengan suara yang lantang hingga Rafael membeku menatap mata Alana yang terlihat tersinggung..
Pria itu mengangguk,...menyentuh jemari Alana dari dasinya yang terasa sesak di lehernya dan menurunkan jemari Alana dan berhenti di dada Rafael dan pria itu menajamkan tatapannya kepada Alana yang marah.., pria itu pun tersenyum...
''Aku tidak pernha menemukan satu gadispun yang berani menampar wajahku selain dirimu Alana Hugo...kau telah menggetarkan hatiku kau....telah menembus semua pembatas di hatiku dan kau satu-satunya Alana...''
''Lepaskan tanganku.......'' jerit ALana dengan suara yang bergetar..
Namun Rafael semakin mengeraskan genggamannya...
''Kau adalah kekasih seorang Rafael Alexander sekarang..''
__ADS_1
''Dalam mimpimu Rafael....''
''Aku akan membuktikan kalau aku layak...sayangku...''
Alana mengerang ketika Rafael begitu gigih untuk terus menggenggam jemarinya...
''Baiklah lepaskan dulu...''
Rafael tersenyum dingin...dan melepaskan genggaman tangan mereka...sementara mata mereka masih saling memejara..
''Jadi kau menerimaku..'' tanya Rafael dengan senyuman yang cerah di wajahnya..
''Yah....puas...??''
Rafael melompat dengan hati yang begitu bahagia..sementara Alana hanya menyipitkan matanya dengan tajam....genggam dengan erat lalu lepaskan.....
**********
Kanaya mengintip David dari balik pintu..berita baiknya adalah David akan tinggal dirumah ini dan Kanaya akan melihatnya setiap hari,...gadis itu tersenyum..namun tidak lama..ketika Alan datang dan menyadari kalau Kanaya sedang menatap David dari jauh..
''Heh.....anak kecil,...astaga kau menyukai David yah....'' ucap Alan dengan sinis..
Pria itu menuju ke dapur dan duduk di sana dengan mata masih mengantuk, sedangkan Kanaya menoleh dengan mata birunya yang bersinar tajam.ia sungguh kesal sekali dengan Alan..
Pria ini sangat menjengkelkan...
__ADS_1
''Cepat ambilkan aku sarapan...kau kan calon istriku mulailah melayaniku di meja makan...''ucap Alan tajam..
''Kau bisa sendiri mengapa menyuruhku...'' ucap Kanaya cemberut..
Alan sengaja membanting gelas di meja hingga menimbulkan bunyi yang mencekam..
hingga Kanaya mengerang...
''Jika kau tidak melakukan maka aku akan mengatakan kepada Mommy bahwa gadis yang akan di jodohkan denganku ternyata menyukai pamanku David...''
Kanaya meringis...
''Aku belum cukup umur, mana bisa aku menyukai kak David..''
Alan turun dari kursi dan melangkah ke arah Kanaya yang hanya mampu terdiam...hingga wajah keduanya saling menatap dengan tajam,...
''Jangan bermimpi kau akan memiliki masa depan dengan pamanku karna aku tak akan pernah tinggal diam...lakukan sekarang atau aku akan benar-benar mengatakan langsung kepada pamanku David tentang perasaanmu...kita liat apa reaksi pamanku...'' desis Alan mendekatkan wajahnya...
Kanaya mengepalkan tangannya...
''Kau seperti...seorang Mafia kejam..ckckc....'' Kanaya melangkah menubruk dada Alan yang masih membeku disana...
''Mafia Kejam...''
Alan berbalik dan menatap Kanaya yang sedang menyiapkan sarapan roti namun dengan wajah yang cemberut hingga Alan hanya tersenyum geli....
__ADS_1