Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Sikap Alana Yang Keras Kepala


__ADS_3

Pagi yang dingin.....


Mata Alana terbuka dan langsung disapa rasa nyeri yang begitu kuat di daerah intinya,...gadis itu terbangun paksa dan mengerang memegangi perut bawahnya..mengapa terasa aneh..?


Alana membeku ketika menyadari ia sendirian di kamar, pria sialan...bisa-bisanya dia pergi setelah mendapatkan semuanya...mata Alana begitu panas, gadis itu menutup wajahnya dengan kedua tangan tanda kesakitan yang dalam. sementara Alana hanya mampu meringis mencoba turun dari ranjang sembari menarik selimut bersamanya..


Namun sebuah gerakan pintu terbuka membuat gadis itu terkejut...Delvaro berdiri disana dengan senyuman paginya..pria itu tampak segar tentu saja dia berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan...


Delvaro mendekat...lalu tanpa bicara ia menunduk dan ingin menggendong tubuh Alana bersama dengannya...namun di luar dugaan, Alana mendorong tubuhnya dan mencoba berdiri berhadapan dengan Delvaro yang sedang menatapnya beku...


''Jangan mencoba bersikap baik padaku setelah apa yang kau lakukan Delvaro..dimataku kau seorang penipu...tidak lebih..kau seorang penipu dan aku membencimu...''tunjuk Alana dengan murka..


''Alana........''


''Jangan membantuku...aku muak....aku...''


''Baiklah aku mengaku salah, aku penipu aku....adalah pria yang jahat Alana...tapi...perlu kau tau jika aku serius dengan hubungan kita...''


''Hubungan apa...jangan mencoba mengancamku Delvaro tak akan ada hubungan apapun di antara kita..''


Alana melangkah dengan sedikit kuat, melewati Delvaro begitu saja menuju toilet sedangkan..Delvaro membeku melihat bekas darah di sprei...pria itu mengusap wajahnya dengan kasar...tak lama kemudian ia pun tersenyum...


lalu membalikan tubuhnya menatap Toilet yang tertutup...


''Kau tak bisa lari dariku Alana....'' Delvaro mengul** senyum...


**************


Alana benci sekali ketika ia tak punya pilihan dengan makan bersama Delvaro di ruang makan, wajahnya mengeras ia tidak menatap mata Delvaro sedikitpun..astaga ia benci..ia sangat membenci melihat wajah Delvaro saat ini...


''Jangan melampiaskan amarahmu pada makanan Alana..bisakah kita bicara..'' ucap Delvaro dengan nada tenang..


Alana melepaskan peralatan makannya dan akhirnya menatap mata Delvaro...rasa kesalnya mulai menguasainya...


''Baiklah..mari bicara...aku ingin pulang ke kotaku, aku ingin...kembali pada orangtuaku aku tak ingin menyelesaikan proyek ini aku mundur...." tatap Alana dengan tegas...


Delvaro mengangguk,.....ia sama sekali tidak menunjukan wajah marah atau tersinggung, pria itu malah tersenyum dan menganggukan kepala...


"Baiklah kalau itu adalah maumu...perlu kau tau Alana...dengan melepas proyek ini tak akan mengubah apapun..."


"Apa maksudmu....." jemari Alana mengepal...


"Jika kau pulang maka aku juga akan ikut denganmu...aku akan mengaku di hadapan orangtuamu dan keluargaku kalau kita sudah bersama....dan kau tau akibatnya kau akan menjadi istriku..."

__ADS_1


Alana berdiri dengan wajah marah....


"Kau sangat jahat....."


Delvaro pun berdiri dan mendekati Alana dan meraih lengannya hingga keduanya saling menatap tajam..


"Alana Hugo....apapun alasannya kau tak bisa melepaskan diri lagi dariku akulah pria pertamamu dan berhentilah cengeng...."


Airmata Alana menetes....


"Aku tak perduli aku ingin pulang lihat saja....aku akan mengadukanmu pada Daddy dan ayahku..kita liat siapa yang akan menang..aku ingin mereka menghancurkanmu sampai ke dasar...."


Delvaro tersenyum...


"Alana yang manja....aku pastikan bahwa mereka akan menerimaku sebagai menantu...."


"Cih....silahkan bermimpi...."


Alana melangkah meninggalkan meja makan dan membuat Delvaro mengerang, gadis ini sangat keras kepala dan manja.....Delvaro harus bisa bersabar...


❤❤❤


Seminggu kemudian...


Mereka kembali ke lokasi proyek dan mengawasi pembangunan Hotel yang berlangsung cepat, sementara Alana masih perang dingin dengan Delvaro..ia sangat-sangat terpaksa bersama dengan pria ini hingga Delvaro hanya bisa mengikuti mood Alana dan tak ingin memaksanya...


Hari mulai sore dan udara mulai dingin, Delvaro sedang berbicara dengan beberapa pekerja sementara Alana sedang duduk memeluk dirinya sambil menatap pantai, sebentar dia memainkan ponselnya lalu kembali menatap kejauhan dengan pandangan kosong..


Alana masih berduka karna hilangnya kesucian, ia tak berhenti meratap hidupnya yang sudah hancur dan semua ini karna pria itu....Alana masih melirik sinis...


''Aaaarrgghhh...dingin sekali...''ucap Alana menghela nafas.. ia terlihat kedinginan..


Alana mulai memeluk tubuhnya sendiri...dan tiba-tiba dari belakang seseorang memakaikan jass kepadanya...Alana menoleh dan tertawa kesal..


''Pakailah..udara disini dingin Alana...kita akan kembali sebentar lagi...''


''Aku tidak mau....jangan mencoba bersikap baik karna itu sangat menjengkelkan...'' Alana menghempaskan jass milik Delvaro namun pria itu menariknya..


''Pakai karna kau akan sakit Alana...''


''Tidak....''


''Jika kau tidak memakainya aku akan menciummu disini,...'' desis Delvaro tajam..

__ADS_1


Alana menggertakan gigi, sekali lagi dia di paksa tunduk pada keinginan Delvaro..sementara itu Delvaro memakainkan Alana jass miliknya sebelum melangkah meninggalkan Alana sendirian dan bergabung bersama beberapa pria yang berdiri tak jauh dari sana..


Hangat.....


Itulah yang di rasakan Alana ketika jass milik Delvaro melindungi tubuhnya dari dinginnya udara..gadis itu melemparkan pandangan pada sosok Delvaro yang sedang bicara dengan wajah serius..apakah dia tidak kedinginan...??


**********


Kanaya turun dari mobil dan Alan mengikuti langkahnya...


''Berhenti Kanaya..''


Gadis itu mengepalkan tangannya ia menoleh...hatinya sungguh hancur kali ini karna Alan sesuatu yang membuatnya merasa tak ada harganya..


''Kanaya...''


Gadis itu menghentikan langkahnya ia menoleh....


''Yah...''


''Aku ingin kau tau bahwa jangan pernah menemui David pamanku ketika di kantor..''


''Ucapanmu tak masuk akal..dia pamanmu dia sangat baik lagipula...aku tak mungkin menghindarinya..''


''Apa kau tersinggung dengan kata-kataku, kau tidak terima ketika aku bilang tubuhmu adalah milikku dan kapanpun aku ingin maka kau harus siap untukku...''tatap Alan merengkuh Kanaya di dalam pelukannya.


Mata Kanaya menjadi panas...


''Yah...kau hanya ingin tubuhku sedangkan hatimu tak berada di tempatnya...Alan maaf, tapi aku tak bisa menjadi seperti itu....''


Kanaya menghempaskan pegangan Alan kepadanya dan masuk ke dalam rumah, pembicaraan mereka terputus ketika melihat sang Mommy Alea mendekat..


''Mommy...'' sapa Kanaya penuh hormat...


''Sayang, kau sudah pulang....''


''Mommy, aku akan mengajar Kanaya tentang beberapa pekerjaan di kantor agar dia tidak kesulitan..jadi...Kanaya dan aku akan ke apartemen...mungkin sampai malam hari Mom...kami juga akan membeli beberapa buku panduan untuk Kanaya...jadi.......''


''Baiklah tentu saja..kalian tunangan dan Mommy percaya Alan akan menjaga Kanaya..''ucap Alea tersenyum setuju..


''Kami akan pergi setelah makan siang Mom..''ucap Alan bersemangat..


Alan menaikan sudut bibirnya sementara Kanaya menghela nafas ketakutan...dengan cepat Alan menarik tangan Kanaya menuju lift...tanpa gadis itu bisa melawan..

__ADS_1


Deg!!!!


__ADS_2