
Pelukan dari seorang Genka sanggup membuat Nasya menjadi lega..ia menemukan tempat ternyaman yang selama ini dia cari setelah Granny Ana...
Yah....ibunya Rahel saudara kembar paman Rafael meninggal ketika melahirkan dirinya...dan kata Granny Alesya ini semua karna dirinya juga sang ayah yang menyebabkan meninggalnya sang ibu..
Sejak saat itu Nasya tak pernah merasakan bagaimana rasa sayang seorang ibu yang selama ini dia impikan...begitu menyakitkan ketika dia harus menangis sendirian setiap malam...sungguh Nasya begitu sedih....mengapa justru ia tak merasakan apa yang di rasakan anak lain..
Tangisan Nasya pecah..ia kehilangan kendali ketika mengingat sang ibu....
''Hey..mengapa kau sedih sekali nak...sabarlah...ibumu sudah bahagia disana sayang....''
Nasya menganggukan kepala, segera menyadari jika dia malah memeluk wanita yang menjadi bossnya sendiri..itu perbuatan lancang bukan...?? jika tuan Kiano melihat dia pasti mengira kalau Nasya sedang mencari muka...
''Maafkan aku ibu...'' desah Nasya berusaha menguatkan hatinya...
Sementara Genka merasa hatinya bergetar melihat kesedihan yang jujur di mata Nasya...
''Aku lupa harus menyiram bunga di depan...'' ucap Nasya tersenyum walau wajahnya masih terlihat sembab,...
Ketika ia hendak beranjak Genka menahan lengannya hingga ia menoleh..
''Ibu......''
''Kau tinggal dimana selama ini Nasya...''
Nasya tersenyum....
''Aku menyewa sebuah kamar di dekat toko ini jadi aku.....''
''Apa.....kau menyewa kamar sendirian...''
''Yah....jangan khawatir semua baik-baik saja....''
Genka menggeleng...
''Bagaimana kalau kau tinggal saja dirumah ibu...kebetulan putri ibu akan segera menikah jadi...kamarnya akan kosong...ibu pikir kau bisa tinggal disana dan mengisi kesongan kamarnya..lagipula jika kau tinggal dirumah ibu,....akan memudahkan kita berdua membuat bibit bunga yang baru...ngomong-ngomong soal bunga...ibu di kirimkan beberapa bibit bunga dari luar negri yang akan ibu tanam.,...kau bisa membantu ibu bukan....''
Tawaran yang begitu indah...tapi apakah itu semua akan baik...bagaimana kalau tuan Kiano menolak...??
Tak berapa lama kemudian tampak sosok Kiano melangkah masuk dan menatap sang ibu....
''Ibu.....''
''Kebetulan kau disini Kiano...ada yang ingin ibu bicarakan...''
Kiano mengerutkan kening....
__ADS_1
''Ada apa ibu.....''
''Ibu meminta Nasya tinggal dirumah kita..kau tau sendiri..Kanaya akan menikah dengan Alan, rumah akan sepi..kau dan ayahmu selalu sibuk dan ibu merasa cocok dengan Nasya...''
Kiano mengerutkan kening...sesaat ia menoleh kepada Nasya...dan menilai...ia sudah punya kekasih yang akan di kenalkan pada keluarganya...semoga semua akan baik-baik saja...karna Kiano juga tak mungkin menolak permintaan sang ibu dan semoga Nasya memang adalah gadis yang baik...
''Baiklah itu bukan masalah..kalau ibu bahagia maka aku akan setuju...''
Genka tersenyum lega lalu melemparkan senyum puas kepada Nasya yang hanya mengangguk juga lega..
''Baiklah...bagaimana kalau kita pulang sekarang,...sekaligus menemui ayah...kau juga harus mengenal ayahku Nasya...''ucap Kiano lembut...
Nasya terpana untuk kesekian kali..sosok Kiano adalah pria yang paling lembut yang pernah di kenal Nasya...berbeda dengan Liam yang cenderung kasar dan lebih kejam....sosok Kiano sangat lembut...
''Terimakasih tuan Kiano...'' Nasya membungkukan badan dan tersenyum...
Mereka pun melangkah bersama menuju mobil dan pulang..hari itu toko bunga bernama Alkan itu tutup lebih awal....
Sesampainya di rumah, Nasya turun dari mobil bersama dengan Genka dan juga Kiano..dia melangkah dengan hati-hati di belakang mereka sambil menganggumi keindahan rumah milik keluarga Renov..
karna memang ibu Genka penggemar bunga maka di rumah ini sudah seperti istana yang di penuhi bunga-bunga berbagai warna...sangat indah, segar dan memanjakan mata bagi siapapun yang melihat..
Mereka masuk ke dalam ruang tamu dan langsung di hadapkan dengan seorang pria yang tampan wajahnya begitu mirip dengan Kiano...Nasya buru-buru menundukan kepalanya...
ketika pria itu menatapnya dengan kerutan di dahinya...
''Namanya adalah Nasya Flow...dia sudah seperti anakku...''
Kenan melebarkan matanya...ia ingat betul jika Genka sudah menyukai seseorang maka dia tak akan salah....masih di ingat Kenan ketika dulu...Genka menujukan kasih sayangnya pada Alana Hugo....
''Namaku adalah Nasya Flow...senang bertemu dengan anda tuan Kenan Renov...''
''Kau sangat sopan...bagus...jika istriku sudah memilihmu itu artinya kau yang terbaik,....''
''Terimakasih tuan Kenan...aku akan menjaga kepercayaan itu....''
''Bagus...bagaimana kalau kita maka saja sekarang....Nasya..ayo....''
Nasya menggeleng..
''Aku masih kenyang tuan, bisakah aku melihat bibit bunga di taman depan...''
Kenan dan Genka saling menatap...
''Apakah kau sedang menghindari makan bersama kami Nasya...''tanya Kenan menebak...
__ADS_1
Nasya menegakan tubuhnya lalu menatap Kiano yang saat ini juga menatapnya...lalu kedua pasangan yang luar biasa baik ini...gadis itu menundukan kepalanya....
''Sesungguhnya yah..tuan...maafkan aku, bukannya aku tidak tau berterimakasih...aku adalah pegawai nyonya Genka..rasanya akan tidak nyaman bagiku jika harus bersikap lancang dengan makan bersama keluarga Renov...aku akan sangat bahagia jika tuan dan nyonya juga tuan Kiano memperlakukanku sewajarnya agar aku juga bisa nyaman...''
Mendengar hal itu membuat Kiano membeku, padahal dia tadi sempat berpikir kalau Nasya akan memanfaatkan situasi untuk mendekatkan diri pada keluarga mereka dengan maksud mengambil keuntungan dari ibunya yang terlalu baik...
namun kenyataannya ia salah...Nasya sangat baik dan tidak mengambil untung..dia gadis yang lembut...
Kenan dan Genka akhirnya mengangguk, menghormati keputusan Nasya...
''Baiklah..kami menghargai keputusanmu Nasya asal jika sesekali kau bisa kan ikut kami untuk makan bersama...''
''Tentu saja tuan Kenan..terimakasih...'' Nasya kembali menundukan kepalanya...
''Baiklah kami akan makan sekarang....''ucap Kenan lalu membimbing Genka menuju ruang makan,....sementara Kiano pun tersenyum...
''Bagaimana jika kau menemaniku makan saja...''
Kali ini Nasya terkejut....
''Tapi tuan Kiano....''
''Ssst...nanti bukan sekarang,...aku akan mentraktirmu sesekali...'' ucap Kiano mengedipkan sebelah matanya..lalu melangkah pergi..
Nasya membeku sembari memegang dadanya...ya ampun, mengapa jantungnya berdebar....mengapa harus berdebar....??
Nasya menggelengkan kepalanya, ia harus segera mengusir pikiran bodohnya jauh-jauh....lalu gadis itu melangkah meninggalkan rumah besar dan menuju taman..
*************
Nasya memakai sarung tangan dan mulai menggemburkan tanah untuk bibit bunga yang akan di tanam, sebenarnya dia bisa meminta pelayan membantunya namun...memang Nasya menyukai bunga jadi...ia lebih memilih untuk mengerjakan semuanya sendiri...berada di antara bunga-bunga bisa membangkitkan kenangan indah dengan sosok ibunya...yah...meski ia hanya melihatnya di foto namun..Nasya sudah bahagia...
Gadis itu akhirnya menyelesaikan menanam beberapa bibit bunga lalu menyiraminya...karna terlalu asyik, Nasya tidak sadar jika Kiano sedang menatapnya tak jauh dari sana...
Ironisnya ketika dia sedang asik menyiram tanaman..gadis itu mendapati seekor ulat berwarna hijau yang berada di dahan bunga yang tak jauh darinya dan Nasya memiliki fobia ular, ulat atau sesuatu yang melata...
Wajah Nasya berubah pucat...
''Aaaarrgggghhhhh.......'' jeritnya dengan suara yang lantang...
Karna terlalu panik gadis itu meleparkan alat penyiram bunga dan berlari yang akhirnya menubruk tubuh Kiano di belakangnya dan.....
Brughhhh!!!!
Tubuh Nasya jatuh membentur tubuh Kiano dan keduanya terjatuh dengan posisi tubuh Nasya berada di atas tubuh Kiano lebih tepatnya...bibir mereka bertemu dengan kebetulan yang mengejutkan..
__ADS_1
Deg!!!!!
Mata Nasya melebar gugup..sementara Kiano membeku.....ketika bibir manis Nasya singgah di bibirnya....