Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Pertemuan Yang Menegangkan


__ADS_3

Pesawat akhirnya mendarat di Negara asal Delvaro, tempat yang begitu penuh cerita dan awal dari semua yang terjadi pada kehdiupan Alana...sebenarnya ia sangat kesal dengan negara ini karna ia harus mengingat semua memori buruknya selama ini..namun mau tak mau ia harus mengikuti suaminya ke negara asalnya..


Turun dari pesawat, seorang pengawal Delvaro sudah menunggu di ujung tangga sembari menundukan kepalanya penuh hormat,...


Delvaro menggenggam jemari Alana..keduanya turun dengan mesra..


''Selamat datang kembali tuan Delvaro dan nyonya Alana...''


Delvaro tersenyum lalu menatap Alana...


''Sayang....kenalkan namanya adalah Virgo...dia adalah asistenku dan segalanya..dia menemaniku dan bisa menjadi wakilku...dia adalah tangan kananku..'' bisik Delvaro lembut


Alana menatap sosok Virgo yang berusia hampir sama dengan Delvaro..dia cukup tampan dan terlihat kaku..


''Virgo..senang bertemu denganmu..'' balas Alana dengan ramah..


''Tentu saja nyonya Alana,....jangan ragu untuk memberi perintah padaku..''


''Yah...baiklah..''


Virgo lalu menatap ke arah Delvaro..


''Maaf tuan Delvaro tapi tuan Damian telah mengirim pesan agar tuan Delvaro dan nyonya kembali ke rumah utama....''


Jemari Delvaro mengepal...apalagi yang menjadi mau mereka...ia yakin sekali Mommy ada di balik permintaan ini...


Alana melirik Delvaro yang terdiam...lalu menghela nafas...ia penasaran ada apa dengan keluarga besar Delvaro...


''Mengapa aku harus kembali...aku ingin menikmati bulan madu kami...''


''Tuan Damian bilang, seperti tradisi....nyonya Alana akan di kenalkan di tengah keluarga mafia lainnya dan...itu adalah kewajiban tuan Delvaro....''


Virgo menundukan kepalanya dalam-dalam...ia mengerti benar apa yang tengah dirasakan oleh tuan Delvaro saat ini...ia tau segalanya tentang semua kemarahan tuan Delvaro dan menjadi saksi betapa sang tuan sangat terluka akibat orangtuanya..


''Delvaro...aku tak ingin menjadi menantu yang memberi kesan buruk...kita harus menemui para orangtua....''


Delvaro menatap Alana dengan tajam...


''Tidak.....aku tak akan kesana..klita akan pulang kerumahku...''


Delvaro melangkah membawa Alana bersamanya menuju mobil sedangkan Virgo hanya terdiam...tuan Delvaro benar-benar keras kepala...


Sepanjang perjalanan...


Delvaro hanya diam saja dan itu membuat Alana sedikit bingung..mengapa pria ini malah diam...? mengapa dia malah membuat situasi sangat canggung...


''Ehmm.....apakah rumahmu besar...apakah, aku bisa membuat taman,...apakah luasnya sama seperti rumahku....''


Delvaro menoleh dan tatapannya tertahan di wajah Alana yang tampak segar dan manis...pria itu lalu tertawa kecil..

__ADS_1


''Karna kau istriku maka aku akan menyerahkan semua kendali rumah kepadamu..terserah kau mau membuat apa..taman, kolam, apapapun sesukamu...''


''Jangan menarik kembali kata-katamu...''


''Hmm....''


Pembicaraan mereka terputus ketika...terdengar bunyi telp...


''Kakek Arkana...'' desah Delvaro dengan nada lemah,..


Jika sudah begini...maka ia tak akan berkutik...Daddy benar-benar pintar...


Delvaro lalu berbicara di ponselnya..dan berkata YA dengan hati-hati, lalu ponsel dimatikan...ia menatap Virgo..


''Kita akan pulang Virgo..''ucap Delvaro menatap dari kaca...


''Baik tuan..''


********


Setelah menempuh jarak sedikit jauh..mobil akhirnya memasuki sebuah kompleks perumahan elit yang begitu megah dan luas...ada beberapa rumah yang tidak terlalu jauh..mereka berdekatan..tidak banyak rumah di komplex ini..Delvaro bilang..kompleks ini hanya berisi beberapa Mansion yang begitu luas dan megah....dan mereka adalah para Mafia yang merupakan kerabat dan saudara Kakek Arkana dan kakek Alex...


Dan sebuah Mansion utama yang mempunyai halaman luas dan paling megah...menarik perhatian Alana...dan disitulah mobil milik Delvaro berhenti...


Alana sedikit gugup...biar bagaimanapun ia akan bertemu dengan Rafael sebentar lagi...bagaimana perasaannya..bagaimana menjaga perasaannya agar tetap aman..dan berada di tempatnya.??


Menyadari kecemasan di wakah Alana...Delvaro lalu menggenggam jemari Alana membawa gadis itu menatap matanya..


Alana berdehem...


''Delvaro...aku sedikit gugup..''


Pria itu tersenyum...


''Mereka adalah para mafia yang baik....kau harus menguatkan hatimu ketika melihat Rafael...kalian adalah mantan kekasih dan aku tidak ingin kau sampai terlena olehnya...apakah kau mengerti..''


''Peluk aku Delvaro..''


Deg!!!!


''Mengapa....''


''Daddy atau ayah akan memelukku jika aku merasa gugup....jadi aku...''


Alana membeku ketika Delvaro mendekapnya dengan begitu erat sampai hatinya berdebar halus...ia tak mengerti perasaan bergantung ini namun...ia mulai merasa tergantung pada Delvaro itu wajar karna mungkin ia sendirian di negara ini dan Delvaro adalah suaminya..seorang suami akan melindungimu dari bahaya apapun bukan...??setidaknya itulah yang di baca Alana di beberapa majalah dan Novel romantis...


''Bagaimana...kau merasa lebih baik...''


''Hum...aku merasa lebih baik..''balas Alana tersnyum...

__ADS_1


''Baiklah...saatnya kita turun...aku akan memperkenalkanmu dengan keluargaku...''


''Apakah kau akan menginap disini...''tanya Alana polos..


Delvaro merasa gemas dan langsung melum** bibir Alana..


''Kita belum melewati malam pertama..aku tidak akan melepasmu...''


Alana meringis...ia ingin marah namun Delvaro sudah lebih dahulu turun dari mobil dan membimbingnya keluar dari sana...


Alana hanya mampu pasrah dan ikut turun dari mobil...lalu membiarkan Delvaro menggenggam tangannya...


Mereka melangkah menuju ruang utaman Mansion yang begitu luas..bagi Alana ini yang pertama namun tak jauh beda dengan Delvaro..sudah lama dia keluar dari rumah...sejak kematian Rachel dan kebencian Mommy kepadanya yang tak bisa terbendung lagi...Delvaro merasa sedikit nyeri ketika ingatan tentang pertengkarannya dengan sang Mommy tergambar jelas di ingatannya..Delvaro tak ingin kembali datang dan ia berjanji ini yang terakhir kalinya..


Memasuki ruangan....


Alana sedikit terkejut ketika melihat ruangan sudah di penuhi dengan orang-orang baru yang tidak di kenalnya..mereka menatapnya dengan teliti hingga ALana menjadi gugup dan sontak menggenggam jemari Delvaro yang hangat...Delvaro menoleh menyadari jemari Alana sedingin es...dan ia hanya bisa tersenyum..


Delvaro menundukan kepala di hadapan para orangtua dan sepupu-sepupunya..


''Selamat siang....''


Arkana mengangguk lalu menatap cucunya dengan bangga...


''Selamat datang cucu-cucuku...Alana...perkenalkan..ini adalah adik-adik Kakek...''ucap Arkana bangga..


''Alana beri salam pada kakek Danar dan Granny Hani.., lalu Paman Mike..lalu Bibi Divara...dan juga Dilan.'' ucap Delvaro dan membuat Alana tersenyum dan menyapa mereka..


''Kau sangat cantik Alana Hugo...Hani dan Divara memuji Alana...''


''Terimakasih...'' balas Alana dengan sopan...


''Lalu ini adalah Kakek Steve dan Granny Fera....dan paman Mark juga bibi Diza....bibi Diza adalah adik dari Daddy Damian..'' Delvaro menjelaskan satu-satu dengan sabar agar Alana paham..ia memperkenalkan Dave dan juga Maya...lalu putra mereka...lalu bibi Dayse dan paman Will..mereka tampak akrab dan saling melemparkan senyum kagum..Alana merasa sedikit tenang..


Delvaro lalu memperkenalkan kak Aura kepada Alana...mereka pun berkenalan..


Namun disaat yang sama..seseorang muncul dari tengah lift dan membuat semua mata tertuju kepadanya..tak terkecuali Alana..


Deg!!!...


Alana menoleh dan menemukan sosok Rafael duduk di kursi roda dan menatapnya tajam...jantungnya mulai berdegup kencang,...


''Apa kabar Alana,...kakak iparku...'' ucap Rafael dengan senyum misterius..


Deg!!!!


Alana membeku..dengan tubuh yang sedikit goyah,...


Hening.....mata Alana menjadi panas..Rafael duduk di kursi roda..karna dirinya..?? gadis itu menghela nafas...

__ADS_1


Delvaro lalu memeluk tubuh Alana dengan posesif...dan menatap Rafael dengan kemanangan yang tergambar jelas di matanya...


Kedua pria itu saling menatap dengan tajam.....


__ADS_2