
Darren menatap Tiara dengan tajam, ia sama sekali tak suka jika wanita ini ikut campur dalam keluarganya, mereka memang dekat dahulu namun Darren tak ingin Tiara menjadi besar kepala ketika selama ini Darren mendiamkannya..
Tiara menoleh dengan tatapan mata yang terbakar, ia mendekati Darren tanpa takut sedangkan Alea merasa begitu terpukul dengan ucapan Tiara..
''Aku rubah licik yah....baik aku terima..lalu bagaimana dengannya...bagaimana dengan ayahnya yang telah membuat kau dan Erland merasakan sakit ketika dia merampas ibumu dan membuat ayah patah hati.''tunjuk Tiara kepada Alea dengan telak..
Alea hanya menatap dengan pasrah apalagi melihat Darren tampak diam dan hanya menatap dengan tatapan beku, hoh..apakah Darren marah padanya, apakah pria ini akan melimpahkan kesalahan kepadanya lagi seperti awal mereka menikah...?
Alea merasa sungguh ketakutan...hingga matanya menjadi panas..
Darren tertawa mendekati Tiara...ia berusaha keras menahan parasaan marahnya meski semua perkataan Tiara ada benarnya namun, ia tidak ingin menyalahkan Alea lagi..tidak, cukup untuk airmata yang selama ini ia torehkan..
''Apa tujuanmu sebenarnya Tiara,.....katakan atau aku tidak akan membiarkanmu keluar dengan baik-baik saja, kau sangat menggangguku Tiara..'' ucap Darren tegas...
Deg!!!!!
Tiara melonggarkan tenggorokannya dengan susah payah, yah ia tau benar seorang Darren jika sedang marah dan Tiara tak akan membiarkan kesempatan ini pergi Darinya. ia harus berhasil meyakinkan Darren jika Alea harus di benci oleh Darren...
Tiara menatap Darren tanpa sedikitpun takut, ia menaikan sudut bibirnya....
''Apa kau lupa...kalau dulu akulah yang berada di sampingmu waktu kau terpuruk dalam kesedihan...yah...ketika kau menemukan Alea yang nyatanya terhubung dengan rasa sakitmu kau langsung melupakan kesalahannya....'' jerit Tiara tidak terima.
''Tiara...''
''Ini aku Darren, akulah Tiara yang sama...aku yang selama ini tak pernah meningglkanmu ketika kau sendirian dan dunia belum mengenal seorang Darren seperti sekarang ini bahkan...aku tidak pernah menyakitimu sekalipun....itulah aku, jadi ketika aku mengingatkanmu dengan rasa sakitmu lantas kau tidak terima dan menganggapku pengganggu begitu...'' mata Tiara menjadi panas ketika rasa sakit di hatinya, mengenai perasaan ia sungguh-sungguh mencintai Darren..
Darren membeku di tempatnya,. apa yang dikatakan Tiara memang benar, dulu ketika sang ibu pergi hanya Tiara yang memberi perhatian kepadanya, gadis ini bahkan selalu membuatkan makanan untuk ia makan, padahal saat itulah titik terendah seorang Darren...
Darren mengusap wajahnya dengan kasar, sungguh merasa gusar dengan situasi yang membingungkan ini, sementara ia menoleh melihat Alea yang menatapnya dengan airmata yang tertahan....
Darren mulai mengalami dilema....
Tiara tersenyum menang...dia sangat hafal dengan wajah Darren saat ini, perasaan besalah muncul dari dalam diri pria ini,...
''Tiara...maaf aku hanya......''
Saat itulah Tiara menatap tajam ke arah Alea yang juga menatapnya dengan rapuh..
''Aku tak akan pernah berubah Darren aku akan selalu ada di sisihmu,..mendukungmu dalam keadaan apapun dan, aku hanya meminta kepadamu..jangan pernah melupakan masa lalumu...atau masalalu itu mungkin akan terulang...ingat darah lebih kental dari air...''lirik Tiara kepada Alea yang menggeleng menolak pernyataan wanita di depannya..
''Tiara........'' sela Alea mendekat ia tidak terima dengan kata-kata Tiara yang menyudutkannya,
__ADS_1
Keduanya berhadapan.. dengan tatapan tajam...
Tiara bersedekap...
''Aku adalah istri Darren, yah...aku memang mengakui bahwa ayahku telah memberikan rasa sakit kepada keluarga ini...tapi apakah itu menjadi kesalahanku...aku bahkan tidak menginginkan ini semua...''
Airmata Alea menetes sedih, ia juga tidak pernah menginginkan hal ini. bahkan ia juga korban dari perasaan sang ayah yang terlarang.
Tiara tertawa kesal....
''Kau gadis kecil yang sangat licik yah....aku dengar kau punya kekasih bernama Adam yang masih mengharapkan dirimu, apakah mungkin kalian berdua sengaja untuk memperdaya Darren demi hartanya...''
Habis sudah kesabaran Alea, ia sungguh tidak terima ketika wanita ini mengatakan hal yang tidak masuk akal kepadanya,....
Alea kemudian mengangkat tangannya dan sekejap kemudian....
Gadis itu menampar wajah Tiara hingga tubuh Tiara terhempas kebelakang...
Hening......
Tiara tersenyum, bagus...ini yang ia harapkan kemarahan Alea dan ia akan memanfaatkannya dengan sangat baik.....
Darren seketika menoleh tak percaya Alea mampu menampar Tiara hingga bibirnya berdarah....melihat isakan Tiara membuat Darren goyah, ingatan ketika Tiara dulu pernah menolongnya muncul dan menguasainya dengan cepat, dendam yang sempat terkubur mulai bangkit dan menguasainya dengan cepat, sekejap saja..Darren meraih tubuh Alea untuk menatapnya, hati Alea begitu nyeri melihat tatapan dingin yang di arahkan Darren kepadanya...keduanya bertatapan tajam...
''Mengapa kau menamparnya Alea..mengapa..''
Alea membeku dengan airmata yang tertahan, bukankah Darren melihat dan mendengarnya sendiri, bagaimana Tiara memfitnahnya...ia sama sekali tidak pernah berhubungan dengan Adam lagi,..bahkan ia tak tau nasib Adam sekarang...yang ia tau dia sudah mati bukan..? mengapa Tiara sanggup mengatakan hal yang tidak masuk akal kepadanya..
''Yah...bukankah kau yang bilang agar aku lebih berani bersikap sebagai istrimu...Darren,....''
''Tapi bukan berarti kau lepas kendali Alea...kau lihat Tiara terluka...kau tau siapa dia bagiku...''tatapan Darren mengeras....
Dendam itu mulai muncul di permukaan dan membuat Alea gemetar....
''Ketika ayahmu menghancurkan keluargaku, hanya Tiara yang perduli kepadaku hanya dia yang selalu ada untukku bahkan ketika dunia meninggalkan aku Alea...sedangkan kau...kau hanyalah pelampiasan kekesalanku kepada ayahmu..kau hanyalah alat balas dendamku apa kau mengerti...''
Deg!!!!!
Airmata Alea berderai dengan sakit yang begitu kuat menghantam dadanya, hari ini...bahkan ketika ia baru saja merasakan sedikit kebahagiaan...takdir seakan tak rela dan mengambil kembali senyumnya..
Alea merasa dunianya gelap saat itu namun mencoba bertahan..ia menatap mata Darren...
__ADS_1
''Jadi itukah perasaanmu yang sebenarnya padaku,..''
Darren seperti tersadar namun terlanjur mengeluarkan kata-kata itu, menyesalpun Alea tak akan percaya kepadanya..pria itu menghela nafas, mengapa ia lepas kendali...
''Alea....'' Darren hendak mendekat namun....
Alea bergerak mundur sembar mengangkat tangannya menyerah.....masih saling menatap, Alea menoleh kepada Tiara yang sedang menatapnya tajam..ia tersenyum..
''Seperti yang kau bilang Darren, Tiara adalah wanita yang ada di saat kau merasakan sakitmu,...kembalilah kepadanya..aku menyerah dan mengalah...'' ucap Alea mengusap airmatanya yang menetes pedih...lalu berbalik dan melangkah...
Darren membeku...
''Alea.....jangan mencoba pergi...''
Alea menghentikan langkah walau ia tidak membalikan tubuhnya...
''Lakukan sesukamu Darren.....aku akan tetap berada disini, menerima rasa sakit...hanya rasa sakit...''
Alea melangkah meninggalkan taman itu dengan hati yang hancur..yah..sejuta perasaan berkecamuk di dadanya, bagaimana mungkin ia percaya bahwa Darren mencintainya bagaimana bisa...Alea berlari memasuki kamar dengan airmata yang mengalir deras di wajah dinginnya...
Namun langkahnya terhenti melihat sosok ayah Darius, segera Alea menunduk hormat...
''Alea..apa yang terjadi....''ucap Darius mengerutkan kening...
Alea mencoba tersenyum meski airmatanya menetes...
''Aku baik-baik saja Ayah, apakah ayah ingin sesuatu..apakah ayah ingin kopi..atau...''
Alea membeku ketika Darius mendekatinya...
''Apakah Darren menyakitimu...''
Alea menggeleng....
''Aku pantas menerimanya ayah...''
Deg!!!!!
Darius sungguh membeku mendengar kata-kata Alea yang menyentuh...
Alea menunduk homat lalu melangkah melewati Darius..pria itu lalu melangkah keluar rumah dan melihat Tiara yang sedang mendekati Darren....
__ADS_1
Jemari Darius terkepal........