Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Tanda tangan


__ADS_3

Masih menggunakan handuk di pinggangnya Delvaro membawa tubuh Alana keluar dari kamar yang langsung menghubungkan ruangannya menjadi satu...Alana di dudukan di sofa... dan pria itu menatapnya tajam....


''Aku akan mengganti baju.... jangan pernah pergi Alana...'' ucap Delvaro memberi peringatan...


Alana tidak menjawab kata-kata Delvaro sebaiknya ia hanya diam saja tak bersuara..


Setelah berhasil membuat Alana tenang.....Delvaro segera melangkah ke kamar dan mengganti baju nya...


Pria itu menatap ke arah cermin dan masih membayangkan ciuman panas tadi...betapa bibir Alana sangat n*kmat...Delvaro sampai memejamkan matanya mengenang....sambil memakai jasanya pria itu menatap kembali pantulan dirinya di cermin...


Alana akan menjadi miliknya dan ia pastikan Rafael akan menyerah kali ini... setidaknya kalau Rafael masih punya rasa malu...


Rafael dan dirinya adalah saudara kandung, Rafael adalah si bungsu sementara Delvaro adalah si sulung..jarak usia mereka cukup jauh...


ibunya meninggal ketika melahirkan Rafael......


Delvaro tersenyum.......tak sabar lagi menemui Alana...


Sedangkan Alana memejamkan matanya ...


Alana kau sedang dalam bahaya dan satu-satunya cara agar bertahan adalah berpura-pura menyerah...ia harus kembali ke negaranya...persetan dengan kontrak itu karna Alana tidak perduli sedikitpun..lagi pula i akan meminta bantuan para ayah mafianya...Delvaro tidak akan macam-macam kepadanya ...Alana mengepalkan tangannya..ia tak akan pernah memaafkan Delvaro.


Alana mengusap wajahnya dan membeku..ia teringat kalau bekas ciuman Delvaro masih membekas di bibirnya.... jemari Alana bergerak mengambil tissue basah dan hendak menghapus bibirnya....

__ADS_1


Namun sebuah gerakan tangan menahan jemarinya...


Deg!!!!


Keduanya saling menatap........


"Delvaro......" ucap Alana dengan wajahnya yang pucat...


"Aku saja tidak menghapus bekas ciuman kita...dan aku pun tak ingin kau melakukannya Alana ....tetaplah seperti itu agar kau sadar bahwa kau adalah milikku..."


"Milik apa....kurasa kau sudah gila....lepaskan ..."


"Berjanji dulu...."


"Tuan Delvaro....."


Hening.......


Alana kehilangan kata-kata nya.... tatapannya menjadi sangat kesal namun gadis itu mencoba sekuat tenaga untuk menahan amarahnya....


''Cepat.... berikan aku berkasnya dan aku akan tanda tangan dengan cepat...''ucap Alana dengan tegas...


Delvaro mengangguk..dan meletakkan beberapa lembar berkasi di hadapan Alana ..dan gadis itu meraih pulpen dengan cepat dan menandatangani nya lalu berdiri....

__ADS_1


Delvaro merasa sedikit lucu, wanita akan cenderung ceroboh jika sedang panik atau gugup...dan ia yakin kalau Alana sedang dalam kondisi serupa.....karena dia tidak membaca sedikitpun poin penting dalam berkas yang di ajukan Delvaro...dan itu keuntungan untuk Delvaro...


''Baiklah....kau boleh pergi.....untuk hari ini kau boleh istirahat dan melakukan apapun yang kau mau..tapi dua hari lagi....kita akan segera melakukan pemotretan....kau bersama denganku...Alana....''


Alana hanya mengangguk singkat dan melangkah keluar dari ruangan... dan keluar dari pintu dengan cepat.....


Sementara Delvaro meraih berkas berisi tanda tangan Alana dan lalu tersenyum penuh kemenangan...Deal... Alana akan menjadi miliknya seutuhnya....


Delvaro tersenyum......


❤️❤️❤️❤️❤️


Alana melangkah keluar dari perusahaan dengan berbagai perasaan berkecamuk di dadanya..ia sungguh tak menyangka Delvaro begitu berani mencium nya...menciumnya ....


Alana melangkah cepat ingin kembali ke apartemennya..namun seseorang menarik tangannya hingga Alana menoleh kepadanya.


Hening......


''Alana....mengapa kau berada di kantor sepagi ini..''


Alana menatap dengan tajam kepada pria didepannya ...


''Aku membencimu..... Rafael.'' airmata Alana menetes...

__ADS_1


Rafael mengerutkan kening..mencoba menebak apa yan terjadi kepada kekasihnya...


''Alana.....''


__ADS_2