
''Aku ingin kamar itu lebih besar dari kamar yang lain dirumah ini, aku juga ingin semua fasilitas ada disana...'' titah Kenan dengan suara lantang kepada beberapa anak buah dan pelayannya.
Adam mendekati sang tuan dan menunduk..
''Tuan Kenan, tapi apakah anda yakin Alea akan kembali ke rumah ini, tuan Darren tidak akan pernah membiarkannya lepas...''
Kata-kata Adam sanggup membuat wajah Kenan berubah tegang, ia menoleh dengan sangat tajam dan mendekat dengan aura mematikan hingga wajah Adam menjadi pucat..
''Kau pikir aku tidak yakin dengan semua yang aku lakukan Adam, lihat saja...Alea akan menjadi milikku dan tak ada seorangpun yang bisa menghalangi keinginanku termasuk Darren, pria itu akan segera kehilangan istrinya....hahahaha.....''
Adam menganggukan kepala dengan ketakutan yang tergambar jelas di wajahnya, sungguh aura kekuasaan seorang Mafia tergambar jelas di wajah seorang Kenan, bahkan tubuh Adam bergetar ketika mendengar tawa pria di depannya..
''Tentu tuan Kenan akan lebih membahagiakan Alea di banding tuan Darren..'' ucap Adam dengan susah payah...
''Bagus Adam, aku ingin kau memilih ranjang terbaik baik Alea, karna kau adalah temannya paling tidak kau tau apa yang menjadi kesukaannya bukan..''
''Yah...tuan Kenan...''balas Adam dengan patuh..
Kenan menatap kamar Alea yang hampir jadi, dengan matanya yang tajam...awalnya ia akan membawa Alea sebagai saudara membuat gadis mudah itu percaya kepadanya lalu saat itu tiba, Kenan akan memilikinya...yah..memilikinya....
Pria tampan itu tak sabar untuk menunggu hasil tes besok yang akan keluar, walau pun Kenan sudah tau bahwa hasilnya akan positif namun...ia tak sabar melihat wajah kecewa Darren nanti...
Aira.....aku sudah tak sabar lagi sayang....
****************************************
Alea terkejut ketika Darren menciuminya tiba-tiba dengan begitu ahli, gerakannya sama sekali tidak di tahan seperti percintaan yang biasa ia lakukan namun, sebaliknya Darren menciuminya dengan gairah yang besar, bibirnya melum**, jemarinya meremas put*ng pa yu da ra Alea, bergantian dengan sapuan bibirnya yang panas, sementara Alea mengerang ketika tubuhnya sudah sangat basah dan begitu siap di masuki Darren, pria itu tak menunggu untuk memasuki Alea yang siap membawanya ke awan kenikmatan yang terlalu indah untuk di lewati...
terlalu panas...ketika tubuh mereka menyatu tanpa penghalang, dan bibir Darren singgah dan mengul** put*ng pa yu da ra Alea yang terasa nikmat, Alea menyerah, sentuhan Darren sungguh membuatnya gila, hingga erangan yang keluar dari bibirnya..Darren memberinya kenikmatan yang tidak pernah habis di raih Alea..
Lama ketika Darren membawa Alea terhempas kedalam puncak kepuasan yang akhirnya membuat sengatan kenikmatan itu seakan membakar keduanya...tubuh keduanya terhempas dengan penuh peluh yang tergambar di wajahnya...
Nafas keduanya masih terengah-engah dengan tatapan yang masih berkabut, Darren tersenyum menatap Alea di bawahnya yang hanya memejamkan matanya malu....
''Aku mencintaimu sayang....''
__ADS_1
Aku juga Darren...aku mencintaimu....''
''Bagus....tetaplah disisihku sebagai penolongku Alea,...aku sungguh-sungguh tak bisa membayangkan kalau kau meninggalkanku...''
''Hey...bicara apa sih...aku istrimu, akan ada di sisihmu selamanya...''
Darren terkekeh, lalu bergerak turun dari tubuh Alea dan berbaring di samping, tak lupa ia menari tubuh polos Alea untuk tidur berbantal lengannya...sembari menyentuh kulit mulus Alea dengan gerakan mengelus...
''Apa kau lelah...''
''Aku baik-baik saja Darren..aku akan baik-baik saja....'' bisik Alea sembari menyentuh permukaan dada suaminya dengan gerakan mengelus...
Darren mulai memejamkan matanya...
''Besok adalah hari dimana hasil tes DNA itu keluar apa kau gugup sayang...''
''Bisakah aku jujur Darren jika yah.,..aku sangat gugup...aku sangat berharap kakakku masih hidup..aku berharap jika aku masih punya saudara di dunia ini...''
''Yah...kita akan melihatnya besok, aku hanya ingin kau tau Alea, kalaupun Aiden bukan kakakmu lalu mengapa, kau punya suami sekarang, kau punya adik ipar dan seorang ayah yang mencintaimu...kami akan selalu melindungimu sayang...''
''Aku beruntung Darren...terimakasih untuk segalanya,....''
''Tentu saja sayang....''
Darren dan Alea akhirnya tertidur dengan lelap, meski sebelum benar-benar terlelap, Darren masih meragukan jika Aiden adalah benar kakak kandung Alea....terlalu mencurigakan bukan,...? pria itu sama sekali tak bersikap layaknya seorang kakak yang seharusnya menghormati jika adik kandungnya sudah menikah, sorot mata Aiden sangat berbeda..ketika ia menatap Alea, sorot mata ingin memiliki itu sangat kuat, dan ketika Aiden menatapnya sorot mata membunuh itu sangat jelas dari matanya. hingga Darren sadar jika Aiden adalah palsu, namun butuh waktu dan penyelidikan yang hati-hati karna ia yakin, Aiden bukanlah sosok sembarangan..
**********************************************
Mobil berhenti di kawasan perumahan elit milik Tiara, hari ini Darius mengantarnya dengan menggunakan mobil yang mewah dan menjujung tinggi privasi..
Tiara berdehem..ketika sedari tadi Darius hanya diam sepanjang jalan....mereka juga tak tau harus bicara apa, rasa gugup yang begitu kuat seakan membelenggu mereka hingga tak mampu bicara...
''Jadi terimakasih Darius kau...sudah mengantarku sendiri kerumah...'' ucap Aira dengan senyuman tipis..
Darius mengangguk lalu memandangi rumah berlantai dua milik Tiara..
__ADS_1
''Siapa di dalam sana sekarang...''
''Aku dan managerku tinggal disana, tapi managerku sedang berada di luar kota untuk keperluan pribadi jadi aku mungkin akan tinggal sendiri untuk malam ini....''
Darius menatap Tiara dengan tatapan beku...
''Baiklah...ayo turun aku akan mengantarmu masuk, sambil mengucapkan selamat tinggal...''
Darius lalu menghela tubuh sintal Tiara keluar dari sana...dan membawanya ke rumah yang mewah itu. lalu mengunci pintu di belakangnya lalu menarik tubuh Tubuh Tiara untuk duduk di pangkuannya...
''Darius ada apa lagi...''
''Ssst...aku merindukanmu sayangku...''
Darius lalu menurunkan gauntali satu Tiara sampai ke pinggangnya dan menampakan kedua bukit kembar Tiara yang tidak memakai bra, sialan gadis ini ia sengaja menggoda Darius, pria itu mulai menjil*ti pa yu da ra nya...Tiara mengerang...Darius meremas gundukan kembar itu dengan kedua tangan besarnya..
''Kau bilang sudah tadi...'' suara Tiara menjadi parau...
''Diam dan nikmati saja...aku tak akan lama sayang, ada meeting pagi ini dan aku butuh vitamin...dan kau adalah vitaminku..''
Tiara hanya bisa pasrah ketika Darius kembali mencumbu pa yu da ranya dan mengh*s*pnya dengan kasar..........
*************************************
Ruang Lab........
Darren dan juga Alea duduk saling menggenggam tangan, di bangku tunggu.. sementara Aiden/Kenan duduk di sudut terjauh seolah dia sedang berdoa untuk harapan yang terbaik..
Alea sungguh merasa berdebar, bagaimana hasilnya nanti...apakah mereka benar adalah saudara...''
''Tuan Aiden, Tuan Darren Hugo dan nyonya Hugo..silahkan dokter sudah menunggu anda semua.,..''ucap salah satu petugas membuka pintu ruangan dokter...
Aiden terlihat gelisah hingga ia menatap Alea yang juga menatapnya....
Aiden kemudian tersenyum dengan sangat lembut...
__ADS_1
''Mari kita masuk adiikku sayang...'' bisik Aiden lalu menaikan sudut bibirnya kepada Darren...