Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Hati Yang Goyah


__ADS_3

Alea masih terdiam di bawah guyuran shower yang dingin ia tak beranjak sedikitpun dari sana, seolah kedinginan sudah tidak ia rasakan lagi...Alea sungguh tak bisa menerima ketika menyadari mungkin Adam sudah hilang dari dunia...


Dan semua ini karna kesalahannya...seandainya saja ia tidak mengikuti kata-kata Adam..seandainya saja dia menyerah saja..mungkin Adam tak akan tersakiti...mungkin saja Adam tak akan pergi...


Isakan Alea semakin menyedihkan....sampai terdengar suara pintu yang terbuka lebar dan Darren muncul disana melangkah lebar ke arahnya...seketika itu juga Darren meraih tubuh Alea berdiri hingga keduanya saling menatap di bawah guyuran air....


Tatapan Darren mengeras....


''Mengapa kau tidak juga membersihkan dirimu...''


''Aku harus apa hah...mengapa kau sangat kejam...mengapa Darren, bagaimana aku bia mandi dengan tenang seolah semua baik-baik saja padahal aku tau kau baru saja membu n*h temanku..''


Pria itu tersenyum lalu jemari kokohnya naik dan mencengkram wajah Alea yang dingin...ia tersenyum sinis...


''Bukankah aku telah memberikan peringatan kepadamu..jangan mencoba lari karna kau tidak akan pernah bisa melepaskan diri dariku...''


''Tapi bukan berarti kau bisa bersikap kejam Darren....mengapa kau bisa melakukan hal di itu...'' jerit Alea tidak terkendali...


''Diam...'' bentak Darren hingga membuat Alea membeku...bibirnya bergetar karna kedinginan bercampur rasa takut....


Pria itu menyipitkan matanya dengan tajam...


''Sudah cukup aku mendengar semua ucapanmu hari ini...besok kita akan menikah dan pastikan kau siap hari ini..''


''Apa...menikah...''


''Mengapa, kau tidak setuju dengan perkataanku...kau ingin lari lagi.......ingat satu hal Alea...jika aku masih berbaik hati kepadamu maka manfaatkanlah dengan baik dan jangan pernah membuatku marah...apa kau mengerti....''


''Tidak......lepaskan aku...aku tak akan sudi menikah denganmu tidak...'' tangis Alea pecah memenuhi ruangan sempit itu...


Dan perkataan Alea mampu membakar amarah Darren....


Darren menaikan sudut bibirnya yang dingin lalu dengan kedua tangan, pria itu mero b*k pakaian Alea dengan satu hentakan dan....


Sraakkk!!!!!


Pakaian milik Alea itu terlep*s dengan sangat mengenaskan di bawah lantai...Alea menggeleng menolak sentuhan Darren ketika pria itu ingin menyentuhnya....


Darren sungguh menggila...rasa cemburu membakarnya, membayangkan jika Alea mampu pergi bersama dengan pria lain membuatnya tidak suka...gadis ini adalah miliknya, bahkan satu-satunya alasan Alea masih di biarkan hidup adalah karna kebaikan Darren...tidakkah Alea bersyukur,...?? bahkan para gadis di luar sana antri untuk menjadi miliknya meski mereka tau dia buas dan kejam...


Mengapa Alea terus saja menolaknya...??


Alea menjadi panik ketika Darren dengan mudah melepas pa kaian da lamnya, pria itu sama sekali tidak tersentuh dengan tangisan memohonnya seolah dia bukan manusia.....

__ADS_1


''Baiklah kau selalu inginn mengujiku yah...aku akan memaksamu bercinta saat ini juga dan kau tau benar aku tak akan pernah melakukannya dengan lembut Alea...''


Sinar mata Darren membara....


Tubuh Alea menegang mendengar ancaman Darren yang terbuka di hadapannya,...hari ini dia telah melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana pria ini tanpa rasa takut membu n*h Adam tanpa belas kasihan...


Tidak....Alea tidak mau mati seperti ini, percintaan yang akan di lakukan Darren pasti akan sangat menyakitkan...


''Tidak.....aku mohon Darren,....baik...aku minta maaf...tapi aku mohon jangan melakukannya...aku mohon...'' tangis Alea gemetar..


Bibirnya membiru, wajahnya memucat karna terlalu lama di guyur air dingin...matanya bengkak karna terlalu banyak menangis..keadaan Alea saat ini sangat menyedihkan sehingga ada sedikit rasa tidak tega di hati Darren, walau perasaan itu hanya setipis kabut...


Darren membeku melihat tubuh ALea yang gemetar entah mengapa sesuatu di hatinya terasa nyeri dan menusuk hingga pria itu terdiam sebentar....


Menjauhkan tubuhnya dari Alea yang tampak lemah, namun Darren tetap memperingatkan Alea lewat tatapan matanya....


''Bersihkan dirimu dan hapus kesedihan di wajahmu Alea...atau kau akan benar-benar merasakan hukuman mengerikan dariku..''


''Yah....aaa..aaku akan melakukannya....maafkan aku Darren,...'' isak Alea menundukan wajahnya penuh rasa sakit...


Darren lalu menjauh...dan meninggalkan Alea sendiri....pria itu melangkah menembus ke kamar dan menuju ruang kerjanya dan mengunci dirinya di dalam sana...


Hening........


Darren duduk di sofa dan memandang jendela di luar sana....


Mengapa airmata Alea mempengaruhinya...?? mengapa airmata Alea mampu melumpuhkan kemarahannya...?


Tidak....seharusnya tidak bukan...? Darren tak akan membiarkan perasaan ini tumbuh dan menguasainya....Alea harus menjadi tumbal atas dosa dan kesalahan ayahnya di masa lalu...


Darren.,..kau sudah melakukan hal yang benar, jangan ijinkan hatimu melembut atau dia akan menguasaimu...bukankah dia menghianatimu dengan pergi...? tak ada maaf untuk penghianat...kau selalu melakukan hal benar,.....


Kata-kata sang Ayah Darius selalu bisa mengembalikan pikiran Darren ke pengaturan awal..pria itu tersenyum seraya mengangkat ponselnya dan berbicara...


''Lukas..aku ingin kau mempersiapkan segalanya untuk pernikahanku besok....aku tak ingin menunda, aku tidak menerima kegagalan apalagi kesalahan Lukas...'' desis Darren dengan dingin...lalu mematikan ponselnya.


Pria itu tersenyum sembari memejamkan matanya......semua akan terjadi sesuai dengan kehendaknya.......Darren menaikan sudut bibirnya...


***********************************************


Alea menatap makanan yang di bawa pelayan ke kakar dengan tidak berselera, berulangkali ia mencoba makan namun tetap saja...makanan itu tak bisa ia telan..bahkan pelayan tadi masih menunggunya selesai makan....


Alea memejamkan mata....mengapa hatinya sakit sekali, bahkan...ia adalah penyebab kematian Adam...bagaimana keluarganya menghadapi semua itu..? mereka akan sangat membencinya..mereka akan mengutukinya...

__ADS_1


''Oh...Adam....maafkan aku, aku bahkan penyebab kematianmu...apa yang harus kulakukan...?"


Sang pelayan menatap Alea dengan ketakutan yang kentara, sudah satu jam dia berada disini...namun nyonya ALea sama sekali tak mau menyentuh makanannya, peraturannya jelas,.dia dia tak berhasil membujuk Alea makan maka nyawanya akan melayang....


''Nyonya Alea....''


Alea menoleh......


''Yah....''


''Apakah ada sesuatu yang kurang...? jika ya..maka saya akan mengambilkannya...''


''Aku tak ingin memakannya...kau boleh membawanya sekarang..''ucap Alea malas...


Sang pelayan menatap dengan pucat...tuan Darren akan menghukumnya dengan berat....


pada saat yang sama pintu terbuka lebar dan Darren masuk ke dalam kamar...ia mengepalkan tangannya ketika Alea sama sekali tidak menyentuh makanannya...


''Alea...'' geramnya dengan dingin...


Alea menoleh dan terkejut...


''Darren....''


''Mengapa kau sama sekali tidak menyentuh makananmu, apakah kau sakit...atau...''


''Aku tidak nafsu makan...pelayan bawa saja makanan ini..''ucap Alea singkat...


Darren tersenyum lalu menatap sang pelayan....


''Well..karna kau gagal membuat nyonyamu makan maka kau akan menerima hukuman dariku...mungkin aku akan melemparmu ke k*ndang bu*ya lapar atau ke dalam kan dang sing* milikku. kebetulan mereka belum di beri makan....''ucap Darren dengan santai...


Tubuh Alea membeku....ia menoleh dengan wajah ketakutan,. apalagi menatap wajah pelayan yang pucat nyaris pingsan....ia tidak akan melakukan kesalahan yang sama bukan...??


Alea melonggarkan tenggorokannya.....


''Ehm...aku sangat lapar...'' ucap Alea langsung berdiri dan menghampiri pelayanan yang masih memegang nampan berisi makanan untuknya..


Dalam hatinya Alea meringis....sekali lagi ia harus dipaksa tunduk dalam tekanan Darren....namun membiarkan pelayanan ini mati karna masalah sepele membuat hati Alea nyeri...


Gadis itu mengambil nampan di tangan pelayan lalu membawanya di meja...


Alea masih melirik Darren yang mengawasinya....gadis itu menunduk dan makan dengan lahap hingga Darren sedikit tersenyum...mengapa gadis ini hanya akan menurut ketika di ancam...?

__ADS_1


Sedangkan pelayan itu menghela nafas lega...ia tidak jadi santapan para h*wan buas itu...ia tersenyum lega sampai meneteskan airmata...


Terimakasih nyonya ALea...batin sang pelayan mengucap syukur....


__ADS_2