
Liam melangkah sementara Alana ingin mengejar sendiri namun Delvaro menarik lengan gadis itu..
''Jangan berbuat sesuatu yang nekat Alana...''
Gadis itu menoleh dan begitu tertekan...
''Liam akan berbuat sesuatu yang nekat..bagaimana kalau semua orangtua kita tau...''
Delvaro tersenyum lalu menggenggam jemari Alana membawanya mendekati rumah besar..dan disaat yang sama, para orangtua sudah keluar dari rumah..itu artinya pembicaraan mereka sudah selesai dan Liam sudah kehilangan kesempatan..
Alana merasa iba pada Liam..
''Daddy....'' ucap Liam menunduk hormat pada Darren..
Disaat yang sama, Kenan dan juga Luke keluar beserta orangtua Delvaro....
Luke menghela nafas...hal yang ia takutkan adalah Liam tak bisa menerima kenyataan...putranya tampak nekat...
''Liam....apa yang membawamu kemari..bukankah kau di lokasi proyek..''
Liam mengangguk...
''Aku ingin bicara....''
''Tentang apa Liam...baiklah bagaimana kalau besok saja kita bicara...Daddy, juga ayah dan papamu akan menjamu keluarga besar Arkana dan Rule...''
Wajah Liam memucat....sementara Arkana menatapnya dengan tajam...pria kecil yang akan patah hati....Arkana merasa sedikit iba namun dia tak akan membiarkan hal sekecil apapun bisa menghentikan pernikahan ini...
''Tuan Darren...bagaimana kalau kita pergi sekarang....aku sekaligus akan memperkenalkan desainer terkenal langganan keluargaku...kita bisa bicara banyak tentang mode,....mungkin para wanita akan lebih tau...''
Arkana menatap Ana dan Aira dengan penuh arti...
Darren mengangguk lalu menatap Liam seraya menepuk bahunya...
''Daddy janji akan menemuimu besok...kita akan bicara...''
Liam tak punya pilihan, apalagi menatap sorot mata tuan Arkana yang terlalu tajam, meski dia sudah tua namun aura tegas begitu kentara di wajahnya,..
Liam terpaksa menundukan kepala membiarkan Darren dan lainnya meninggalkan rumah,...pria itu menggertakan gigi..baiklah tidak mengapa besok pagi...
Darren akan masuk ke mobil namun,....Delvaro mendekatinya..dan menunduk..
''Tuan Darren.....sebenarnya aku tau apa maksud Liam ingin menemuimu....''
Hening...
Liam mengepalkan tangannya, ia menatap Alana... dan mengerutkan kening...
Darren menghela nafas...lalu menatap Luke...dan Kenan..
''Delvaro....tuan Luke adalah ayah dari Liam dan tuan Kenan adalah pamannya..''
Delvaro menundukan kepalanya..
__ADS_1
''Maaf tuan Luke dan tuan Kenan, aku juga ingin membuat pengumuman pada keluargaku..''
Aleysa menatap Damian juga sebaliknya, sementara Arkana dan Alex sama terkejutnya..
''Delvaro ada apa ini...apakah Liam ada hubungannya dengan keluarga kita...''
Delvaro mengangguk..sementara Alana dan Liam saling menatap..mungkinkah Delvaro akan menjebak Liam...? batin Alana merasa takut,..
''Katakan Delvaro...'' ucap Damian sang ayah dengan tak sabar...
''Ayah,....cucumu Nasya adalah kekasih Liam..sepertinya Liam tak sabar ingin menikahi Nasya...bukan begitu...''ucapan Delvaro sungguh membuat Liam tak syok..
''Apa maksudmu...''
Tak berapa lama kemudian...sebuah mobil memasuki halaman rumah Alana dan sosok Nasya turun dari mobilnya,....paman Delvaro memintanya pulang dan memainkan perannya..Nasya sungguh ketakutan namun, ia sayang pada paman Delvaro jadi dia akan melakukan apapun untuk membuat sang paman bahagia..
Aleysa melebarkan matanya, ia sama sekali tak menyangka jika Nasya dan Liam..jangan bilang mereka juga sudah........
''Nasya.....'' jerit Aleysa histeris...sementara Damian memeluk tubuh istrinya dan memintanya menguatkan hatinya...
Nasya menatap kemarahan yang keluar dari mata Liam..lalu menaikan sudut bibirnya..
gadis itu menundukan kepalanya dalam-dalam..
''Bagaimana kalau setelah pernikahan paman saja kita menikah sayang..'' ucap Nasya dengan penuh senyuman pada Liam..
''Apa maksudmu...Nasya.......'' Liam menggertakan gigi...
Liam menatap Delvaro dengan rasa kesal...beraninya Nasya bermain-main dengannya..beraninya wanita ini.....mempermalukannya di hadapan para orangtua...
Darren yang terlalu terkejut menatap Kenan dan Luke yang juga syok...
''Jadi kalian juga berhubungan...kebetulan yang unik..''ucap Darren lalu tertawa..ia menatap Damian...
''Bagaimana tuan Damian...kau menyetujui cucumu..''
Damian mengusap wajahnya namun ia tersenyum...keputusannya hanyalah formalitas..Damian sungguh tak bisa melawan Arkana dan Alex...ketika mereka menganggukan kepala...
''Kita akan semakin sibuk jadi bagaimana kalau kita mempercepat pernikahan Delvaro dan juga Alana lalu mengurus putra putri kita yang lain..''ucap Damian..
Luke, Kenan dan Darren mengangguk setuju..
''Bersabarlah Liam...astaga kau dan kakakmu Alana sedang berlomba untuk menikah ya...''
Mereka tertawa ringan lalu melangkah meninggalkan mereka...dengan mobil yang beiringan keluar dari Mansion..
Liam menundukan kepalanya...jadi dimata Daddy...semua perhatian Liam selama ini kepada Alana hanya sebatas hubungan kakak adik..??
Sementara Alana tidak terima dengan sikap Delvaro lalu menghampiri Liam dan ingin menyentuhnya...
namun Nasya mendekati Alana...
''Bibi Alana...sebentar lagi kau akan menjadi bibiku...bisakah bibi berhenti perhatian pada Liam...dia milikku sekarang..'' Naysa tersenyum lalu menundukan kepalanya penuh hormat..
__ADS_1
Alana mengerutkan kening..mengapa semua jadi begini..mengapa...?
Delvaro mendekatin Alana dan memeluk pinggangnya saat itulah Liam mengangkat wajahnya...dengan penuh amarah..pria itu mencengkram ujung jass Delvaro dan..sesaat kemudian
Bugghhh!!!!
Liam menghantam wajah Delvaro hingga pria itu terdorong, Delvaro meringis namun kembali menegakan tubuhnya...keduanya berdiri saling menatang...
''Kau sangat licik....kau mau menyeretku ke dalam permainanmu begitu dengan menjebak keponakanmu sendiri..''
''Tak ada yang menjebakku..aku memang menyukaimu Liam...'' ucap Nasya yang membuat Liam menoleh gusar..
Liam menunjuk Nasya...
''Kau akan menerima akibatnya Nasya..awas kau...''
Liam lalu melangkah menuju mobilnya dan berlalu dari sana dengan kemarahan yang tak dapat di bendung....
Sementara Nasya ikut pergi mengejar Liam yang terlalu marah...sesungguhnya Nasya sudah menyukai Liam,...hanya saja pria itu selalu memikirkan Alana..Alana dan Alana...
Kini tinggalah Alana yang sungguh tak sangka ini semua akan terjadi..Liam...ia sangat khawatir..Liam selama ini adalah pria pendiam...jadi ketika dia marah terasa mengerikan..
Sementara Delvaro menyandarkan tubuhnya ke mobil..sialan..sebenarnya Delvaro bisa membalasnya hanya saja..ia mengalah..ia tau benar rasanya mencintai dan tak bisa memiliki itu rasanya sakit...
''Aaawww....'' Delvaro mengerang ketika rahangnya terasa sakit..pukulan Liam sangat juat dan Delvaro dalam keadaan yang tidak siap...
Erangannya membuat Alana menoleh...lalu memanggil pelayan untuk membawa obat...gadis itu mendekati Delvaro dan menggeleng, ia juga kesal dengan ucapan Delvaro...karna Liam juga terjebak sepertinya..
''Duduk disana...''titah Alana pada Delvaro...
Pria itu pun menurut dan duduk di bangku taman, tak berapa lama kemudian, pelayan datang dan membawa kotak obat miliknya...Alana lalu mulai membersihkan luka Delvaro dengan kapas alkoholl..
''Kau sudah keterlaluan Delvaro..kau sudah menjerumuskan Liam...''
''Aww...sakit Alana...Nasya menyukainya, jadi aku pikir dia layak bersama Liam..dari pada Liam mengejarmu terus seperti orang gila..''
''Jangan lupa tentang perjanjian kita...''
''Tapi bersikap baiklah...kita akan benar-benar menikah...'' lirik Delvaro tajam..
Alana hanya diam saja sembari terus mengobati luka di bibir Delvaro..
***********
Liam sungguh kehilangan kesabaran..ketika dengan nekatnya Nasya menghalangi mobilnya di tengah jalan..dengan marah...Liam turun dan tak lupa meraih pistol bersamanya..ia mendekati Nasya yang juga keluar dari mobil...
Keduanya bertatapan tajam..
''Liam...''
''Kau tidak tau dengan siapa kau bermain Naysa...'' Liam mendekat sembari mengarahkan pistol di kepala Nasya....
Deg!!!!
__ADS_1