
Mia adalah asisten Vanessa, lebih tepatnya dia adalah tangan kanan nyonya Dayse, usianya 24 tahun dia adalah penasehat, sekaligus mempunyai keahlian di bidang komunikasi dan juga kecantikan, dia mulai bekerja pada keluarga tuan Will sejak setahun lalu atau tepatnya ketika Vanessa di bawa orangtuanya kembali dari kapal, gadis itu terlihat berpenampilan asal, cara bicaranya sedikit kasar dan ia bahkan memakai pakaian hodye kebesaran yang membuatnya terlihat seperti seorang pria kurus yang tidak terurus..
Vanessa duduk di depan cermin dengan wajah kusut, menatap kesal pada dressnya yang terlihat pas di tubunya namun anehnya dia malah merasa tidak nyaman dengan apa yang ia pakai...Mommy benar-benar menghukumnya....bahkan Mia tidak melunak padanya...yang benar saja...Vanesa baru berusia 19 tahun..
Mia mulai menyisir rambutnya dan menatap Vanesa dari cermin...
''Jangan kecewakan nyonya Dayse...atau dia akan marah..lagi pula kau sangat cantik Vanessa, kau mewarisi kecantikan ibumu...''
Vanessa hanya mencibir,.....
''Aku lebih suka berada di laut bersama kakakku...'' desahnya kesal
''Mengapa Mommy mau memakaikan aku pakaian seperti badut ini...aku merasa sangat aneh dan geli memakai dres pendek ini....lebih baik aku bersama kakak saja...'' keluh Vanesa dengan lemah..
Mia hanya tersenyum....
''Semua akan baik-baik saja, nyonya Dayse bilang ada pertemuan keluarga dan kau harus menemani nyonya dan tuan karna tuan muda Daniel tak ada di rumah,...''ucap Mia menenangkan Vanessa...
''Aiiss.....Mommy benar-benar....''
Mia hanya tersenyum melihat penolakan Vanessa yang lucu ia menatap wajah cemberut Vanessa di depan cermin gadis cantik itu terlihat kesal sekali ketika harus memakai dress berwarna pink...warna pink adalah warna yang di bencinya, Vanessa lebih menyukai warna hitam...
''Seharusnya kau jangan membantah nyonya besar...''
''Mengapa Mommy selalu memaksa...astaga padahal mereka bisa pergi sendiri tanpa aku...''
''Kau cantik Vanessa....''ucap Mia memuji ia bahkan menganggap angin lalu segala pengeluhan yang keluar dari mulut Vanessa..
Vanessa sungguh kehilangan kata..Mia benar-benar sudah di bawah kendali ibunya.
''Selesai.....''
Mia menyelesaikan sentuhan terakhir di rambut panjang Vanessa dan memperlihatkannya di depan cermin dan Vanessa hanya bisa menghela nafas...
Apa sebenarnya maksud ibu mengajaknya lagipula ini pertama kali ia bertemu dengan anak-anak pada mafia yang lain Vanessa sedikit gugup menghadiri acara formal bukan kesukaannya..apakah ibu akan menjodohkan dirinya awas saja jika itu terjadi Vanessa tak akan membiarkannya.
''AKu kesal sekali....tapi tak punya pilihan..''gerutu Vanessa dengan rasa kesal yang menumpuk di dadanya...
Ceklek!!!!
Seorang pelayan mengetuk pintu dan lalu membukanya..
''Nona Vanessa, nyonya Dayse sudah menunggu di depan dengan tidak sabar..''
Mia terkekeh melihat wajah Vanessa yang merah..
sambil membantu Vanessa berdiri Mia menatap nona mudanya yang cemberut..keduanya saling menatap..
''Tersenyumlah...atau nyonya akan murka..''
__ADS_1
Vanessa memperlihatkan barisan giginya tanpa ekspresi...
''Vanessa..''
''Yah..baiklah..aku akan tersenyum Mia tenang saja...kau menikah saja dengan kakakku dan mengurusku tiap hari..''ucap Vanessa menggantung hingga membuat Mia kehilangan kata..
Gadis muda itu hanya menggeleng lucu...hal tergila yang pernah di tawarkan Vanessa..dia tak akan pernah mau mendekati tuan mudanya yang sedingin es..tidak...dia terlalu kasar..
******
Dayse hanya bisa terpana sendiri melihat sang putri turun dari tangga dia sangat cantik melebihi kecantikan masa muda Dayse..
''Jangan memasang wajah dukacita atau Mommy tak akan mengijinkan dirimu menyentuh laut..''
Vanessa mengerang protes..
''Bunuh saja aku....'' keluhnya terus terang..
Dayse bersedekap..
''Jangan mengujiku..jika aku punya banyak anak maka aku pasti tak akan memanggilmu..aku melahirkanmu susah payah agar bisa mendampingiku Vaness..''
''Ya...ya..ya.....aku sudah menghafal semua perkataanmu Momm di luar kepalaku...''
Vanessa mendekat...dan menghela nafas..Dayse sungguh tak mengerti mengapa sang putri tak bisa sama seperti putri mafia yang lain yang anggun,..cantik...
''Baiklah...kalau kau berjanji akan bersikap manis malam ini maka...Mommy akan mengijinkanmu ke kapal mengikuti kakakmu.''
''Jangan mengingkari janjimu Momm....''
''Yah..tentu saja..jangan buat kesalahan Vanessa...atau kau tak akan pernah mendapatkan kesempatan kedua..jadilah putriku yang feminim dan manis...''
Vanessa mengangguk patuh...
''Kau akan kagum padaku Mommy...''bisik Vanessa menggandeng tangan sang mommy menuju mobil..
Ya ampun bisakah Dayse berharap vanessa akan bersikap manis seperti ini selamanya...sungguh dia berharap besar malam ini...
*********
''Mommy......aku tak bisa berada lama disini...'' ucap Rafael menatap malas pada pesta malam ini...
Aleysa menghela nafas......dan menunjuk semua keluarga besar mereka yang sudah hadir lengkap...Delvaro sedang menggandeng mesra istrinya Alana...Rafael sudah bisa berjalan normal putranya yang tampan...Aleysa senang sekali melihat dua putranya sudah akur dan tak berhenti berterimakasih pada Alana semua ini juga karna dirinya...istri yang hebat...
''Acara akan dimulai jadi jangan coba-coba pergi....''
''Jangan mencoba menjodohkan aku Mommy...''
''Kau akan melihat kesakitanku di hari tua karna keras kepalamu..belum puaskan kau menyakiti Mommy...''
__ADS_1
Rafael mengangkat bahu menyerah...ia sudah kehilangan kesempatn untuk memilih wanita sendiri...lagipula ia hanya harus pasrah...Rafael menatap Alana yang sedang bergelayut manja di pelukan kakaknya Delvaro...harapannya sudah hilang...
''Berhenti mengancamku Mommy dan baiklah...aku akan ikut semua perkataan Mommy....''ucap Rafael pasrah..
Senyum tergambar dari wajah Aleysa...
******
Vanessa turun dari mobil dengan anggun, sudsh lama rasanya dia tidak berkumpul dengan para anak mafia yang lain....mereka masih kecil waktu berkumpul dan bermain dulu..sementara Dayse memperingatkan Vanessa melalui matanya dan Vsnessa hanya bisa menurut..
''Dayse.....'' jerit Aleysa mendekat dengan senyuman penuh arti sementara Rafael melangkah malas di belakang sang Mommy....
''Alesya...'' balas Dayse menyambut pelukan Aleysa..
''Aku sudah menunggumu dari tadi....'' bisik Aleysa dengan pandangan menajam pada Vanessa yang sangat cantik, matanya berbinar penuh bahagia ia tak sabar menyatukan anak-anak mereka..
Pelukan itu terlepas dan kedua wanita itu saling menatap...
''Aku belum terlambat kan...''
Alesya menggeleng...matanya berpindah pada Vanessa yang menunduk sopan....
''Dan ini adalah Vanessa....'' tebak Aleysa
''Dia adalah Vanessa putriku...'' balas Dayse penuh arti..
Kedua wanita itu mengangguk seolah sepakat akan sesuatu...
''Rafael........kemari sebentar...'' pinta Aleysa dan Rafael pun mendekat..
Pada saat yang sama...Rafael dan Vanessa saling menatap.....dengan kerutan di dahi....
''Rafael temani Vanessa sebentar, jangan lupa bawa masuk yah...Mommy dan Mommy Day akan mempersiapkan sesuatu...''
Vanessa yang melihat Rafael hanya bisa melirik kesal...apa mereka benar-benar akan menjodohkan dirinya dan Rafael...ckck....bahkan dalam mimpipun Vanessa tak sudi...
Para wanita itu pun pergi hingga meninggalkan kedua pasangan itu dengan wajah cemberut...Rafael terkekeh menatap tampilan Vanessa dan merasa geli sendiri..sejak masih kecil mereka memang adalah musuh sejati....
''Vanessa...astaga, kau sangat cantik..'' Rafael tertawa dan hal itu membuat Vanessa gerah...
''Yaah....aku rasa tak ada gunanya berbicara dengan playboy tua menyedihkan sepertimu..'' desis Vanessa penuh senyum..
Gadis itu hendak melangkah namun lengannya di cekal hingga tenggelam dalam rengkuhan kasar Rafael...beraninya Vanessa menghinanya...
''Apa maksudmu,....''
''Cih......aku bahkan tak sudi kau menyentuhku..kau sangat menyedihkan...'' balas Vanessa tanpa takut..
Kesabaran Rafael menipis.....
__ADS_1
''Kau.......''