
Nasya mendekat juga tak takut apapun, ia menatap Liam yang begitu di kuasai amarah,...memang awalnya paman memintanya menggoda Liam namun di luar dugaan Naysa juga ternyata jatuh cinta pada Liam meski pria ini tak sedikitpun melihatnya...
Namun bagi Nasya ia tak akan menyerah mengejar Liam...
''Tembak aku saja..aku tak akan menghindar...''Nasya mengepalkan tangannya bersiap matanya terpejam seolah sedang menanti hukuman, sementara Liam semakin gusar...
meraih lengan gadis itu dan menempelkan senjata di pelipisnya dengan geram,...
''Kau harus ingat Nasya jika pamanmu tak akan berhasil...dia tak akan bisa menikahi Alana...''
''Dan kau pikir kau bisa menikahinya....''
Hening....
Liam terdiam walau masih di kuasai emosi...Nasya tertawa dengan rasa kesal yang muncul..
''Usia kalian berbeda...apa kau tak bisa melihat kalau Alana hanya menganggapmu sebagai adiknya..''
''Diam..kau sama sekali tak tau apapun....kau hanya orang asing....''
''Yah...justru orang asinglah yang mampu membuka matamu Liam.....Alana tidak pernah mencintaimu....dia sangat mencintai paman Rafael namun harus menikah dengan paman Delvaro...kau pikir bebannya tidak banyak...lalu kau datang dengan cinta egoismu dan membuat Alana semakin menderita....''
Liam tersenyum dingin...
''Kau hanya gadis kecil Nasya...kau bahkan tidak pantas mengatakan apapun tentang aku..kita tidak saling mengenal...mengenai usia aku tak masalah...bagiku aku mencintai Alana.....dan tidak akan membiarkannya jatuh pada pria yang salah...''
''Kau lupa kau bukan Tuhan yang bisa mengatur segalanya...kau hanyalah pria egois yang sedang memaksakan kehendak atas nama cinta..'
''Lalu bagaimana dengan pamanku...''
''Buktinya Alana setujut untuk menikah.,...kedua keluarga besar sudah menentukan tanggal...kau tak akan menang Liam...''
''Tidak....kau salah,...aku bersumpah akan menggagalkan rencana pernikahan mereka...karna akulah yang akan menikahi Alana...''
Naysa menggeleng dengan tajam,....
''Aku kasihan padamu...kau seperti anak kecil yang sedang berebut permen dan sedang berkelahi untuk mendapatkannya..''
Liam menghempaskan tubuh Nasya menjauh,...lalu menyimpan pistolnya...
''Kau membuang waktuku Naysa..menyingkir dari jalanku atau aku akan menembak kepalaku...''
''Tidak aku tidak mau Liam....'' teriak Nasya dengan airmata yang menetes...
Liam tetap melangkah menjauh...namun Nasya mengikutinya..sampai di depan mobilnya..
''Liam dengarkan aku,....''
Pria itu menghentikan langkahnya...lalu membalikan tubuhnya menatap Nasya..
__ADS_1
''Ada apa...''
''Menikahlah denganku...dengan cara itu kau bisa masuk ke dalam keluarga kami...kau bisa dekat dengan Alana...''ucap Nasya tajam..
''Menikahimu kau sudah gila....tidak, aku tidak akan menikahimu Nasya...''
Liam membuka pintu mobil namun sekali lagi, Naysa menarik ujung jass pria itu hingga Liam benar-benar kehilangan kesabaran..
''Nasya.....'' suaranya meninggi di tenah jalan itu..
''Tolonglah....aku butuh menikah agar bisa menghindar dari tuduhan Grannyku Aleysa...''
Liam menutup kembali pintu mobil dan menatao Nasya dengan tajam...
''Apa maksudmu...''
''Aku lelah selalu di salahkan menjadi penyebab kematian ibuku....aku lelah dan ingin sekali pergi tapi aku tak tau caranya..tapi ketika melihatmu aku tau..kau bisa menolongku..''
Liam tertawa kesal..
''Aku tak akan menolongmu, aku tak mau...''
''Liam...tolonglah..anggap saja aku adikmu, anggap saja begitu...pernikahan kita hanya sementara....setelah aku cukup dewasa aku akan pergi mencari jalanku sendiri...kau boleh menceraikan aku saat itu...''
Liam mengerang, namun sesaat kemudian ia membeku menyadari Naysa menjatuhkan dirinya di aspal dan memohon kepada Liam...gadis itu menundukan kepalanya dalam-dalam...
''Aku mohon Liam..aku mohon...''
''Baiklah.....aku akan menolongmu, namun itu tak gratis Nasya...'' desis Liam tajam..
Naysa membeku....
****************
Kanaya membuka pintu kamarnya dan hendak masuk dan saat itulah tubuhnya di didorong masuk ke kamar..Alan mendorongnya dan lalu mengunci pintu...
Kanaya mengeluh dan menatap Alan dengan kesal...
''Mengapa kau datang,....'' ucap Kanaya cuek..
''Mengapa kau tadi pulang bersama David...mengapa...? padahal aku sudah bilang kalau kau harus menungguku...''
Kanaya meletakan gaun yang baru saja di ambil dari butik lalu menatap Alan yang masih berdiri dengan wajah marahnya...
''Kau bilang jangan terlalu dekat denganmu di kantor lalu mengapa kau malah marah...aku tak bisa menghindari kak David,....lagi pula tak ada yang salah jika aku pulang bersamanya...''
Kanaya melangkah ke depan cermin dan duduk disana lalu mulai menyisir rambutnya...ia kesal sekali pada Alan,...pria ini bilang ia tidak mencintai Kanaya namun marah ketika melihat Kanaya bersama kak David..aneh..
Alan mendekat dengan tak sabar...
__ADS_1
''Kau adalah milikku..''
''Tubuhku maksudmu Alan..''
Kanaya berdiri dan menatap mata Alan...
''Apakah kau cemburu...''
''Jangan pernah bermimpi...''desis Alan angkuh..
''Yah sudah...mari jalani hidup kita masing-masing....pernikahan kita akan tetap berlangsung...Daddy dan ayah bilang setelah Alana menikah...maka kitapun akan menikah...tapi di antara kita tak ada cinta...mau bagaimana lagi...mari jalani pernikahan tanpa tujuan...jika di tengah jalan kau bosan padaku kau tinggal meminta perceraian...atau jika kau sudah punya gadis lain maka ayo...kita batalkan pernikahan ini saja....karna aku lelah berpura-pura...''
Kanaya melangkah melewati Alan namun di saat yang sama pria itu menarik tubuh Kanaya dan tenggelam dalam pelukannya...
''Wanita apa....tak ada wanita lain di pihakku Kanaya...justru aku curiga kaulah yang sedang bermain api di belakangku....aku akan mengikatmu dalam pernikahan dan kita liat apa yang akan terjadi....tapi ini peringatan terakhir bagimu..berhenti berjalan bersama paman atau kau akan di hukum...aku tidak main-main Kanaya...''
''Egois....''
''Aku...'' ulang Alan terkejut...
''Yah...jika aku melihatmu bersama wanita lain maka kau tak bisa menyentuhku...''
Alan mengerang...
''Aku tak pernah...''
''Aku melihatmu bersama Desi....kalian tampak cocok bersama...''
Kanaya mengempas pegangan Alan lalu melangkah meninggalkan kamar...meninggalkan Alan yang masih terkejut...
mengapa dia malah mencurigai Desi yang hanya sekertarisnya.....
Alan bahkan tidak pernah memiliki perasaan apapun pada Desi....bukan berarti ia punya perasaan juga pada Kanaya....ia hanya ingin Kanaya sadar bahwa dia adalah calon istri dari Alan Hugo...
Gadis itu.....Alan mengusap wajahnya dengan kasar, padahal tadi Alan ke kamar Kanaya untuk meminta percintaan malah gadis itu pergi..yah...pernikahan si cerewet Alana sudah di depan mata,...semua orang sibuk..
Alan menghela nafas....
Alana akan pergi setelah menikah dan hal itu membuatnya sedikit sedih...
Alan lalu keluar dari kamar Kanaya dan mencari sang adik Alana...entah mengapa ia jadi melow begini....
Alan menatap Alana yang sedang melakukan fiting gaun pengantin di lantai bawah, pria itu men dekat dan menatap Alana dengan mata berkaca-kaca...
''Alan....'' desah Alana sedikit terkejut...
''Jika sudah selesai aku ingin bicara...'' ucap Alan dengan suara lembut...
Alana tersenyum....
__ADS_1
''Ada apa....''