Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Menjadikanmu Milikku


__ADS_3

Kanaya gemetar ketika menyadari kalau tatapan Alan berbeda pria ini bahkan sudah setengah memeluk tubuhnya dengan erat..dan jantung Kanaya berdebar kencang..tidak bukan karna dia menyukai Alan, namun karna rasa takut yang begitu besar yang saat ini di rasakan..


Alan mendekatkan wajahnya hingga bibir mereka nyaris bersentuhan dan membuat mata Kanaya berkaca-kaca sungguh ketakutan...


''Alan....apa yang akan kau lakukan,..aku takut...''


Mata Alan bersinar terang, ia menaikan sudut bibirnya dengan tajam..


''Dibanding melihatmu menghancurkan hubungan kita lebih baik aku menghancurkanmu saja Kanaya dengan begitu...kau tak bisa melepaskan diri..''


''Hoh...tidak..jangan pernah...''


Alan bahkan tak perduli rintihan atau penolakan Kanaya...


Untuk sejenak Alan memang melepaskan Kanaya...namun itu bukan berati gadis itu bisa tenang..


Karna Kanaya bisa melihat kalau Alan mulai membuka satu persatu kancing kemejanya sambil memenjara matanya, Alan tampak menatapnya dengan sinar mata yang berbinar tajam..


''Alan.......''


Kanaya bergerak mundur dan menghindari tatapan pria ini yang terlihat nekat, tak pernah di bayangkan Kanaya kalau Alan akan menyentuhnya...


''Kanaya....''


Alan mengepalkan tangannya ketika melihat Kanaya berlari menghindarinya dengan ketakutan..ini pertama kalinya ia memasuki apartemen Alan yang luas,..gadis itu menatap sebuah pintu dan berlari dengan cepat lalu membukanya..


Namun...Kanaya membeku ketika yang ia buka justru adalah kamar milik Alan...gadis itu menghela nafas dengan lemah ia kembali ingin menuntup pintu kamar namun ironisnya Kanaya justru di dorong hingga ia masuk ke dalam kamar..


Alan melangkah masuk ke kamar dan menutup pintu dengan cepat..


''Alan...lepaskan...''


Kanaya menjerit ketika Alan mengangkat tubuhnya dan membawanya ke atas ranjang dan menghempaskannya sedikit kuat, tubuh Kanaya terbanting dengan pasrah ke tengah ranjang..


Airmatanya menetes dramatis..ketika Alan bergerak naik ke atas ranjang dan dan menekan tubuhnya agar tidak bergerak..


''Alan....jangan lakukan...aku mohon....'' tangis Kanaya pecah saat itu juga...


''Beraninya kau ingin pergi dari rumah, beraninya kau mengharapkan pria yang tak lain pamanku sendiri...kau pikir aku akan membiarkannya Kanaya..tidak....pertunangan kita tak boleh batal demi apapun dan pernikahan itu akan terjadi....''

__ADS_1


''Tapi bukan seperti ini Alan....aku tidak bisa...''isak Kanaya dengan rasa sedih..


Namun Alan jauh dari kata berhenti, ia malah semakin tertantang untuk mendapatkan Kanaya..ini satu-satunya cara untuk membuat Kanaya terikat dengannya...


Alan mendekatkan wajahnya...dalam sekejap bibirnya melum** bibir Kanaya yang dingin dan menggilasnya dengan penuh hasrat membara...gadis itu menjerit namun tak bisa..bibir Alan terlalu panas membungkamnya dengan ciuman panas yang membuatnya bingung...ini pertama kalinya Kanaya merasakan di cium oleh seorang pria yang tak lain adalah Alan pria yang dia benci...


''Arrrgghhhtt.....''


Tubuh Kanaya meronta ketika bibir panas Alan berpindah di lehernya dan mengecupnya dengan panas..


SRAKKK!!!!


Dres milik Kanaya tercabut paksa dari tubuhnya dan membuat sekitar dadanya yang putih mulus terbuka bebas menyisakan bra berwarna pink muda yang manis...


Kanaya menjadi semakin panik ketika ia tak bisa melepaskan diri ketika ia sudah mengeluarkan semua tenaganya...namun tubuh Alan sekeras batu ia sama sekali tak bisa menyingkirkan tubuh Alan darinya...


''Alan lepaskan aku...aku mohon...jangan...''rintihan Kanaya semakin pilu ketika bibir Alan semakin bergerak turun dan menyentuh sekitar dadanya dan memberi hisap*n kecil di sana...


Alan sudah sepenuhnya menguasai tubuh Kanaya di bawahnya..gadis ini mulai melemah..tenaganya habis karna terlalu meronta dengan kuat...


''Alan....''


Kanaya membeku ketika Alan mengecup airmatanya yang masih menetes..


Dan di saat Kanaya sedang lengah...Alan melepaskan pengait bra dan segera melum** permukaan put*ng pa yu da ra Kanaya yang masih belum tersentuh...


Puncak yang kemerahaan itu sangat menggoda Alan dan membuatnya bangga...ialah pria pertama dan satu-satunya..


Ketika bibir Alan mulai mengecup put*ng pa yu da ra nya,..Kanaya membeku ketika sengatan kenikmatan yang baru membuatnya bingung...lidah Alan mulai menggilas permukaan puncak yang mungil itu dan mulai memainkannya dengan gemas...


Alan begitu terbakar...keselurunan Alana adalah indah,....tubuhnya pas, seolah diciptakan memang untuk Alan....pria itu mengerang ketika miliknya mulai meronta ingin segera keluar dari sarangnya..


Tubuh Kanaya melengkung mencoba menolak sentuhan aneh namun nikmat yang di berikan Alan kepadanya..otaknya merasa beku dengan sentuhan bibir panas Alan di pa yu da ra nya dan tak ingin pergi dari sini..mencumbunya tak bosan..


Namun Alan sekali lagi menekan tubuh Kanaya di ranjang kali ini terlentang tanpa mampu melepaskan diri..


lalu ia kembali meremas kedua pa yu da ra Kanaya berganti-ganti lalu menghis***nya dengan rasa haus yang sekaligus membuatnya candu..


Sementara itu...

__ADS_1


Jemari Alan mulai bergerak turun dan menyentuh permukaan milik Alana..jemarinya menelusup masuk dan mulai menyentuhnya dengan gerakan sedikit kasar..


Kanaya mengerang, apa yang terjadi kepadanya..mengapa semua kenikmatan ini membuatnya goyah..? Alan tau betul kelemahannya dan menyentuhnya di tepat sasaran..bibirnya masih menghis*** put**g pa yu da ra Kanaya sementara...jemarinya menyentuh milik Kanaya yang sudah bas*h dan siap untuknya...


Alan lalu bergerak naik dan menempatkan kej*ntanannya yang tegak dan mengeras di bawah sana...tak sabar ini memasuk Kanaya dan mengklaim sebagai pemiliknya..'


''Aarrggghhtt....Alan...''


Tubuh Kanaya bergerak mundur ketika sesuatu yang mengeras itu mendesak di permukaan miliknya..dan membuatnya gemetar...


''Alan.....'' suara Kanaya menjadi serak dengan nafas yang mulai tak teratur...ketika Alan ingin menyatukan diri Kanaya selalu menghindar namun...Alan sudah tak bisa berhenti atau dirinya akan merasakan sakit...


Alan kembali melum** bibir Kanaya dan mengul**nya dengan hasrat yang membara hingga Kanaya mulai melemah...dan disaat yang sama..


Alan menekan tubuh Kanaya dan mengunci pergerakannya hingga gadis itu tak mampu bergerak sedikitpun..disaat yang sama...bibirnya melum** bibir Kanaya, jemarinya memainkan put*ng pa yu da ra Kanaya dan membuat Kanaya lengah di kepung kenikmatan yang baru pertama kali ia rasakan...kenikmatan yang indah dan memuat segala logikanya mati rasa..


Alan menyiapkan dirinya ketika miliknya sudah meronta sedikit nyeri...Alan semakin memperdalam ciuman panasnya di bibir Kanaya yang sudah terlihat bengkak, dan disaat yang sama..milik Alan di hentakan dengan sedikit kuat dan membuat Kanaya menjerit,..


Aaarrrghhh...


Alan kembali menghentakan miliknya dalam-dalam dan berhasil menembus penghalang milik Alana dan mengklaim miliknya di dalam diri Kanaya yang basah dan nikmat..Kanaya meronta sekuat tenaga ingin melepaskan diri namun rasa nyeri itu membuatnya melema..


''Tidak.......'' tangis Kanaya merasa hancur...


''Oh.....Kanaya...'' desah Alan menahan dengan kuat kenikm*tan yang begitu kuat menghempaskannya...


Ssshiit....Kanaya begitu ketat dan hangat, mencengkram miliknya dan menciptakan gelombang kenikmatan yang begitu kuat menghantamnya..


Tangisan Kanaya pecah...menyadari rasa nyeri itu sangat kuat seakan tubuhnya terbelah..gadis itu menggeleng dan memohon...agar Alan melepaskan dirinya namun sia-sia..


''Jika aku melepaskanmu kau akan semakin merasa sakit sayang...tubuhmu akan menerimaku sayang....''balas Alan kembali melum** bibir Kanaya untuk membuatnya tenang...


Airmata Kanaya menetes....kini...angannya untuk bersama David hancur sudah...ia mencintai David namun tubuhnya sudah menjadi milik Alan..pria yang di bencinya...


Kanaya mengerang...ia sama sekali tak bisa melepaskan diri dari pernikahan dengan Alan...tidak bisa dan itu menyakitkan..


Alan mulai menggerakan tubuhnya dan membuat Kanaya mendesah...


++++++++++++

__ADS_1


Visual Alan yang baru di group yah...


__ADS_2