
Pelayan datang dengan kepala yang tertunduk, ia terlihat ketakutan, mendekati Alea yang akan menaiki lift..
''Nyonya Alea.......''
''Ada apa...'' tanya Alea mengerutkan kening....
''Ada polisi di luar mencari tuan Luke, saya sudah ke kamar tuan dan memanggil namun tuan Luke tidak membuka pintu..''
''Lalu nyonya Sarah...''
''Nyonya keluar dengan mobil tadi siang dan belum kembali....''
Alea menganggukan kepala...
''Baiklah.....aku akan coba melihatnya di kamar...kau harus bilang pada polisi untuk menunggu.......''
''Baik nyonya Alea....''
''Yah....''
Alea lalu melangkah ke arah lift dan menekan ke lantai dua, lalu lift pun meluncur ke atas menuju kamar Sarah dan Luke...
Sarah mendekat dan mengetuk pintu kamar Luke dengan sedikit kuat namun tak ada jawaban dari dalam, mengapa tak ada suara...? dimana Luke...Alea merasa ragu namun polisi menunggu di bawah...dan tidak enak jika menunggu lama...
''Luke.....Luke....''
Alea sekali lagi mengetuk pintu namun tak ada suara,....dengan rasa penasaran Alea membuka pintu kamar yang gelap itu...
Hening.......
''Luke....Luke, ada yang mencarimu...Luke...''
Langkah Alea baru saja masuk namun ia sangat terkejut menyadari seseorang menariknya dari dalam kamar..
Deg!!!!
Pintu kamar tertutup dengan kuat...
Alea terkejut ketika tubuhnya di banting ke ranjang, suasana ruangan yang gelap membuat Alea kesulitan untuk melawan..
''Luke...lepaskan aku....apa yang kau lakukan....''
''Sudah lama aku menginginkanmu Alea...bukankah ini waktu yang tepat...aku akan mendapatkanmu...akan mendapatkanmu dengan segera....Luke berusaha menciumi ALea walau itu salah sasaran.''
''Tidak....lepaskan aku....Luke...''
Sekuat tenaga...Alea menendang tubuh bawah Luke hingga pria itu mengerang....dan terjatuh, ketika Alea hendak beranjak pergi Luke menjambak rambutnya dan melemparkannya ke atas ranjang..
Brugghhhhh!!!!
Tubuh Alea terjatuh lagi kali ini Luke menyalakan lampunya dan menatap Alea yang terlihat marah...
''Luke.....Darren tak akan memaafkannmu...dia tidak akan memaafkanmu..'' airmata Alea menetes...
Luke tertawa....
''Pria cacat itu bahkan tak bisa memberimu kehangatan lagi..bagaimana kalau aku menggantikan perannya...''
''Kau sudah gila.....aku tau untuk apa polisi mencarimu kau akan di penjara bukan...kau akan....segera ditangkap...''
Ucapan Alea membuat Luke terbakar, pria itu membuka kemejanya dan segera menatap Alea dengan begitu tajam..
''Hari ini juga kau akan melayaniku....'' ucap Luke dengan suara tegas..
__ADS_1
Sementara Alea memegang sebuah pajangan meja yang ia sembunyikan, begitu Luke mendekat..Alea menghantam kepala Luke hingga pria itu mengerang...saat itulah Alea berlari keluar kamar dengan wajah yang penuh ketakutan,....Alea menekan lift dengan gemetar menuju lantai 3...
*****
Beberapa saat kemudian.......
Luk keluar dari lift dan mendatangi polisi yang sudah menunggunya..pria itu tersenyum dengan wajah yang tertunduk..
''Mengapa kepalamu terluka tuan Luke...''
Luke memegang pelipisnya dengan senyuman....
''Aku jatuh di kamar mandi, tadi sewaktu Alea memberitauku kedatangan kalian....lalu ada apa...''
Seorang dari petugas kepolisian mendekat dan menatap Luke dengan sedih...
''Kami menemukan mobil milik istri anda Sarah Hugo jatuh ke dalam jurang dan terbakar,....semuanya tak ada nyang tersisa...kami turut berduka cita tuan Luke...''
Wajah Luke memucat, ia bahkan hampir saja jatuh karna tak mampu menahan kesedihan...
''Sarah,.....'' ucap Luke mulai meneteskan airmata,....
Beberapa saat kemudian, lift terbuka dan Darren dengan Alea di belakangnya mendorong kursi roda, wajah mereka sangat syok..
''Apa maksud anda kalau adik saya.....''
''Kami minta maaf tuan Darren, semua hancur dan tak ada yang tersisa.....''
Darren menatap Luke yang begitu tersiksa...
''Luke....bersabarlah...''
Luke mengangguk, walau tatapannya menajam ke arah Alea....keduanya saling menatap tajam,....
''Bagaiamana hidupku sekarang Darren...aku kehilangan istriku..'' ucap Luke dengan penuh penekanan...
Alea hanya memalingkan wajahnya.....ini saatnya membiarkan Luke pergi dari rumah ini, Sarah sudah tidak ada lagi dan....tak ada alasan Luke berada di tengah keluarganya...
1 minggu kemudian....
Pemakaman Sarah sudah di lakukan, semua keluarga berkumpul untuk berbicara mengenai Luke selanjutnya,...
''Aku akan pergi dari rumah ini segera,..Sarah sudah tidak ada lagi dan tak ada alasan aku tetap tinggal...'' ucap Luke dengan suara yang sedih...
Hening.......
Darren berdehem...
''Aku mengerti benar perasaanmu Luke, biar bagaimana pun kau adalah keluarga kami sekarang, kau adalah pengganti Sarah di rumah ini jadi....tinggalah di tempat ini selama kau mau..''
Alea menyela pembicaraan Darren ia menatap Luke dengan tajam...
''Sayang, Luke pasrti juga ingin privasi dan kebebasan, jadi menurutku biarkan Luke menentukan jalan hidupnya...''
Darius mengangguk....
''Benar Darren, biar bagaimanapun Luke pantas melanjutkan hidupnya...kau bebas berkunjung tentu saja...ini rumahmu juga tapi....lebih baik bagimu punya privasi, aku yakin benar kau tau maksudku..''
''Tentu saja Ayah....aku tau maksudmu...tapi kenangan Sarah ada di rumah ini jadi...bisakah aku meminta tinggal disini sampai 40 hari lamanya....''
Deg!!!!
Alea menggeleng........
__ADS_1
''Tidak Luke........''
Hening...
Semua menatap Alea dengan pandangan bingung karna Alea sendiri yang sangat keberatan dengan tinggalnya Luke di rumah ini...
''Sayang, kau tidak serius kan..kau keberatan Luke tinggal sampai 40 hari...''
Alea menggeleng, bagaimana menjelaskannya kepada Darren.....
''Aku bilang tidak masalah Luke, itu maksudku...''
Luke tersenyum...
''Aku tau Alea Hugo adalah wanita yang terbaik..terimakasih karna kau masih mengijinkanku tinggal disini...''
Alea mengeraskan wajahnya...
''Tentu Luke....''
Alea hanya mampu terdiam karna tak bisa melawan keputusan Darren, ia sangat heran..mengapa Darren sangat terpengaruh dengan Luke dan mudah terpengaruh,,...Alea menjadi sangat kesal...
*****************
Hari-hari berikutnya,
Luke semakin mengambil perhatian Alana, dan membuatnya semakin dekat dengannya, Alea berusaha menjaga jarak dengan tidak mendekati Luke dalam jarak 5 meter, ia sungguh kesal melihat pria munafik itu yang dengan mudah mengambil hati semua orang.....
''Aku tak tahan lagi Darren, bisakah kau tegas....Luke sudah terlalu lama disini..''ucap Alea ketika ia menyuapi Darren makan..
''Sayang...dia juga saudara kita, dia berada disini dan mengisi kekosongan anak-anakku...aku sama sekali tidak curiga...''
''Darren....''
Darren meraih jemari Alea dan menggenggamnya....
''Aku telah menemukan penjagamu Alea...dia akan tiba sebentar lagi.....''
Alea mengerutkan kening,..........
''Siapa......''
''Dia akan tiba sebentar lagi....''
Alea hanya mengangguk ia merasa sedikit tenang......mendengar ucapan Darren...
Alea hanya menganggukan kepalanya,
''Baiklah.....aku akan menunggu.....bagaimana tubuhmu Darren...apakah kau baik-baik saja.......''
''Ya Alea...aku lebih baik...''ucap Darren dengan sinar mata yang berbinar...
**********
Alea keluar dari lift ketika mendengar bunyi mesin mobil...sementara langkahnya terhenti melihat Luke sedang bermain bersama Alana....
Alea melirik sinis, lalu melangkah ke arah pintu dan membukanya...
Alea membeku melihat siapa yang datang...
''Kenan.....'' jerit Alea melompat ke dalam pelukan Kenan....
''Apa kabar sayangku..'' ucap Kenan mengangkat tubuh Alea ke dalam pelukannya...
__ADS_1
Luke disana berdiri dengan tatapan tajam.....
Deg!!!!!!