Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Kemesraan Terakhir Untuk Darius


__ADS_3

Tiara duduk di depan cermin sembari menyembunyikan pecahan kaca yang ia sembunyikan dari Darius...sudah hampir sebulan dan ia terkurung di ruangan dingin ini tanpa sedikitpun cahaya yang masuk selain cahaya lampu, Darius selalu datang dan memintanya melayaninya lalu pergi begitu saja dan Tiara sudah muak...


Suara langkah datang dari tangga, dan pintu yang terbuka membuat Tiara menjadi lebih waspada. meletakan kembali pecahan cermin itu di laci meja dan menatap ke arah pintu,..dan benar saja Darius muncul disana dengan senyuman yang merekah di bibirnya...ia terlihat menatap Tiara dengan mata berbinar-binar....


''Tiara.....''


''Ada apa lagi....''


''Aku ingin mengatakan kepadamu bahwa.....aku akan melepaskanmu sayang,....''


Wajah Tira menjadi cerah seketika....


''Melepaskan aku...''


''Yah....putraku dan menantuku akan kembali dalam waktu 2 jam jadi kau punya waktu untuk pergi....''


Tiara bangkit dari tempat duduk dan menghambur menghampiri Darius, mendekapnya dengan begitu erat hingga Darius menjadi bingung sendiri dengan hatinya...apakah sebenarnya dia sudah jatuh cinta kepada Tiara...? tidak mungkin bukan..? cinta terakhir Darius adalah Paula yang akhirnya memilih cintanya bersama Robert. namun mengapa Darius merasakan getaran itu..di hatinya..??


mengapa.....?


Darius melepapaskan pelukannya dan menatap Tiara dengan tajam...


''Maafkan aku karna selama ini aku memperlakukanmu dengan kasar Tiara aku...sungguh menyesal...''


Tiara mengerutkan kening.....


''Darius.....''


''Kau bebas sekarang, kau bisa menemui kekasihmu dan berhenti mengganggu Darren dan Alea...aku tidak akan tinggal diam....''


Tiara mengangguk lalu duduk di pangkuan Darius seraya mengalungkan lengannya di leher Darius dan menatap wajah Darius yang tampak tegang....


Jemari lentiknya bergerak turun dan menyentuh dari kelopak mata Darius, lalu menuju hidung dan juga bibirnya, bergerak terus menyentuh leher kekar Darius yang masih padat di usianya..


Tiara menaikan sudut bibirnya, jemarinya turun lagi dan membuka kemeja Darius hingga mata mereka bertemu...


''Tiara.......''


''Aku hanya ingin memberimu perpisahan yang indah Darius...''


Darius mengggelengkan kepala....

__ADS_1


''Jangan merayuku Tiara....pergilah, jika aku masih membebaskanmu....''


Tiara sama sekali tidak perduli perkataan Darius, di banding pergi..gadis itu malah mendekatkan wajahnya....melum** bibir Darius dengan sangat lembut dan juga hati-hati..hingga pria itu mengerang ketika gairahnya seketika bangkit tak terkendali...


''Darius.....sentuh aku....sayang...'' bisik Tiara sembari menanggalkan pakaiannya meninggalkan bra dengan motif bunga yang manis....


Darius memejamkan matanya berusaha menepis godaan itu darinya...dan mendorong tubuh Aira menjauh....


''Darius....mengapa...''


''Pergilah..jangan menggodaku lagi...kita sudah selesai jadi,...aku benar-benar membebaskanmu sekarang...''


Deg!!!!!!


Tiara sedikit bingung namun ia tak bisa menepis rasa kecewanya karna Darius menolaknya di akhir...dan itu membuatnya tertantang ingin menaklukan pria matang ini walau untuk yang terakhir..


Tiara tak putus asa...ia berdiri di hadapan Darius dan mulai melepaskan satu persatu penutup tubuhnya hingga menjadi polos dan menatap mata Darius yang mulai berkabut...


''Sudah kubilang jika aku yang menginginkanmu sekarang Darius....''


Tiara lalu mendekat dengan posisi berdiri, mengangkat kedua jemari Darius untuk menyentuh pa yu da ra nya yang begitu kenyal dan menuntun tangan Darius untuk meremasnya dengan lembut...


''Aoa kau benar-benar rela menyerahkan dirimu kepadaku saat ini Tiara...''


''Yah...bukankah ini yang terakhir,..anggap saja ini adalah salam perpisahan kita.''


Darius tersenyum...menuntun tangan Tiara menyentuh kejant*nannya yang sudah mengeras...nafasnya mulai tidak tertaur..


''Tiara kau lihat ini bukan,...tubuhku sangat bergairah ketika bersamamu sayangku...''


Tiara menangkap kej*ntanan itu dan mengusapnya lembut sembari membiarkan bibir Darius menyesap bibirnya dengan kasar, dan penuh na*su, sementara gerakan tangan Tiara semakin cepat di milik Darius hingga pria itu mengerang...melepaskan ciuman bibirnya dan berpindah di kedua pa yu da ra Tiara yang menggantung seolah menunggu bibirnya untuk singgah...


Darius membenamkan wajahnya di kedua pa yu da ra besar Tiara yang menjadi tempat favoritnya, lidahnya mulai menari-nari di p*ting pa yu da ra Tiara dan meninggalkan jejak basah dan panas disana...mulutnya mulai mengh*sap dan menggoda p*ting pa yu da ra Tiara yang gemas, mencecap dan memberi jejak kemerahan di sekita bukit kembar Tiara yang membuat erangan nikmat lolos dari bibir Tiara yang merah menggoda..


''Oh...Darius....''


''Aku akan merindukanmu sayang, aku akan membuatmu menyadari bahwa akulah yang bisa memuaskanmu sayang....'' desah Darius kembali mengul** p*ting pa yu da ra Tiara berganti-ganti hingga wanita itu benar-benar terbakar, tubuhnya pasrah membiarkan Darius menikmatinya dengan searakan...


Hampir di seluruh tubuhnya terdapat jejak ciuman Darius yang kasar dan menggairakan..hingga, Tiara mulai mendorong tubuh Darius jatuh ke ranjang dan membiarkan tangan Darius menggapai pa yu da ranya dan meremasnya dengan gemas...sementara itu Tiara kembali menggoda tubuh bawah Darius yang sudah mengeras bagai batu..ia menunduk dan melum** bukti gairah Darius dengan sangat lembut namun sanggup membuat Darius terbakar...


''Tiara....ow...hentikan...''

__ADS_1


''Kau juga harus mengingat bahwa hanya Tiara yang mampu mempuaskanmu...


Usai berkata, Tiara kembali menggoda kej*ntanan Darius dengan bibir tebalnya dan menyed*nya hingga pria itu menggertakan gigi...


Lama..


Kedua anak manusia itu saling bercumbu dan melampiaskan hasratnya untuk yang terakhir karna setelah ini..Tiara akan meninggalkan Darius dan menyambut hidupnya yang sempat hilang selama sebulan...


Darius bergerak memasuki Tiara dengan gerakan yang sedikit cepat dan membuat tubuhn keduanya bergetar ketika kenikmatan itu menghempas tubuhnya dalam gelombang kepuasan yang tak berujung....


********************************************


Alea sedang mengeringkan rambutnya sambil membalas pesan dari kakaknya Aiden, sementara itu Darren kembali dari ruang kerjanya seteah menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda..


Darren mendekati Alea dan mulai menciumi lehernya, tanda ia sedang bergairah..sementara jemari Alea masih sibuk membalas pesan Aiden...


Tangan Darren sudah bergerak masuk ke balik gaun tidur tipis milik Alea dan mulai memainkan pa yu da ra Alea dengan tangan..


''Darren,..sebentar dulu...aku masih membalas pesan kak Aiden...''


Darren mulai gusar, sementara na*sunya tak bisa menunggu, Darren merebut ponsel Alea dan membuat wanita muda itu menoleh...


''Darren....''


''Inio sudah jam 11 malam dan kalian berdua tidak berhenti saling mengirim pesan, apakah kakakmu tidak punya pekerjaan lain Alea....''


''Dia kakakku Darren..'' sambung Alea tersinggung..


''Lalu bagimu aku apa Alea...aku suamimu...dan aku membutuhkanmu sekarang...''


Alea akhirnya membeku...melihat wajah Darren yang merah padam sontak membuatnya takut lagi....


''Darren....baiklah...aku tidak akan membalasnya...'' ucap Alea mengalah...


Namun Darren yang terlanjur marah kemudian membuang ponsel milik Alea ke lantai dan...


Pranggg!!!! ponsel itu hancur berantakan......


Alea melebarkan mataya dengan sedih...matanya berkaca-kaca seketika....


''Darren....''

__ADS_1


__ADS_2