
Darren bangkit dari tempat duduknya dan melangkah mendekati Luke yang terlihat berdiri menatap Darren dan memandang orangtua Darren..
''Darren..aku....''
Darren tak sanggup membendung kemarahannya ketika melihat Luke..ingatan tentang Sarah sang adik sungguh membekas di dada Darren hingga sekuat tenaga ia menghantam wajah Luke hingga tubuh Luke terdorong ke belakang dan bibirnya pecah...
Hening,....
Kenan mencoba bersabar,....karna memang adiknya juga bersalah dalam hal ini, dan tak punya pilihan lain selain diam..
Alea bangkit dan menghampiri Darren, dan melerainya mencoba menahan emosi suaminya..
''Darren...sudah, mengapa kau tidak bisa menahan diri....''
Darren sungguh marah sampai menggertakan giginya...
''Kau benar-benar bajingan...mengapa kau berani menunjukan wajahmu....Sarah adikku, dia bahkan cacat...dia mencintaimu dan kau malah mempermalukan dirinya..kau menolaknya dengan kejam...walau cctv itu menunjukan kau tidak membunuhnya namun kau penyebab dia memilih jalan bunuh diri....dan kau pikir aku akan memaafkan dirimu...''
__ADS_1
Hening...
Luke tertawa dengan kesal ia menatap mata Darren dengan tajam...
''Baiklah aku mengakui aku bersalah Darren tapi aku ingin bertanya kepadamu dan tuan Darius dan juga Erland..aku...hidup mendampingi Sarah selama 3 tahun.....aku tidak pernah menghianatinya padahal aku bisa melakukannya....aku menahan hasratku selama bertahun-tahun dan tidak pernah mendapatkan sentuhan lembut seorang wanita padahal aku pria normal. sampai aku bertemu Alea dan aku menginginkannya...
Mata Luke menjadi panas karna ia sangat menyesal....
Aku tau benar dosa masa laluku adalah yang paling buruk di antara kalian...aku seorang pendosa yang paling keji...dan perlu kau ingat satu-satunya alasanku menerima hukuman atas pembunuhan Sarah padahal aku tidak melakukannya karna aku....menyesal...aku sungguh menyesal karna tak bisa membalas cinta Sarah, aku menyesal karna aku tak jujur dengan perasaanku sendiri,...bahwa aku tidak bisa menjadi suami sempurnanya...aku menyesal mengapa aku tak bisa mencegahnya melakukan bunuh diri itu....dan sejak itu hidupku tak pernah lagi mudah,....''
Airmata Alea menetes,....ia menatap sosok Luke yang benar-benar menyesal dan terlihat sama-sama hancur...sedangkan Darius hanya mampu menghela nafas...dia dan Erland menghadapi dilema, namun Darrenlah yang paling tidak terima...
Hening....
''Darren...jangan begitu, aku tau kau marah pada Luke...tapi setidaknya jangan bicara seperti itu...kita adalah keluarga sekarang,....''
Darren menoleh pada Alea dengan tatapan marah...
__ADS_1
''Kau bisa bicara seperti itu karna bukan adikmu yang mati Alea....kau bisa bicara seperti itu karna bukan keluargamu....tapi aku tidak,.....Sarah adalah adikku yang cacat dan tak berdaya,...dan pria ini sudah menyebabkan adiku meninggal..''
Kali ini Kenan mendekat...
''Adikku bukan pembunuhnya Darren......bicara soal kesalahan kita berdua juga pernah berada di posisi seperti ini..apakah kau sudah melupakannya....? aku tidak mengatakan ini untuk membenarkan adikku tapi....aku ingin ingatkan padamu bahwa kita semua adalah para pendosa yang baru saja menemukan pencerahan dalam hidup....kau dan aku pernah ada dalam posisi itu Darren..'' ucap Kenan dengan pandangan marah,....
Hening....
Darius bangkit dan mendekati mereka berdua,....
''Waktu yang akan menyembuhkan luka Darren, biar bagaimanapun Sarah yang memilih jalan seperti ini...dan sepenuhnya bukan salah Luke...''
Darren sungguh kecewa ketika hampir seluruh keluarganya membela Luke...
''Walau kalian semua membelanya namun aku...tidak akan pernah memaafkanmu Luke...ingat itu..'' ucap Darren melangkah keluar dari ruang makan dengan gertakan giigi...
Alea memijit pelipisnya...sementara Kenan dan Luke juga Darius dan Erland tak mampu mengatakan apapun...
__ADS_1
''Hoh...aku akan menjadi gila...''ucap Alea memejamkan matanya..ia jadi bingung sendiri...