Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Mengendalikan Keadaan


__ADS_3

Kenan meninggalkan ruang tamu yang mendadak hening...meninggalkan Genka bersama dengan para pelayan barunya sekaligus teman-temannya...ia lalu tersenyum...dan menatap mereka dengan senyuman ramah..


''Aku ingin kalian semua berkerja seperti kita bekerja dirumah ibu kita dimana kehangatan, kekeluargaan itu di bina...aku tak ingin mendengar ada kekerasan antar pelayan....aku ingin kita semua disini saling menjaga...nekerja dengan hatimu dan kau akan mendapat semuanya sesuai dengan perbuatamnmu..'


Semua pelayan yang hadir langsung tgersenyum dan saling menatap...mereka tersenyum...


''Kami akan mengabdi pada tuan Kenan dan nyonya Genka dengan segenap hati..;'


Genka tersenyum...


''Bagus sekali...aku senang...sekarang bagaimana jika kalian kembali bekerja...'' ucap Genka dengan mata berbinar..


''Baik nyonya...''


Genka lalu melangkah meninggalkan ruang tamu namun Lisa mengikutinya...


''Nyonya Genka....''


''Yah......Lisa..''


Lisa menundukan kepala....


''Terimakasih atas segalanya....aku akan mengabdi dan selalu melindungimu nyonya Genka...''


Genka tersenyum....dan menyentuh bahu Lisa....


''Kau adalah sahabatku Lisa..kita seumuran..terimakasih kau menolongku sewaktu kita berada di peternakan kemarin..


Mata Lisa berkaca-kaca ia menundukan kepalanya....


''Aku melakukannya tanpa meminta imbalan...''


''Aku tau...dan aku yakin hatimu sangat lembut...kau sepertiku Lisa...dan aku menghargainya...''

__ADS_1


Lisa menundkan kepala dengan hormat ketika Genka melangkah menuju lift, ia bahkan masih menundukan kepala...Lisa sungguh masih tak percaya ia menjadi kepala pelayan dirumah besar ini...padahal dia hanyalah pelayan rendahan sebelumnya...Lisa tak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang di berikan nyonya genka kepadanya...


''Nyonya Lisa...kami telah selesai memasak, bisakah nyonya melihat hasil kerja kami..'' seru seorang pelayan dapur kepadanya...


Lisa tersenyum...lalu menganggukan kepalanya...


''Aku akan melihatnya sekarang....''ucap Lisa dengan senyuman bahagia..


**********


Genka membuka pintu kamar dan tersenyum sambil mengibaskan rambutnya ia melangkah pelan mendekati Kenan yang sedang duduk di hadapan labtopnya sedang serius...


Genka mengerutkan kening...biasanya Kenan akan melihatnya..mengapa tidak menyadari kehadirannya..??


Genka mendekat dan menyentuh bahu Kenan namun entah karna Kenan terlalu serius atau dia sengaja...


Genka membeku sebentar...lalu memutuskan lebih dahulu merayu Kenan.,...bukankah dia tadi menginginkan Genka..??


Genka memeluk Kenan dari belakang dan memberi kecupan seringan bulu namun pria itu seperti patung saja..hingga Genka menjadi gerah..


Kenan mengangkat wajahnya dan sedikit terkejut melihat Genka berdiri dengan wajah yang cemberut..


''Sayang.....kemarilah...'' pinta Kenan mengulurkan tangan...


''Tidak mau....'' ucap Genka kesal...


Wanita itu pergi dari hadapan Kenan, hingga pria itu mengusap wajahnya dengan senyuman...lalu bangkit dari sana dan mendekati Genka memeluknya dari belakang meski ada sedikit penolakan...


Kenan mengecup pundak Genka..


''Aku sedang memikirkan lokasi berlibur kita...dan aku benar-benar tidak menyadari jika kau masuk..''


Genka membalikan tubuhnya dan membiarkan Kenan memeluknya..ia pun tersenyum...

__ADS_1


''Berlibur...bagaimana kalau kita mengajak kak Alea....''


Kenan memejamkan matanya...Genka mulai terikat dengan Alea...itu bagus dan Kenan bahagia....


''Baik...tapi kita harus mencocokan dengan liburan sekolah Alan dan Alana..''


''Yah...itu benar...dan itu masih lama...''


Kenan mengangguk..


''Hey....istriku ini...apakah kau sudah berhasil mengendalikan seisi rumah ini....tugasmu sudah selesai..''


''Yah...mereka sayang padaku...dan tugasku sudah selesai..'' jawab Genka tersenyum...


Kenan mendekatkan wajahnya....


''Itu artinya kau harus melaksanakan kewajibanmu yang tadi tertunda..''


''Apa itu..''


''Memuaskan suamimu...'' bisik Kenan dengan mata berbinar...


Genka hanya tertawa dengan lebar...dan merasa malu...


''Baiklah tapi hati-hati yah..''


''Tentu sayang...''


************************


Sebuah mobil berhenti di depan rumah milik Kenan Renov....


Seseorang dari dalam mobil menatap ke arah gerbang dengan tajam...

__ADS_1


''Kenan.................''


__ADS_2