
Liam membeku melihat tatapan Delvaro yang tajam...sesaat ia melirik kepada Nasya yang juga tertunduk malu pria itu mendekati mereka dengan tatapan membunuh...
''Cepat ganti pakaian Kalian karna aku ingin bicara......sekarang...'' ucap Delvaro dengan nada penuh penekanan...
Delvaro keluar dari kamar mereka dengan senyuman yang tergambar jelas di wajahnya..
Sementara Liam menatap tajam ke arah Nasya...
''Siapa namamu....''
Gadis itu mengangkat wajahnya.....ia mengigit bibir tipisnya....
''Aku... Nasya.... namaku Nasya..''ulangnya dengan gugup..
Liam mengepalkan tangannya dan mendekati Nasya....
''Aku akan menyelidikimu Nasya....awas kau....''desis Liam mengancam...
Wajah Nasya begitu pucat sementara Liam melangkah ke kamar mandi dengan cepat dan membanting pintu dengan sangat kuat hingga Nasya gemetar...
Apakah paman sudah melakukan semuanya....?? Nasya tersenyum..sikap dingin Liam kepadanya membuat Nasya semakin jatuh cinta dan tak sabar ingin menikmati permainan sang paman....
__ADS_1
❤️❤️❤️
Liam duduk di hadapan Delvaro bersama dengan Nasya yang duduk di sampingnya...mereka berdua tertunduk di hadapan sang paman....
''Nasya..... mengapa kau sangat ceroboh....apa kau lupa dengan peringatan paman kepadamu kalau kamarmu sedang di tempati oleh tamu paman...lalu apa yang kau lakukan ini....''
Nasya menundukan kepalanya dalam-dalam, matanya menjadi basah... sementara Liam hanya melirik Nasya dan memperhatikan gadis itu bicara....
''Aaku minta maaf paman.....aku pulang dari mengerjakan tugasku..aku lelah dan lupa jika kamarku sudah di tempati orang lain....dan....semalam.....''
Liam menoleh......ia mencoba mengingat apakah dia menyentuh Nasya semalam namun berkali-kali ia mencoba mengingat namun ia tak bisa mengingat apapun...
''Aku tidak bisa mengingat apapun paman.....aku juga minta maaf kalau Nasya......''
''Nasya adalah keponakan ku satu-satunya...orangtuanya meninggal dan aku yang merawatnya.....''
Liam memejamkan matanya jadi dia telah merusak gadis yatim-piatu...? pria itu kembali menghela nafas....
Sementara Delvaro menatap ke arah Nasya yang menikmati wajah bahagia keponakannya..ia tau jika Nasya sudah jatuh cinta pada Liam... dan bukankah dia harus membantu Nasya mendapatkan apa yang dia inginkan...?
''Aku tak bisa menyalahkan dirimu Liam..kau tidak bersalah....tapi...mungkin aku akan membawa Nasya pergi jauh untuk menyembuhkan rasa traumanya...''
__ADS_1
Nasya mengangkat wajahnya dan menatap sang paman dengan airmata yang tertahan...ia berdiri seketika dan membuat kedua pria di depannya terkejut.....
''Aku juga tak butuh tanggung jawab apapun paman...... airmatanya menetes..jangan khawatir...mulai sekarang aku bisa mengurus diriku sendiri....''
Nasya melangkah begitu saja keluar dari ruangan sang paman dan membuat Delvaro begitu sedih dan Liam dipenuhi rasa bersalah...
Delvaro menatap Liam dengan kesedihan yang dalam.....
''Biarkan dia Liam....dia akan menyembuhkan sendiri lukanya..kau boleh pergi.....''ucap Delvaro dengan wajah yang sedih.
Delvaro melangkah meninggalkan Liam yang sudah di penuhi rasa bersalah.....pria itu menundukkan kepala...dia mencintai Alana mengapa malah tidur dengan Nasya.....??
Liam lalu keluar dari ruangan tuan Delvaro dengan cepat lalu melangkah keluar dari apartemen dan melihat Nasya melangkah menuju mobilnya dengan tergesa-gesa...
Apa yang akan dilakukan gadis itu....??
Nasya membuka pintu dengan cepat namun seketika itu juga lengannya tertahan ketika Liam menariknya dengan kuat...
Mereka saling bertatapan.....
''Kau mau kemana....''
__ADS_1
''Lepaskan aku pengecut...''jerit Nasya dengan mata yang menyipit tajam.....
Liam mengepalkan tangannya....