Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Selamat


__ADS_3

''Kau beruntung membawanya tepat waktu, terlambat sedikit saja maka janinnya tak akan selamat..''ucap sang dokter dengan tatapan tajam..


Kenan menghela nafas...ia mengusap wajahnya dengan kasar seolah baru saja melewati sebuah jurang yang dalam, terlalu mengerikan bahkan lebih mengerikan ketika ia sedang dalam situasi genting seperti kontak senjata, Kenan masih membayangkan bagaimana ketika ia menggendong tubuh Alea yang tidak sadar bahkan sudah dingin ke ruang IGD, itu pertama kali dalam hidupnya terlihat begitu panik, bahkan para petugas dan dokter di IGD mengira ia juga sakit, namun semua situasi genting itu telah berhasil di lewatinya,...


''Lalu..bagaimana dengan ibunya..'' tanya Kenan masih terlihat khawatir...


''Ibunya baik-baik saja....dia wanita yang kuat..''


Kenan mengangguk ketika senyum itu mulai terbit di wajahnya...hatinya benar-benar lega..


*******************************


Alea menatap nyalang kamar rumah sakit yang familiar, jemarinya terkepal dengan erat ketika ingatan terakirnya adalah dia pingsan di hadapan Kenan Renov...matanya menjadi panas, itu artinya Kenan pasti sedang mengawasinya...


Alea menjadi cemas....dan ditengah kecemasannya, pintu terbuka seorang petugas perawat masuk dan menyuntikan cairah ke dalam infusnya...Alea menghela nafas..


''Bisakah kau melepaskan infus ini sebentar, tanganku bengkak...''ucap Alea mengulurkan tangannya untuk menunjukan pada peeawat itu..


''Ya ampun, bagaimana bisa jarumnya bengkok, nyonya anda terlalu aktif..''ucap sang perawat begitu heran..


''Yah...maafkan aku...kau bisa melakukannya lagi pada sbelah tanganku..''ucap Alea lembut..


''Baiklah...aku akan memberi jeda nyonya Alea..setelah satu jam aku akan kembali dan memasang ulang infusnya...''


Alea mengangguk lega...


''Aku akan menunggu....'' balas Alea dengan sangat ramah...


Perawat itupun pergi...dan Alea mulai bergerak turun dari ranjang, ini saat yang tepat untuk melarikan diri karna Alea sungguh tak ingin bertemu dengan Kenan, selain ia membenci pria kejam itu...


Alea menyimpan ketakutan yang besar kalau Kenan akan menculiknya atau memaksakan kehendak kepadanya, ia masih mengingat perkataan sang dokter kalau Kenan mengincarnya karna menyukainya...


Mengapa Kenan mengejar seorang wanita yang sudah bersuami, selain dia tidak punya malu dia juga gila,..dan Alea tidak ingin bertemu kembali dengan kakak palsunya itu..


Alea sudah melangkah...


Namun, ia kembali naik dan berpura-pura tidur ketika sadar ada yang datang ke ruangannya...


Alea berpura-pura menutup matanya ketika sosok Kenan yang muncul, pria itu menatap Alea yang sedang berbaring dan menutup mata..ia menggeleng lucu, ia baru saja bertemu perawat di luar mengapa Alea langsung berpura-pura tidur..

__ADS_1


Pria bertubuh besar itu menarik kursi dan duduk dengan santai..


''Alea..bangunlah dan kita bicara, aku tau benar kau tidak tidur...''


Sial....gerutu Alea, dengan sangat terpaksa ia membuka mata..... dan langsung berhadapan dengan mata coklat milik Kenan..


Hening.......


Kenan berdehem sebelum bicara, ia bingung mengapa ia sangat gugup di hadapan Alea...


''Katakan...ayo cepat bicaralah...aku akan mendengarmu..'' seru Alea tajam..


Kenan mengangkat wajahnya...dan tersenyum dingin,


''Sudah kubilang sebelumnya bahwa kau tidak akan kulepaskan...''


Alea mengeraskan wajahnya...


''Aku belum pernah bertemu dengan orang yang tidak tau malu lebih darimu Kenan Renov, sebelum kau bicara begitu...apakah kau tidak bisa berpikir, kau sudah menipuku habis-habisan lalu sekarang kau bilang kau tidak melepaskan aku....kau gila..'' ucap Alea yang hanya di tanggapi tawa Kenan yang dingin...


Pria itu memajukan tubuhnya....


''Aku tidak merugikanmu Alea, malah aku memberimu kesempatan agar kau bisa merasakan arti punya kakak yang sebenarnya..''


''Lebih baik aku menerima kebenaran setidaknya hanya memberikan aku rasa sakit sekali, tapi apa yang kau lakukan Kenan,.....kau malah semakin memperdalam luka di hatiku...apa kau benar-benar manusia...'' jerit Alea dengan mata yang basah..


Kenan menatap dingin pada wajah Alea yang terlihat masih lemas...dan ia kembali menurunkan ego dan kemarahannya, Alea sedang hamil jadi....ia tak akan mengambil resiko untuk membiarkan wanita ini keguguran...


''Alea...baiklah.,..aku minta maaf karna telah membohongimu tentang Aiden, tapi percayalah aku hanya ingin membuatmu tersenyum...


Alea memutuskan ya...ia akan memaafkan pria ini sekaligus tak ingin terlibat apapun dengannya lagi...dan berjanji mereka tidak akan bertemu lagi...


''Ya tentu saja...aku memaafkanmu tapi dengan satu sarat..''


Kenan kini bangkit dari tempat duduknya dan mendekati ranjang tempat Alea berbaring dengan menaikinya...


''Kenan....aku akan berteriak..apa yang kau lakukan....'' wajah Alea pucat pasi..


''Apakah syaratmu adalah memintaku melepaskanmu...kalau ya..maka itu tak akan terjadi Alea....kau harus jadi milikku entah kau suka atau tidak...'' desis Kenan mendekatkan wajahnya..

__ADS_1


Deg!!!!


Alea begitu terkejut mendengar perkataan lancang Kenan kepadanya,...bagaimana bisa ada pria se bejat ini, bagaimana mungkin dia pernah percaya kalau Kenan adalah Aiden kakaknya yang lembut, dia sudah gila kemarin, hal tergila dalam hidupnya adalah percaya kepada Kenan...


''Menyingkir jauh dariku Kenan atau siapapun dirimu sebenarnya....aku peringatkan kepadamu, aku adalah seorang istri..aku punya suamiku yang mencintaiku....aku........''


Kata-kata Alea menguap begitu saja, ketika bibir Kenan menyambar bibirnya dan melum**nya dengan rakus..


Posisi Alea yang berada di bawah tubuh besar Kenan membuatnya tak bisa melepaskan diri... Kenan menerjangnya secepat kilat....Alea meronta, berusaha melepaskan ciuman panas yang mempermalukannya saat itu...


Alea meronta, ia menggelengkan kepalanya, menghindar dengan membabi buta hingga bibir Kenan menempel di rahangnya,


Kenan menggertakan giginya ketika ciumannya terlepas dengan dramatis, tak ingin kalah pria itu kemudian mencengkram kedua tangan Alea ke sisi kanan dan kiri, sekaligus mengunci pergerakan wanita muda itu dan kembali menaklukannya dalam ciuaman panas..


Airmata Alea menetes di wajahnya, bagaimana mungkin seorang yang bukan suaminya menciumnya dengan penuh nafs*...


Kenan seperti tersadar ketika mendengar isakan dari Alea, hingga memandamkan gairahnya dengan cepat...


Kenan melepaskan Alea dan bergerak menjauh.........


Alea begitu hancur menerima semua yang di lakukan Kenan kepadanya...


''Alea..........''


''Pergi............aku bilang pergi....'' jerit Alea dengan suara yang lantang..


Kenan menghela nafas...ia mengepalkan tangannya dengan sangat kuat...


''Kau adalah milikku Alea...'' teriak Kenan dengan ketegasan yang sempurna di wajahnya...


Deg!!!!


Alea mengangkat wajahnya ia menatap Kenan dengan tajam...sisa airmatanya bahkan masih menetes di wajahnya...


''Apa maksudmu...Kenan....'' suara Alea menjadi gemetar...


Kenan mendekat dengan senyuman tajamnya, lalu mengeluarkan sebuah bukti yang membuat Alea begitu tak berdaya saat itu juga,....


Airmatanya menetes dengan begitu hancur...

__ADS_1


Sementara bagi Kenan, ia tak pernah seyakin ini sebelumnya...


*************


__ADS_2