
Alana akhirnya mengakui segalanya bahwa mereka sudah tidur bersama....
''Aku sungguh malu tapi apa yang dikatakan Delvaro adalah benar...aku minta maaf karna aku telah melukai hati kalian semua...''
Hening......
Darren dan Alea saling menatap, sedikit terkejut namun mereka tak bisa marah lagi, karna Delvaro adalah keturunan Arkana dan Rule...yang berteman baik dengan ayah Darius...hal terbaik yang harus di lakukan adalah menikahkan mereka secepatnya..
''Tapi,....meski kami telah melakukannnya kita tak perlu menikah dalam waktu dekat bukan..kita bertunangan saja...aku pikir...''
''Apa maksudmu....kau hanya ingin bermain-main begitu...'' ucap Delvaro meraih Alana dan menatapnya tajam...
''Aku masih sangat muda...dan menikah..aku belum siap kita belum cukup untuk......''
Darren mengepalkan tangannya, ia tak akan pernah mengijinkan keluarganya malu, pria itu menatap Alana dengan tajam...
''Pertunangan di batalkan karna kita akan mulai mempersiapkan pernikahan..''ucap Darren dengan tegas...
Semua mengangguk setuju,....
''Daddy tidak....mengapa Daddy melakukan itu...Daddy.......''
''Delvaro...bawa Alana keluar karna kami orangtua akan bicara...''ucap Darren tegas..
Senyum tergambar jelas di wajah Delvaro...pria itu menganggukan kepalanya..
Delvaro segera membawa Alana keluar dari ruangan menuju taman, dan hal itu membuat Alana kesal setengah mati..ia tidak ingin menikah secepat ini, Alana sungguh tak menyangka jika Delvaro terlalu licik...
''Lpeaskan aku...'' Alana menghempaskan pegangan Delvaro kepadanya...
Pria itu tersenyum dan melepaskan pegangannya.,..keduanya sedang berada di taman...
''Aku tak menyangka kau selicik ini Delvaro..mata Alana berkaca-kaca...aku tak ingin menikah...'' jeritnya keras...
''Tapi aku ingin menikah denganmu...aku tak perduli kau siap atau tidak...setelah apa yang terjadi aku tak akan membiarkan kau lepas dariku...''
''Bajingan,....kau pikir dirimu hebat yah...kau tidak bisa membuatku jatuh cinta kepadamu, aku sangat membencimu...''
''Yah....bencilah aku sepuasnya Alana,...aku tidak perduli apapun...kau akan menjadi istri dari Delvaro Rule..dan setelah menikah kau akan ikut ke negaraku kau dengar itu...''
Wajah Alana menjadi pucat...ia menggeleng takut, negara Delvaro membuatnya merasakan trauma....ia sungguh tak ingin pergi....ia tak ingin meninggalkan keluarganya...Alana sunggu tak sanggup jauh darinya...
''Aku akan memohon untuk membatalkan pernikahan...''
Alana berbalik dan melangkah menuju rumah besar namun sekali lagi tangannuya di cekal..wajah Delvaro mengeras...
''Jangan coba-coba Alana..kau tidak bisa menghindar lagi dariku kau tidak bisa...''
''Bisa...aku bisa karna hidupku adalah milikku...''
''Tidak...hidupmu adalah milikku....aku tidak akan pernah mengijinkan siapapun untuk menghancrukan rencanaku termasuk kau...''
''Brengsek...'' airmata Alana menggenang...
Alana berlari meninggalkan Delvaro menuju mobilnya....dan Delvaro mengikutinya,...masuk lebih dahulu ke dalam mobil dan pergi dari sana...
__ADS_1
***********
Alana memejamkan matanya...ia sungguh tak bisa menerima pernikahan ini begitu saja...namun ia tidak bisa lepas, dan itu semua membuat Alana frustasi...
''Apa alasan terbesarmu menikahiku Delvaro...aku yakin kau tidak jatuh cinta kepadaku...''ucap Alana di salam mobil..
''Aku menyukaimu...apakah itu tidak cukup...''
''Menyukai apa...jangan membohongiku Delvaro....'' jerit Alana keras..
Delvaro menoleh..
''Baiklah....aku ingin kau mendampingiku membalas Rafael..''
''Rafael...dia adikmu dan mantan kekasihku..''
''Yah.....''
''Apa salahnya, betapa mengerikannya persaudaraan kalian..'' ucap Alana bersedekap..
''Dia merebut tunanganku Letisia,..dia tidur dengannya dan membuatku kecewa..''
Deg!!!
Alana menoleh dan membeku...airmatanya menetes..
''Lalu kau membalasnya dengan menghancurkan aku begitu...''
''Yah...aku orang yang jujur Alana...sudah kubilang kalau aku juga menyukaimu...''
''Tapi aku tidak....bagaimana kalau kita mengikat ini dalam sebuah perjanjian..''
Delvaro menoleh...
Alana menatap jalanan di depannya...ia menghela nafas...
''Kau tidak rugi Delvaro...lagipula kita memang tidak saling mencintai....''
Wajah Delvaro mengeras...
''Katakan.....''
''Bagaimana kalau aku mendampingimu membalas dendam..aku akan menjadi istri yang paling baik di mata keluargamu, menjadi menantu keluarga Rule yang sempurna...aku tidak akan mengacau dan akan mengeluarkan versi terbaik dariku dan akan membuat kaluargamu bangga padaku.....''
Delvaro tertawa mendengar ucapan Alana..
''Apakah harganya mahal untuk di bayar Alana...aku sangat ragu...''
''Setelah Rafael tersakiti...dan hatimu menjadi puas...maka ceraikan aku...bagaimana...''
Deg!!!!
Delvaro menoleh....dan akhirnya mengangguk tanpa ragu.....
''Bagaiamana dengan percintaan kita kau adalah istriku...''
__ADS_1
Alana menghela nafas...
''Aku akan memberi jadwal untuk kau bisa menyentuhku Delvaro dan kau harus memakai pengaman...aku tidak mau hamil anakmu..''ucap Alana tegas..
Delvaro hanya diam dan akhirnya setuju...ia menoleh menatap keseluruhan Alana yang sempurna...
''Baiklah....aku tidak rugi Alana Rule,...'' desah Delvaro menyerah...
''Ayo kita pulang,....aku akan bersikap baik pada keluargaku dan keluargamu Delvaro...''
Delvaro mengangguk lalu memutar mobilnya dan kembali ke mansion keluarga Darren Hugo sementara, mereka kembali diam sepanjang jalan..masing-masing dengan pikirannya sendiri..Alana merasa ini gila namun ia tidak mencintai Delvaro...jadi ini adalah jalan terakhir yang di pilih Alana..
Mobil memasuki gerbang dan mendekati halaman rumah besar itu..namun sebuah mobil masuk dan berhenti di sisi mobil Alana dan Delvaro...
Keduanya saling menatap...
''Liam...'' desah Alana terkejut..
Sementara Delvaro meremas stir mobilnya, pria muda ini mengapa sangat terobsesi pada Alana...? mengapa dia tidak mencari gadis seusianya bahkan ada Nasya di sisihnya..
Sialan...
Delvaro harus menahan diri karna ini dirumah Alana, ia tak mau di cap buruk oleh keluarga besar Hugo...
Liam melompat turun dari mobil dan menghampiri mobil Alana..mengetuk kaca mobil dan meminta gadis itu keluar..
''Alana...aku akan mengurus Liam...''
''Tidak Delvaro...aku akan menjelaskan sendiri kepadanya...''ucap Alana dengan tajam,..
Delvaro menganggukan kepalanya..
Alana keluar dari mobil dan menatap Liam yang sedang menatapnya tajam,....dia kembali dari proyek setelah Kanaya mengirim pesan padanya tentang rencana pernikahan ini..dan Liam sungguh tidak terima..bagaimana mungkin Alana menikahi mafia ini..tidak Liam tak akan membiarkannya..
''Alana...katakan ini semua tidak benar..katakan...''
Alana menatap Liam dengan mata berkaca-laca..ia tau betapa selama ini Liam selalu ada untuknya,...Liam selalu menolongnya,...Liam selalu melindungi dan memujanya...Alana tau perasaan Liam...
''Liam...aku mohon maafkan aku...''
''Tidak....kau tau aku tak akan membiarkannya...''
Saat itu juga Delvaro keluar dari mobil dan menatap Liam dengan tajam...
''Astaga....kau hanyalah anak kecil Liam, kau tidak akan bisa mendapatkan Alana...bukankah kau terlalu memaksakan dirimu...''
''Bajingan...aku akan mengatakan pada keluarga kami bahwa,...kau hanyalah seorang penipu..''
Liam akan melangkah namun...Alana meraih lengannya...
''Liam tidak.....aku mohon...pernikahan sudah di tetapkan...kau tidak bisa merubah apapun...''ucap Alana dengan nada pasrah...
Liam menggertakan giginya meraih bahu Alana dengan tatapan hancur...
''Aku tidak perduli Alana....aku tak akan membiarkan kau menikah dengannya..'' desis Liam tak takut..
__ADS_1
Liam melangkah meninggalkan Alana yang memejamkan matanya....
Bagaimana ini...??