Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Darren Terlalu Pintar


__ADS_3

Darren menatap pintu kamar Alea yang sudah tertutup itu kerutan di dahinya, ia lalu mengusap wajahnya dan mata yang terpejam..hari sudah tengah malam dan Darren melangkah menaiki tangga, sayup-sayup ia mendengar tangisan dari luar yang membuat hatinya nyeri...


Darren menyandarkan tubuhnya di pintu yang tertutup...ia tau kalau Alea masih belum tidur dan masih menangis....Darren sungguh menyesal melakukan ide gila yang membuat Alea sangat marah kepadanya,...walau ia bahagia...Alea tetap setia kepadanya..meski ada Luke yang tampan dan menggoda Alea terus menerus...namun istrinya tetap setia kepadanya...sungguh Darren merasa lega luar biasa...


''Alea.......'' suara Darren menjadi serak,...


Suara tangisan itu tiba-tiba berhenti sehingga Darren hanya mendesah...


''Aku tau jika kau belum tidur...aku hanya ingin mengatakan kepadamu kalau aku minta maaf Alea....aku tau walau dengan seribu kata maaf, tak akan menghapus rasa sakitmu..aku sungguh menyesal....aku hanya berpikir bagaimana menghukum Luke yang sudah berani membunuh adikku Sarah,....aku telah berhasil mengumpulkan semua bukti namun...apa arti semua jika aku mengecewakanmu istriku...aku sungguh minta maaf Alea...tolong jangan berpikir untuk pergi dariku aku akan kehilangan hidupku jika itu terjadi....aku minta maaf Alea....''


Hening lagi....


Darren tersenyum sedih,menyadari ia sudah sangat kejam dengan membuat Alea terluka dan ia hanya memohon maaf.


Darren duduk di depan pintu dan menyadarkan tubuhnya....sementara hari semakin dingin, ia kembali memejamkan matanya anggaplah ini sebagai hukumannya....Darren tetap bertahan...


Sementara Alea menatap ke arah pintu yang tertutup sambil menghapus airmatanya ia tak bergerak dari ranjang, ia sungguh masih sangat marah jadi ia tak bisa memaafkan Darren begitu saja meski ia telah melempar tubuh Mereka dengan bola tenis yang keras...namun Alea belum puas....dan belum bisa memaafkan mereka berdua terutama Darren..


Alea lalu berbaring di ranjang dan memejamkan matanya,ia mencoba tertidur dan mengabaikan teriakan Darren dari luar.....toh..selama ini dialah yang menangis dalam jangka waktu yang lama...saatnya Darren merasakan bagaimana menjadi dirinya..


*******


Alea menatap kesal makanan lunak yang di belinya di pusat perbelanjaan kemarin, dengan penuh cinta dia memilihkan oatmel, dan beberapa bubur instan yang lunak, ada juga beberapa jenis roti yang memiliki tekstur halus dan gampang memuai jika hanya mengihisapnya...


''Nyonya Alea...apa yang harus kita lakukan dengan semua ini...tuan sudah menunggu waktu untuk sarapan..'' ucap salah satu pelayan menunduk hormat..


Alea terdiam sebentar lalu menatap pelayannya...


''Hidangkan sarapan ini, bawa ke meja makan sekarang....''titah Alea tegas..


Pelayan hanya mampu terdiam, yang benar saja...tuan akan marah jika harus makan ini semua....sang pelayan menggaruk kepalanya yang tidak gatal...


Pagi itu Darren dan Kenan membeku di depan meja makan, ada sederet makanan lunak instan yang di siapkan Alea hingga mereka ingin munt*h hanya dengan melihatnya...


''Darren aku akan mencari makan di luar...karna dia adalah istrimu maka kau harus memakannya, lagi pula ini idemu bukan, aku akan munt*h jika memaksakan diri makan....''ucap Kenan..


Namun baru saja ia ingin melangkah,..pria itu membeku melihat Alea masuk dan menatap tajam kepada mereka...

__ADS_1


''Ehm...apakah kau tiddak menyukainya Kenan...''


''Alea.....''


Kalian berdua tak tau perjuanganku untuk meneliti setiap produk makanan untuk orang yang bahkan tidak bisa mengunyah,....'' Alea bersedekap..


Darren berdehem dan menarik Kenan duduk kembali...


''Sayang....ini enak....sekali-sekali kita harus merasakan makanan ini Kenan...''


''Tentu saja...bukankah kemarin kau berakting tak bisa mengunyah makanan keras..maka aku ingin kalian berdua makan sebagai hukumannya...''


Kenan menghela nafas...


''Alea apakah kau tidak terlalu kejam..''


''Tidak....kalau aku kejam mungkin aku akan menaruh racun di makanan kalian...''


Deg!!!!!!


Wajah Darren dan Kenan menjadi pucat....


Mata Alea berbinar seperti psikopat kejam saja..hingga Darren dan Kenan merasa negri sendiri..


''Kami akan makan Alea, bukankah ini enak...'' ucap Kenan mulai mengaduk makanan lunak itu dengan sangat terpaksa...


Hal yang sama di alami Darren pada sarapannya, sarapan ini sungguh menjijikan dari segi teksturnya seperti bubur bayi yang sedikit lebih kasar...pria itu memejamkan matanya menahan rasa mualnya...


''Alea...kami akan makan jadi bisakah kau tidak melihat kami makan, dengan tatapanmu aku bahkan tidak bisa menelan makanan lunak ini...''ucap Darren memohon...


Alea mengangguk...


''Baiklah...aku akan pergi ke lapangan untuk berlatih, pastikan kalian berdua bermain tenis bersamaku..'' ucap Alea penuh senyum..


''Alea kau kejam...'' ucap Kenan ketus..


Alea bahkan pergi dengan senyum kemenangan...sementara Darren mengaduk makanannya dengan rasa mual yang membuatnya tak tahan...

__ADS_1


Lalu ia menatap Kenan dengan senyuman yang sama...


*******


Kenan menatap pelayan dengan ancaman mengerikan, singkirkan semua makan lunak itu dan jika nyonya bertanya katakan saja kau tidak sengaja membuangnya..


Pelayan itu mengangguk dengan wajah ketakutan..


''Yah..tentu tuan Kenan, aku akan melakukannya dengan sempurna jadi nyonya tak akan pernah tau...''


Kenan mengangguk lega..


*********


Setelah dua hari berada di rumah itu Kenan harus kembali ke kota untuk melihat keadaan perusaan, sementara anak-anak libur dan mereka bersenang-senang di rumah Darius...


Alea ingin kembali namun Darren belum mengijinkan karna ia tak ingin Luke mengambil kesempatan untuk mendekati Alea lagi..dan lagipula Alea belum memaafkan dirinya jadi Darren tentu tak bisa melepasnya pergi...


Malam ini setelah makan malam, Alea menyempatkan diri menelfon anak-anaknya, dia belum memberitahu keadaan Darren pada mereka dan memutuskan akan memberi kejutan, lagi pula dia masih marah pada Darren jadi tak akan membiarkan Darren mengambil kesempatan untuk mendekatinya..enak saja, Alea masih belum puas menyiksa Darren..setelah selesai menelfon, ia pun keluar dari rumah tempat Darren tidur, Alea melangkah menaiki tangga untuk masuk ke kamarnya..Alea segera masuk untuk membersihkan dirinya, lalu keluar dari sana dengan jubah handuknya...Alea lalu menghampiri cermin dan mulai memakain krim malamnya...


Alea lupa jika pintu belum ia kunci dengan benar hingga Alea mengambil piyamanya dan membuka jubah mandinya,...


Namun ia terkejut ketika memalingkan wajahnya dan menemukan Darren berdiri dan menatapnya tajam...


''Sayang......''


Alea mengeraskan wajahnya, sejak kapan Darren disitu dan mengapa dia ceroboh...? Alea tak berhenti mengutuki kebodohannya...Darren kemudian mengunci pintu dan perlahan mendekat..


''Aku masih marah Darren jangan coba-coba...''


''Aku tidak memintamu menghentikan amarahku sayang...tapi jangan lupa kau adalah istriku jadi....jangan lupakan kewajibanmu sayang..''


Alea menggeleng namun Darren sudah menarik tubuhnya mendekat..


Deg!!!!


Mata mereka bertemu...

__ADS_1


''Aku merindukanmu istriku....''


''Darren.....tidak...''


__ADS_2