
Delvaro menyelesaikan pembicaraannya dengan beberapa pria yang menjadi pengembang di proyek itu lalu melangkah mendekati Alana yang sedang duduk..
Melihat kedatangan Delvaro, Alana lalu membalikan wajahnya, sementara pria itu meraih Alana dan mendorongnya ke badan mobil dan menatapnya dengan tajam..
''Kita akan kembali ke kota...aku akan mengantarmu pulang Alana,....apakah kau senang..''
Deg!!!!
Alana tentu saja terkejut, mengapa ini sangat mendadak, padahla proyek ini baru saja di mulai...Alana mengerutkan kening...
''Mengapa....''
Delvaro tersenyum dan menjauhkan tubuhnya dari Alana dan membuatnya sedikit bernafas lebih lega..
''Aku hanya merasa iba, kau adalah putri kesayangan tuan Darren Hugo dan kembali pada keluargamu adalah yang terbaik...''
''Aku masih bingung...Delvaro ini sangat mendadak....''
''Ayo...kita akan berangkat besok pagi dan...kau harus mengemas barang-barangmu Alana..''
Alana hanya diam saja ketika pria itu membimbingnya masuk ke dalam mobil..mereka pun pergi dari sana..meninggalkan lokasi proyek..
++++++++++++
Malam ini terasa berbeda, Alana sedang mengemasi barang-barangnya sementara Delvaro sedang berbaring di ranjang dengan mata terpejam, sesekali Alana membuang pandangan ke arah pria itu....
Alana sungguh bahagia padahal belum sampai seminggu dia berada di kota ini namun ia merindukan suasana rumah...Alana tersenyum ketika menutup kopernya...ia pun lalu mendekati meja dan memasukan makeupnya ke dalam sebuah tas besar lalu menutupnya..
Selesai...gadis itu tersenyum lega..
Alana lalu segera membersihkan dirinya untuk segera tertidur karna besok pagi sekali mereka akan berangkat..
Alana keluar dari kamar mandi dan kembali kembali tertegun...ada apa dengan Delvaro..mengapa dia terlihat gelisah..?? gadis itu meraih piyama tidurnya dan mengabaikan Delvaro ia masuk ke dalam ruangan ganti..
*******
Namun ketika ia hendak memaikai piyamanya Delvaro muncul dan mengejutkan Alana..
''Kau....''
''Alana....tolong aku...''
''Hah,.....''
Alana membeku ketika Delvaro menyentuh lengannya dan tubuh Delvaro begitu dingin..wajah Alana menjadi pucat...
''Ada apa denganmu..'' jerit Alana menghindar dari sentuhan Delvaro dan melangkah keluar dari ruang ganti,...
Sementara Delvaro mengikutinya...Alana berdiri dan menatap tajam kepada Delvaro
''Delvaro...''
''Alana...tolong...''
Alana baru saja akan mengumpat kasar namun, tubuh Delvaro jatuh di hadapannya dan membuat Alana panik..
''Astaga...aku tak perduli kepadamu namun bisakah kau tidak sakit sebelum membawaku kembali...hey...''
__ADS_1
Alana tak punya pilihan selain menolong Delvaro..lagi pula hanya mereka berdua di kamar ini..
Alana lalu mendekat.....sama sekali tak berpikir bahwa bahaya sedang mengintainya...dan dengan polosnya gadis itu mendekati Delvaro dan menyentuhnya..disaat yang sama tanpa di duga oleh Alana, pria itu menangkap tangan Alana dan membawanya di dadanya..
Delvaro tersenyum dingin..
''Kena kau Alana...''
''Yah...kau bercanda...''
''Tentu saja...aku menginginkanmu sekarang...'' sinar mata Delvaro membara..
''Delvaro sialan...'' jerit Alana tak terima..
*****************
Ada yang berbeda di rumah keluarga besar Darren Hugo, setidaknya itulah yang menjadi tanda tanya Alana ketika tiba dirumahnya, ada beberapa mobil mewah..sementara itu Alana pulang sendirian...setelah berpisah dengan Delvaro ketika turun dari pesawat..Alana sudah menyiapkan dirinya mungkin setelah ini ia akan meminta Daddy untuk mengirimnya sekolah di luar negri..gadis itu lalu turun dari mobil dan langsung di sambut Kanaya...
''Alana...''
''Ada apa sih...mengapa dirumah ada banyak mobil Kanaya, apakah Daddy dan Mommy sedang ada acara...'' tanya Alana sambil melangkah bersama Kanaya..
Gadis itu mengigit bibir tipisnya, bagaimana memberitahu Alana yah..dia akan syok jika tau kalau kedatangan mobil ini ada hubungannya dengan dirinya,..
''Mommy memintaku untuk membawamu langsung ke kamar...Mommy sudah menunggu...''
Alana semakin di buat bingung...ia menghentikan langkahnya seketika..
''Kanaya ada apa....''
Deg!!!!
''Apa yang sebenarnya terjadi...? mengapa Mommy memintaku masuk..dan mengapa ada banyak mobil...''
Kata-kata Alana terputus ketika melihat Tuan Arakana dan tuan Alex juga grandy Darius keluar dari depan rumah dan melangkah menuju taman, hatinya tak berhenti untuk bertanya..ada apa, mengapa mereka ada disini...??
''Alana...ayo cepat, Mommy memintaku menunggumu disini kita harus masuk..'ucap Kanaya lalu melangkah membawa Alana ke dalam Mansion namun melewati jalan belakang..lewat dapur ada lift khusus disana yang mempunya akses ke lantai atas..
Alana hanya menurut walau sedikit curiga, apakah dia akan di keluarkan dari proyek, ataukah mereka memang hanya bertemu biasa, karna memang Grandy dan duo tuan Arkana dan Alex bersahabat lama..
Ting!!!!
Pintu lift terbuka...
Alana dan Kanaya keluar dari sana, dan masuk ke dalam kamar sang Mommy dan Daddynya..usai pintu di ketuk, pintu terbuka dan Alea tersenyum lebar menarik Alana masuk..
''Mommy........'' rengek Alana namun ia membeku menyadari di dalam kamar bukan hanya sang Mommy sendiri namun ada seorang wanita anggun yang sangat cantik..
''Jadi kau adalah Alana Hugo itu...''
Alana menundukan kepalanya dalm-dalam...sembari mengangguk..
''Maafkan saya..tapi nyonya...''
Alea menyentuh bahu Alana dan menatapnya tajam..
''Beri hormat pada nyonya Aleysa Rule..''
__ADS_1
Deg!!!!
''Alayesa Rule....''ulang Alana gugup..
Aleysa tersenyum lalu mendekati Alana...menyentuh bahunya dan mengakui kecantikan gadis ini..jauh di dalam hatinya Aleysa merasa kesal,....mengapa Alana tidak menjadi putra kesayangannya...Rafael..
''Kita akan mejadi dekat sebentar lagi sayangku...''
Aleysa menyentuh wajah Alana dan mengusapnya pelan...
''Putriku....''
''Putri.....''ulang Alana semakin bingung ia menatap mata sang Mommy yang tersenyum setuju..
Ada apa dengan mereka....??
Alea melirik salah satu pelayan dan seorang MUA untuk merias Alana, dan menjadikan putrinya cantik...
''Siapkan Alana..., titah Alea dengan tegas, lalu melangkah mendekati Alana dan menyentuh bahunya, Alana sayang.. pakai gaun ini lalu turunlah semua sudah menunggumu..''
Wajah Alana menjadi pucat ia menatap sang Mommy...
''Ada apa mengapa perasaanku tidak enak...Mom..''
''Ini kejutan dan kau akan terkejut...orangtua hanya merencanakan yang terbaik untuk anaknya..''
Alea lalu menatap Aleysa...
''Bagaimana kalau kita menunggu di bawah saja...'' lirik Alea tersenyum sementara
Aleysa menganggukan kepalanya..
''Baiklah aku tidak sabar lagi...ayo..''
Kedua wanita itu keluar dari kamar dengan senyuman bahagia mereka bahkan tidak memikirkan bagaimana Alana...''
Mata Alana berkaca-kaca...
''Apa yang terjadi ini....''
Alana menghela nafas,...
Sementara itu Kanaya membantunya bersiap...Alana hanya pasrah melihat sebuah gaun berwarna Gold yang mengkilap..
''Ada apa dengan mereka..''? gadis itu mengepalkan tangannya...
++++++++++++
Alana sudah bersiap dan di antar Kanaya turun dari lift, gadis itu terdiam dengan sejuta tanya,..
Ting...
Lift terbuka dan betapa terkejutnya Alana melihat apa yang ada di hadapannya...
tubuhnya menjadi lemas, dan jantungnya berdegup keras..
Deg!!!!
__ADS_1