Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Alana Yang Cerdas


__ADS_3

Pintu di tutup hingga membiarkan mereka berdua hanya sendiri...


Alana tidak mengatakan apapun...untuk anak berusia hampir 6 tahun, Alana sangat pintar melebihi anak seusianya...ia hanya diam menatap Genka yang sedang berdiri dengan tatapan datar...


''Untuk apa menemuiku lagi Alana....bibi sibuk jadi pergilah dan berhentilah merengek...''


Alana mengangguk sementara matanya mulai berkaca-kaca namun tetap diam...sedangkan Genka seolah berbicara sendiri,.....dan ia mulai tak tahan..tatapan Alana sungguh mampu menembus dinding pembatas yang sudah ia buat untuk gadis kecil ini....dan merobeknya hingga hancur....Alana seoalh tau dia sedang berbohong..


''Mengapa kau mencariku ALana..apakah aku ibumu, aku hanya pelayan dan sikap keras kepalamu seperti ini hanya akan membuatku susah,..aku lelah berpura-pura mencintaimu...tapi sekarang semua sudah terlambat...aku muak melihatmu...kembalilah ke Mansion karna disini kotor Alana...kau akan sakit jika,...''


Kata-akat Genka terputus di udara ketika hatinya sakit sekali...airmatanya menetes sungguh ia tak mampu menyakiti Alana lagi...dan dia siap menerima hukuman apapun dari tuan Kenan..


Alana meneteskan airmata lalu mengambil tasnya...mendekati Genka yang sedang tertunduk menangis,...


Alana lalu duduk di lantai yang kotor seperti Genka...


''Alana pakaianmu akan kotor sayang...kau tidak boleh...''


''Cinta tidak bisa di sembunyikan bibi Walau kau berusaha kuat untuk itu...aku sangat mengerti apa yang bibi rasakan...''


''Apa....'' desah Genka membeku di tempatnya..


Alana lalu mengeluarkan semua makanan yang dia sembunyikan dan memberikannya kepada Genka...


''Makanlah bibi...karna bibi harus kuat dan sehat untuk kembali menemaniku...''


''Hah....''


Alana tersenyum....


''Sejak aku melihat bibi aku sudah menyukai bibi jadi...kau harus tetap bersama denganku, dan mendampingi ayahku...aku tidak ingin ibu lain yang mendamping ayah...''


Genka menggeleng....


''Alana apa yang kau katakan ini....kau bahkan masih kecil untuk tau masalah orang dewasa....''


Alana tertawa.......


''Kata Daddy dan Ayahku...aku tak perlu takut apapun karna aku adalah putri dan seorang Darren Hugo dan Kenan Renov...kalah tidak akan pernah aku dapatkan...'' ucap Alana bangga..


Genka hanya melongo mendengar ucapan Alana yang seperti orang dewasa saja...bagaimana mungkin anak ini memilik kecerdasan yang tinggi, ia mampu bicara dan berpikir jauh, dia pintar dan licik...


''Ayahmu akan menghukum bibi....''


''Karna itu kita harus bekerja sama bibi,.....kita akan berpura-pura saling membenci di hadapan ayah,...agar bibi lolos dari hukuman...mana ponsel bibi aku akan menyimpan nomorku kita akan saling mengirim pesan...''


Genka hanya mengangguk..dan memberikan ponselnya...dan Alana lalu mengutak atik ponsel Genka...sementara itu Genka hanya tersenyum betapa cerdasnya Alana...orangtuanya sangat bangga memilikinya...


''Maaf bibi tadi membentakmu Alana...'' ucap Genka dengan kesedihan yang dalam..


''Peluk aku sebagai permintaan maaf bibi...'' ucap Alan dengan senyuman....


''Tidak....kau akan kotor dan bau lalu ayah akan curiga kalau kita berpelukan....''


Alana hanya menghela nafas....

__ADS_1


''Bibi aku akan mengirimkan makanan lagi...''


''Jangan.....''


''Tidak apa...aku punya pelayan baru yang setia...''


''Benarkah..''


Alana mengangguk...


Disaat yang sama suara langkah mendekat membuat Alana menatap ke arah pintu...dan memberi isyarat kepada Genka...


Disaat pintu terbuka....


''Bibi jahat...aku benci pada bibi......'' teriak Alana menangis keras lalu berlari keluar menubruk tubuh Kenan yang berdiri di pintu..


Sementara itu Kenan sedikit sedih melihat wajah pucat Genka..ia lalu keluar dari sana karna kalau ia tetap bertahan maka ia akan memeluk Genka lagi..


Sementara itu Genka membeku terpana dengan akting Alana yang begitu terlihat natural...anak sekecil itu dia pantas menjadi bintang...dari kecil saja dia terlihat punya aura yang kuat hingga Genka terpukau


Genka menurunkan pandangan menatap, ada roti, biskuit, buah dan selai...ada juga minuman kemasan...anak itu benar-benar malaikat untuk dirinya..ya Tuhan...betapa beruntungnya Genka karna Alana begitu sayang kepadanya...airmata Genka menetes...


******


''Sudah ayah bilang bukan kalau bibi Genka sangat kejam..dia bersembunyi di dalam sikapnya...''


Alana menghentikan langkahnya dan menatap sang ayah...ia menganggukan kepalanya..


''Karna itu ayah....aku ingin menyiksa bibi Genka....''


''Alana...apa maksudmu...''


Alana tersenyum...


''Aku ingin bibi Genka kembali menjadi pengasuhku agar aku bisa menghukumnya..''


Kenan mengerutkan kening..


''Apa maksudmu....Alana...''


''Aku ingin menyiksa bibi Genka dengan menjadi pengasuhku lagi...''


''Sayang tapi.......''


Alana mendekati Kenan dan memeluknya...


''Lihatlah.....ayah mulai tidak sayang kepadaku......''


Kenan membeku...


''Alana...jangan berkata begitu....''


''Kalau begitu penuhi permintaanku ayah...'' suara Alana sedikit memaksa...


Kenan mengusap wajahnya kasar....

__ADS_1


''Alana........''


''Lagi pula ayah pasti akan sibuk dengan pacar ayah bukan, aku akan kesepian..moodku akan jelek jika aku kesepian ayah.....''


Kenan tidak punya pilihan sekarang....entah mengapa setiap kali Alana menginginkan apapun Kenan tidak mampu untuk menolaknya...


Sejak Alana dan Alan lahiir, Kenan lah yang mendampinginya...dia menemani Alea waktu itu dan ia sungguh jatuh cinta pada Alana di awal pertemuan mereka ketika Alana menangis di ruang bayi pertama kalinya..Kenan sungguh-sungguh jatuh cinta pada bayi kecil yang sekarang punya banyak keinginan ini..


Kenan menjatuhkan dirinya dan memegang bahu Alana...senyumnya benar-benar serupa dengan Alea..sehingga Kenan semakin tak kuasa menolak permintaan Alana......


''Baiklah....jika itu maumu...ayah tak bisa melakukan apapun...''


Alana menatap Kenan dengan tajam..


''Apakah ayah....membenci bibi Genka....''


Deg!!!!


Kenan membeku...


''Mengapa kau tanyakan itu,...kau masih anak-anak....''


''Aku liat bibi menyukai ayah, namun jika ayah membenci bibi....ayah bisa mempertimbangkan agar bibi ikut bersamaku saja...kan ayah membencinya......''


Alana tidak membiarkan Kenan menjawab, gadis itu melangkah berlari menuju ke ruang tamu dan mulai memanggil para pelayannya sementara Kenan masih berdiri di sana dan terdiam sebentar..


Tentu saja ia sangat membenci Genka...ia sangat membenci Genka hingga tak mungkin ada ruang di hatinya untuk musuhnya...tapi membiarkan Genka pergi itu hal yang lain lagi...ia belum rela..


********


Genka terkejut karna saat itu juga ia di perintahkan kembali ke Mansion utama...untuk mendampingi Alana menjadi pengasuhnya lagi...


Lisa tersenyum ketika menatapnya..


''Genka aku pikir kau akan selamanya disini,,...nasibmu baik sekali...''


Genka memeluk Lisa...


''Terimakasih untuk segalanya Lisa aku tak akan melupakanmu...'' ucap Genka lembut..


Lisa membalas pelukannya...


********


Pintu kamar terbuka dan dan Genka masuk ke dalam ruangan kamar Alana di antar oleh Mosa si nenek sihir sebutan Alana....


''Selamat datang bibi Genka...''


Genka hanya bisa tersenyum...


''Nona Alana Hugo....'' sapa Genka menundukan kepala dengan hormat...


Alana tersenyum menang ketika pintu kamar di tutup......


''Alana...apa yang kau lakukan ini hah....''

__ADS_1


''Aku akan mengembalikan posisi bibi....''ucap Alana dengan tatapan nekat...


__ADS_2