Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Mimpi


__ADS_3

Kenan mendekat dan tersenyum menang menyadari wajah Alea yang sudah merah padam, segera ia meraih tubuh Alea ke pelukannya dan keduanya saling menatap tajam. wajah mereka tampak dekat dengan rasa panas yang mulai menjalar..


"Darren....." suara Alea tampak tercekat, pandangannya tidak fokus dan berusaha mempertahankan kesadarannya.


Kenan mendekatkan wajahnya dan mengeraskan tatapannya,


"Kenan....aku Kenan dan bukan Darren apa kau mengerti....seharusnya kau menjadi milikku dan bukan miliknya Alea...." sinar mata Kenan menajam...


Namun Alea sepenuhnya sudah tak bisa mengontrol kesadarannya. wanita itu hanya tersenyum dengan manis, dan terus menggumamkan nama Darren hingga membuat Kenan terbakar...


Sekejap saja pria itu melum** bibir Alea dengan begitu intens sementara sebelah lengannya menahan tubuh Alea agar tidak jatuh, ciuman itu terlalu panas hingga Alea terkesiap, kepalanya terasa pusing menerima gairah yang berbeda dari suaminya...


''Darren......'' bisiknya sekali lagi dan kali ini Kenan sungguh tak mampu menahan perasaannya...


Pria itu mendorong tubuh Alea ke ranjang dan terbanting disana,...


Brughh!!!


Tubuh Alea jatuh membentur ranjang empuk di belakangnya...seperti tersadar..Alea mengangkat wajahnya tatapannya samar di ruangan yang redup...


''Kak...Aiden....'' desahnya sungguh terkejut melihat sosok sang kakak mendekatinya dengan tatapan beku.


Kenan menaikan sudut bibirnya...


''Sudah kubilang aku bukan Aiden..''


Sekejap saja Kenan mendekat dan meraih Alea.....


*********************************


Alea terbangun di pagi hari dengan rasa pusing yang langsung menyergapnya,..ia mengerutkan keningnya ketika sadar dia berada di kamar miliknya di rumah sang kakak...


apa yang terjadi padanya apakah dia sedang bermimpi...?


''Selamat pagi Aleaku....''


Suara lembut itu menembus kesadaran Alea, ia pun menoleh dan membeku melihat kak Aiden tersenyum kepadanya sambil membawakan sarapan segelas susu hangat dan roti lapis..


''Kakak....'' desah Alea ketika mengingat jika semalam ia bermimpi kakaknya..tapi mengapa di mimpinya sangat aneh..kakaknya bilang dia bernama Kenan dan bukan Aiden...?


Alea kembali memijit pelipisnya....


''Kau sudah bangun sayang, semalam kau tidur dengan mimpi yang sangat aneh, kau berteriak-teriak memanggil namaku lalu nama Kenan, apakah kau masih mengingatnya,...'' ucap Aiden lalu menarik kursi..


''Mimpi.....'' ulang Alea langsung teringat dengan ingatannya yang masih tertinggal. semalam ia bermimpi kalau kak Aiden mengatakan....


Alea terkejut ketika Aiden mendekatinya dan menggendong tubuhnya di dalam pelukannya...

__ADS_1


''Kak Aiden...''


''Saatnya mandi....aku telah meminta pelayan untuk menyiapkan taburan bunga dan susu untukmu kau juga akan di pijat disana....''


Alea masih bingung dengan apa yang terjadi..lalu sedikit meronta...


''Kakak...aku bisa jalan sendiri...aku bukanlah anak kecil...'' ucap Alea merasa risih..


''Eith...mengapa merasa sungkan dengan kakakmu sendiri Alea..aku melewatkan banyak waktu kita...aku...melewatkan waktu ketika kita seharusnya menggendong tubuhmu ketika masih kecil jadi jangan halangi aku sekarang Alea...karna di mataku..kau tetap adik kecilku...''


Suara Aiden merendah dan membujuk, namun ada ketegasan disana yang membuat Alea menjadi takut..


Menyusuri sebuah lorong yang panjang, Aiden membawa tubuh Alea menuju sebuah kolam mini yang sudah di penuhi kembang dengan campuran susu...aroma terapi yang menenangkan langsung menusuk hidung...


Disana sudah ada pelayan yang menunggu.....


''Silahkan Nyonya....''


Tubuh Alea di dudukan di sebuah sofa santai di pinggir kolam dan Aiden menatapnya...


''Bersantailah disini sampai kau puas, sampai tubuhmu pulih Alea...aku akan bekerja sambil menunggumu di ruang kerjaku...''


Aiden menunduk dan mengecup dahi Alea dan sekali lagi..wanita itu menjadi bingung sendiri..apa yang telah terjadi mengapa sikap kak Aiden sangat aneh..


Alea hendak berdiri....namun, tubuhnya menjadi goyah hingga ia jatuh lagi,...seiring matanya yang melebar dramatis,....


Seorang pelayan mendatanginya dan membantu Alea berdiri, menanggalkan pakaiannya dan menuntunnya masuk ke dalam kolam..


''Anda sangat lelah ketika melukis kemarin nyonya Alea, itu sebabnya anda sangat kelelahan...''ucap pelayan muda itu dengan senyuman dingin.


Alea hanya mengangguk, mengikuti kata-kata sang pelayan walau Alea menjadi cemas sendiri..matanya berputar dan menyadari jika kolam ini di pagari tembok kokoh yang sangat tinggi dan Alea hanya bisa menatap langit seluas kotak di atas kepalanya...


Entah mengapa ia merindukan suaminya sekarang, dia merindukan Darren sekarang...


''Apa kau tau..jam berapa sekarang...''


Sang pelayan menunduk...


''Nyonya sudah tertidur dua hari....dan baru saja terbangun....''


''Dua hari.....'' jerit Alea sungguh terkejut.


Jantungnya berpacu dengan cepat diiringi deru nafas yang mulai tidak teratur...


Ale ingin bangkit dari kolam namun sekali lagi...rasa nyeri di tubunya membuat tubuh Alea jatuh lagi...


Airmatanya menetes ketakutan..

__ADS_1


*******************************


Darren turun dari mobil dan menatap rumah besar milik Aiden, dari jauh ia bisa melihat sejumlah pria berbadan tegap menghampirinya...pria itu membungkuk dengan hormat, karna mengenalinya.


''Tuan Darren.....''


''Dimana tuan Aiden.....''


''Silahkan menunggu di taman karna tuan Aiden sedang bersiap...''


Darren manganggukan kepala lalu melangkah menuju taman seraya pandangannya memutar ke segala arah menatap rumah Aiden yang sangat tinggi menjulang dan misterius...


Alea...apakah istrinya bersenang-senang di dalam sana..Darren tersenyum..lalu duduk di kursi taman...


Tak berapa lama kemudian muncullah Aiden melangkah dengan senyuman mendekati Darren...


''Apa kabarmu Darren...'' ucap Aiden tersenyum lebar...


''Aku baik-baik saja...dimana Alea...'' tanya Darren melirik mencari dengan matany dan tidak menemukan Alea...


Aiden tertawa...lalu mempersilahkan Darren duduk...


''Alea masih mandi, dia sangat lelah karna mengerjakan lukisan kami berdua..''


Aiden tertawa dan itu tawa yang sangat aneh di mata Darren...namunia memilih tidak berpikir lebih jauh..


''Baiklah aku akan menunggunya....apakah kalian menikmati waktu bersama..'' tanya Darren basa-basi..


Aiden menganggukan kepala.....tatapannya menajam di wajahnya yang mengeras...


''Sayang sekali kau tidak ikut Darren, kami makan malam bersama dan melakukan sesi foto..dan kau tau Darren..ada peristiwa lucu saat di penata gaya mengarahkan kami...kau tau...dia pikir kami adalah pasangan kekasih atau paling tidak suami istri...katanya kami terlihat serasi bersama.....well...aku dan Alea hanya tertawa...''


Deg!!!!


Darren membeku..mendengar kata-kata Aiden yang mengandung harapan, tidak dia tidak curiga pada kata-kata Aiden namun,..ekpresi senyum di wajah Aiden menggambarkan hal yang lain....


Aiden seperti sedang berharap dalam kata-katanya, dan perubahan wajah itu sanggup membuat Darren mengeraskan tatapannya...


''Jadi dia pikir kalian adalah sepasang kekasih...''ucap Darren menyipitkan matanya..


Aiden menatap Darren dengan senyuman beku....


''Yah...mereka pikir kami pantas bersama, kami terlihat sangat serasi.....'' Aiden menaikan alisnya,...


Darren mengepalkan tangannya, hendak menanggapi pernyataan Aiden namun...suara lembut di belakangnya membuat Darren dan Aiden seketika menoleh...


Deg!!!!

__ADS_1


Alea muncul dengan aura kecantikan yang memancar dan membuat kedua pria itu kehilangan kata...


__ADS_2