Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Sandiwara Sempurna


__ADS_3

Ketika Luke hendak membuka pintu kamar, ia terkejut ketika Aley keluar dari sana dan menatapnya tajam...


''Luke...sedang apa kau disini..'' tanya Alea mengerutkan kening...


Luke tersenyum ia tau hanya mereka berdua yang berada di ruangan ini...Luke mendekat dan menjebak Alea di pintu kamar dan menatapnya...


''Aku akan mendapatkanmu...dengan segera, Alea Hugo...''


Luke tersenyum dingin lalu menjauhkan tubuhnya,


''Suamimu dan istriku akan menunggu kita....ayo...'' ucap Luke melangkah lebih dahulu menaiki lift namun Alea tak ingin berada bersamanya di ruangan lift yang sama...


Namun di luar dugaan, karna Luke kehilangan kesabaran ketika Alea tidak mau masuk bersamanya pria itu keluar dari lift lagi dan menariknya masuk bersamanya, namun Alea kembali meronta karna kekurang ajaran Luke..


''Lepaskan tanganku Luke, astaga ada apa denganmu,....kau sama sekali tak pantas menyentuhku....''


Luke menaikan sudut bibirnya, kali ini ini ia meraih punggung Alea dan memaksanya mendekat kepadanya....


''Aku bukanlah pria yang baik Alea, kau bahkan tidak tau siapa aku sebenarnya....jika kau berani mengatakan tentang ini kepada Darren maka aku....akan melenyapkannya dengan segera,.....apa kau mengerti...''


''Lepaskan aku....'' jerit Alea mengepalkan tangannya...


Luke tersenyum dan menganggukan kepalanya ia melepaskan pelukannya dan mempersilahkan Alea masuk ke dalam lift...


Alea sungguh ketakutan dan kemudian melangkah menuju lift...ia berdiri paling jauh dari Luke dan hanya mampu menahan nafasnya...


***************


Malam itu juga Sarah di bawa ke rumah sakit dan mendapat perawatan intensif karna sakitnya, padahal dia baik-baik saja namun entah mengapa dia kembali drop dan harus terbaring di rumah sakit, Darius sudah datang dan menemuinya sedangkan Erland masih berada di Vila dan tak bisa di hubungi, sinyal internet disana juga sangat sulit..


Alea mendampingi Sarah dan menggenggam tangannya sedangkan di ujung sana ada Luke yang mulai berakting sedih ketika menggenggam jemari Sarah..


Semua di dalam ruangan itu menjadi sangat sedih...


''Sayang...kau harus bertahan, aku...akan selalu ada disampingmu...'' ucap Luke tersenyum...


Sarah sungguh bahagia, Luke begitu mencintainya dan menerima kekurangannya yang selalu berada di sampingnya...ia lumpuh namun Luke selalu setia kepadanya...


''Terimakasih Luke, aku sangat mencintaimu...dan aku juga mencintaimu sayang...kau lihat ayah Darius dan juga ibu Tiara sudah datang....kau akan semakin sehat...''bisik Luke pelan..


Sarah mengangguk ketika Darius mendekat dan mencium dahinya dan tersenyum...


''Tenanglah sayang kau akan baik-baik saja...''


''Ayah....terimakasih....aku akan sembuh..'' ucap Sarah berjanji..


Disaat yang sama Luke menatap ke arah Alea dengan begitu tajam, sampai Alea memalingkan wajahnya merasa takut,....


****************


Sarah akhirnya di bawa pulang ke rumah setelah kondisinya stabil..semua keluarga berkumpul di ruangan keluarga demi membahas kondisi Sarah..

__ADS_1


Darius menatap Luke dengan senyuman,...


''Luke bagaimanapun aku sangat berterima kasih kepadamu, kau menjaga Sarah sepenuh hatimu...'' ucap Darius tersenyum...


''Aku mencintainya ayah, dan aku akan selalu ada di sampingnya sampai kapanpun aku berjanji...'' ucap Luke dengan sorot mata yang sedih...


Licik sekali.....batin Alea merasa gerah, lihatlah pria menjijikan ini dengan gampangnya ia bermain kata, bahkan Darren dan Darius benar-benar terpedaya oleh ucapannya...


''Aku kagum kepadamu Luke, aku ingin kau tau jika kau bebas berada di rumah ini, kau dan Sarah bisa tinggal disini dengan tenang...karna aku dan ayah sudah sepakat tentang itu,....''


Wajah Alea memucat kontras dengan tatapan Luke yang terlihat tersenyum penuh kemenangan....


Luke manatap Darren dan juga Darius secara bergantian...


''Aku tak ingin dengan kedatangan kami mengganggu ketenangan rumah tangga kalian...jadi Darren apakah kau sudah bertanya kepada istrimu bagaimana kalau kami tinggal disini apakah Alea tidak keberatan...?''


Darren lalu menatap Alea dan tersenyum,


''Sayang..kebetulan kau ada disini bagaimana...apakah kau setuju...''


Tidak mungkin dia bilang tidak, tidak mungkin dia bilang kepada Darren kalau Luke mendekatinya, apakah Darren akan percaya...??


''A....aku...hanya....ingin Sarah sembuh dan disini keluarganya...dia akan aman disini..'' ucap Alea menatap Luke dengan marah...


Darren tersenyum dan menatap Luke..


''Kau dengar sendiri kan, kalau Alea benar-benar mengijinkan kalian tinggal disini...istriku begitu baik...''


Namun dengan kelahiran Sarah, menghapus rasa marahnya dan membuatnya semakin mencintai Sarah...dan kini Sarah berada di dalam rumah yang membuatnya nyaman di tengah keluarganya...


''Aku akan semakin nyaman berada dirumah ini Darren, Alea dan juga Ayah...terimakasih..'' ucap Luke dengan sopan...


Mereka tersenyum dengan lega,....walau senyum itu tidak menular kepada Alea, ia sangat kesal dengan keadaan dirumah ini..


*****************


Malam hari........


Sarah menatap Luke yang sedari tadi memainkan ponselnya...


''Sayang....apa kau masih marah...''


Luke hanya diam saja dan tampak cuek...ia hanya memasang wajah dinginnya...


''Sayang...'' ucap Sarah terdengar lemah...


Luke menoleh dengan malas...


''Apalagi Sarah..........''


''Kemarilah.....'' pinta Sarah mengulurkan tangannya dan Luke akhirnya mendekatinya...

__ADS_1


Meraih kursi dan duduk disana di hadapan Sarah...


''Luke...apa lagi yang kau mau kali ini.....''


''Sayang....bagaimana kalau kau membujuk Alea untuk membantumu mengawasimu semua sakitmu Sarah...''


''Bukankah ada perawat yang bertugas merawat aku Luke...''


Luke berdiri dan mengecup dahi Sarah dan menatapnya dengan lembut...


''Kau ingat insident terkahir ketika perawat salah memberimu obat...kau hampir saja tidak terolong, kau tau betapa takutnya aku...maksudku adalah Alea hanya membantu mengawasimu bukankah kau adalah adiknya sekarang....''


Sarah terdiam di kursi rodanya dan merenung membayangkan jika ya ia memang pernah memiliki pengalaman dengan sang perawat yang salah memberinya obat....


bahkan tubuh Sarah merinding ketika membayangkan kejadian itu..


''Tapi apakah Alea akan setuju, aku baru saja akrab dengannya Luke, dia pasti...''


''Dia pasti akan setuju...aku yakin, mintalah pada saat ada kakakmu Darren seperti saat kita sedang makan malam atau ketika kau sedang bersamanya...aku yakin kalau Alea akan setuju...''


''Baiklah....aku setuju Luke aku akan mencobanya...''


Luke memeluk tubuh Sarah dan mendekapnya dengan hangat...


''Aku mencintaimu sayang,....aku hanya terlalu mengkhawatirkanmu...'' ucap Luke sembari berdiri...


''Aku beruntung memilikimu Luke...''


''Tentu saja, kita sama-sama beruntung....ayo aku akan mengikat rambutmu Sarah...'' ucap Luke tersenyum.


Sarah mengangguk....


******************


Alea sudah tak tahan lagi..ia harus bicara kepada Darren dan tak ingin menundanya, Alea tak ingin kalau Darren akan curiga kepadanya seperti kejadian Kenan dulu...


Darren baru saja keluar kamar dan Alea langsung mencegatnya...ketika suaminya hendak keluar kamar...


''Sayang...aku ingin bicara....''


Darren mengerutkan kening...


''Bicara apa......''


''Luke aku pikir dia sangat....''


''Dia sangat baik Alea...kau tau bahkan aku tak pernah berpikir di dunia ini ada pria sehebat dirinya...Sarah sudah lumpuh menahun namun Luke tetap bertahan dan tidak mencari pelampiasan di luar....dia pria yang luar biasa, kau juga merasakannya bukan...''


Alea menghela nafas...


''Apa....''

__ADS_1


Suara Alea tenggelam....


__ADS_2