Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Menghindar


__ADS_3

''Siapa namanya..astaga Genka kau membuatku penasaran saja....''


Genka tersenyum sembari ingin mengatakannya namun, Kenan segera menutup mulutnya hingga Alea melebarkan matanya protes..


''Kau tidak seharusnya ikut campur Kenan...'' jerit Alea kesal..


''Alea...Kiano akan membawa gadis itu di pernikahan anak kita nanti..aku ingin ini menjadi suprise untuk kita semua..''ucap Kenan..


Darren hanya mengangguk setuju, lagipula di pesta nanti waktunya lebih tepat...


''Sayang...bagaimana kalau ini menjadi rahasia atau suprise bagi kita semua...''bisik Darren memeluk istrinya...


''No.....aku akan mati penasaran sampai waktunya tiba....'' ucap Alea merintih..


''Tak akan ada yang terjadi padamu Mommy..astaga...'' ucap Alan menggoda sang ibu namun..


Kata-kata Alan sanggup merubah wajah Kanaya..calon istrinya memberi peringatan lewat matanya...


''Anak nakal....beraninya kau mengatakan itu pada Mommy...'' Alea menyipitkan matanya tajam..


''Tenang saja Mommy aku akan menghukum Alan..'' sambung Kanaya memihak Alea...


Mendengar hal itu Genka menggeleng...


''Jangan menyakiti menantu kesayangan ibu sayangku...dia kebanggaan kami...''ucap Genka membela Alan..hingga Alan merasa di atas angin..


''Ibu benar-benar....'' Kanaya menggeleng pasrah..


Darren hanya tertawa....di saat seperti ini dia sangat merindukan Alana putrinya..


''Aku akan menelfon Alana...kapan mereka akan datang,..ya ampun..''ucap Darren dengan mata yang basah..


Hal yang sama dirasakan Kenan..ia juga merindukan putri kecilnya Alana...


''Pernikahan minggu depan dan kapan mereka akan datang..'' keluh Kenan dengan suara yang serak..


Alea dan Genka hanya saling memandang dan tersenyum,..kedua pria ini sedang merindukan putri mereka...


''Ayah dan Daddy.....kakak sedang hamil, dan kak Delvaro bilang akan menyelesaikan beberapa pekerjaan sebelum melakukan cuti ke negara ini....''ucap Kanaya menenangkan..


''Apakah Alana akan melahirkan disini...''tanya Darren dan Kenan bersamaan..


Kanaya mengangkat bahu...


''Aku tidak tau Ayah dan Daddy...tapi kita bisa membujuknya..kak Delvaro akan setuju saja...dia sangat mencintai kak Alana...''ucap Kanaya memberi angin segar...


Mendengar harapan itu Darren dan Kenan saling menatap....


''Kita akan melihat cucu kita...''ucap Darren bahagia..


''Bagaimana kalau kita mulai menyiapkan segalanya demi kenyamanan putri mahkota kita...'' ucap Kenan memberi usul..


''Aku akan menelfon orang kantor agar mereka menyiapkan segalanya...''


''Harus yang terbaik untuk Alana...''sambung Kenan antusias...

__ADS_1


''Astaga kalian berdua benar-benar...lebay..''ucap Alea menggeleng tak percaya..


Meski Alana telah menikah dan pergi jauh namun rupanya tahta sebagai putri mahkota akan tetap berada pada Alana...


''Ayah dan Daddy benar-benar lebay...bukankah aku yang akan menikah..mengapa kalian malah membahas Alana...astaga..aku tak percaya...'' ucap Alan sedikit kesal..


Bughh!!!!


Alan terkejut ketika Kanaya memukulnya...keduanya saling bertatapan tajam...


''Ada apa denganmu, kau cemburu...? aku saja mengakuinya aku pengaggum Alana...aku juga akan mempersiapkan kedatangan mereka...''


Alan melebarkan matanya...


''Kanaya......kau....''


''Apa....kau mau melawanku yah...kau berani....''


Hening.....


Darren, Alea,...Kenan juga Genka membeku menatap calon pengantin yang sedang berdiri saling menantang...


Ada apa dengan mereka berdua...?? Alea melirik Genka yang hanya menghela nafas..


''Ada apa dengan kalian berdua...'' suara Darren meninggi hingga Alan dan Kanaya terkejut setengah mati..mereka segera sadar kalau mereka masih berada di ruang tamu bersama para orangtua...


Alan mengusap wajahnya dengan kasar sementara Kanaya mencoba tersenyum....


''Daddy kami sedang melatih diri bagaimana jika setelah kami menikah nanti...cara bertengkar..apakah apakah akan seeprti ini...'' ucap Alan memberi alasan..


''Berlatihlah terus anak-anakku...bagus...''ucap Alea penuh ancaman melalui mata..


Kanaya hanya ikut tersenyum....


''Mommy......'' desahnya mengedipkan matanya dan Alea mengerti...


''Mereka hanya bercanda...bagaimana kalau kita mulai mempersiapkan segalanya mengenai pernikahan ini...'' ucap Alea mengalihkan topik...


''Yah...baiklah...'' sambung Kenan dan Darren juga Genka...


*************


Nasya mulai menghindari Kiano sejak peristiwa itu ia berusaha menghindar dengan berbagai kesibukan..ketika Kiano mencarinya maka ia bersembunyi di kamar mandi dan meminta teman pelayan lainnya agar mengatakan dia sedang berada di toko..dan sebaliknya...dan sejauh ini dia berhasil menghindari Kiano..


Nasya lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah kaca yang berisi bunga-bunga milik ibu Genka...


Hari sudah mulai malam dan ia bersembunyi dirumah kaca sembari menyirami bibit bunga yang sudah tumbuh...sementara waktu telah menunjukan jam 9 malam..


Seorang pelayan mendekati Nasya yang masih asyik memandangi bunga-bunga yang telah ia rawat dengan sepenuh hatinya..


''Nasya.....''


''Yah......''


Nasya menoleh......

__ADS_1


''Tuan Kiano mencarimu....tuan memintaku memanggilmu sekarang juga...''


Nasya menghela nafas...


''Kau bilang apa padanya ketika dia bertanya tentang aku...''


''Aku bilang kau dirumah kaca..''


''Astaga mengapa kau tak bilang aku sedang berada di toko...''


''Aku di tanya tiba-tiba jadi aku tak bisa memikirkan apapun selain jujur..lagipula untuk apa kau menghindari tuan..kau tidak melakukan kesalahan bukan...''


''Yah...aku tidak melakukan kesalahan tapi...''


''Sebaiknya kau menemui tuan sekarang atau dia akan marah....''


Nasya akhirnya hanya bisa pasrah....mau bagaimana lagi....jika tuan Kiano masih memaksanya lagi maka dia akan pergi saja...


Nasya akhirnya keluar dari taman dan membrsihkan dirinya lalu menemui Kiano di ruang kerjanya..


*********


Kiano sedang menatap sebuah kotak berisi cincin yang sebenarnya dia simpan untuk Alda calon istrinya namun,...perasannya berubah ketika Nasya hadir di dalam hidupnya...gadis itu langsung menggeser posisi Alda di dalam hatinya..


Memang mengenai Alda..ayahnya Kenan masih belum memberi restu..padahal Alda sudah minta maaf..berbeda dengan Nasya sikap sang ayah lebih hangat dan menerima walau Nasya datang sebagai pelayan..


Pintu di ketuk dan akhirnya terbuka..Kiano menyembunyikan kotak cincin itu di laci meka kerjanya sembari menatap Nasya dengan tajam...


''Masuklah......''


''Yah....baiklah...''


Nasya duduk di hadapan Kiano sembari menundukan kepalanya...ia tak berani menatap mata Kiano..


''Nasya Flow...mengapa kau menghindariku...''


''Aku tidak.....''


''Bagaimana keadaanmu..setelah percintaan itu aku sadar kau sudah menghilang dari kamarku,...''


Nasya mengepalkan tangannya..saat itu begitu sadar Nasya menjadi ketakutan sendiri...bagaimana kalau tiba-tiba nyonya dan tuan pulang dan menemukannya di tempat tidur putranya..mereka pasti akan kecewa dan mengira dia sengaja menjebak Kiano..dan Nasya tak ingin kehilangan kepercayaan mereka...


''Aku baik-baik saja....'' jawab Nasya dengan singkat...


Kiano lalu mengangguk...


''Jadi setelah malam itu kau bukan gadis yang suci lagi..''


Kali ini Nasya mengangkat wajahnya..ia hampir menangis, mahkota seorang wanita adalah kesuciannya..jika itu sudah hilang maka tak ada lagi yang tersiksa..Nasya bahkan sudah membayangkan masa depannya yang gelap...


''Ini juga kesalahanku..aku tak akan menuntutmu tuan Kiano...aku akan pergi saja dari rumah ini...anggap saja tidak pernah terjadi sesuatu di antara kita,....'' ucap Nasya dengan nada polos..


''Tapi aku yang akan menuntutmu jika kau pergi Nasya...lagipula kau adalah milikku..bagaimana bisa aku melepaskanmu...'' ucap Kiano dengan suara yang tegas...


Nasya mengerutkan kening....mengapa justru tuan Kiano bersikap aneh...??

__ADS_1


__ADS_2