
Hening...
Ketika Ola dan Lukas saling menatap tajam, betapa mengerikannya tatapan kebencian yang tergambar di mata Ola, sehingga Lukas membeku di tempat,
Mengasihani.....? padahal Lukas sama sekali tidak pernah berpikir untuk mengasihani Ola sedikitpun, ia datang saat ini karna ia benar-benar merindukan Ola dan memang ada rasa bersalah di dalam dirinya dan ia ingin berubah dan menjadi satu-satunya pria di dalam hidup Ola..
''Kasihan..bukankah kau terlalu berlebihan ketika kau terus berpikir kalau semua orang memandangmu dengan rasa kasihan termasuk aku.....'' ucap Lukas mendekat..
''Yah...apa yang harus kupikirkan lagi tentang hidupku Lukas.....kau datang kepadaku karna kemalanganku, kau datang padaku karna kau merasa kasihan aku gadis menyedihkan yang telah kehilangan kesucian karna dirimu, aku berkata benar...lalu dengan terpaksa kau mendatangiku untuk bertanggung jawab.....''
Ola meneteskan airmata...
''Ola....aku tidak pernah berpikir seperti itu...''
''Kalau begitu pergilah...pegi saja aku tak butuh tanggung jawabmu, aku bahkan akan melupakan kalau kita pernah melupakannya Lukas, jadi....bisakah kau juga melupakannya...''
Lukas menggeleng ia pasti sudah gila karmna mendengarkan ini dari gadis yang sedang terluka ini...
''Aku mencintaimu, aku melakukannya kemarin karna aku mencintaimu Ola, bukankah kau sudah tau perasaanku...aku melakukannya karna aku cemburu dan begitu takut kehilanganmu...''
Deg!!!!
Ola memalingkan wajahnya...
''Aku tidak butuh cinta di dalam hidupku begitu juga seseorang....aku hanya perlu diriku sendiri dan aku baik-baik saja...'' ucap Ola di wajah datarnya..
Belum selesai bicara Lukas sudah meraih lengan Ola mendekat...keduanya bertatapan...
''Aku tau luka di hatimu terlalu dalam Ola, hingga tak ada lagi tempat untuk cintaku...namun aku ingin kau dengar ini baik-baik, ketika kau menjadi milik seorang Lukas maka kau tidak punya pilihan selain menyerah...aku akan terus datang dan mengganggumu, aku akan terus hadir di dalam hidupmu sampai kau menyerah...''
''Silahkan saja Lukas,....aku bahkan tidak melarangmu datang, tapi maaf...hatiku tak akan ku ijinkan terbuka lagi untuk dirimu..''
Ola menghempaskan tangan Lukas dan bergerak naik ke ranjang sementara Lukas hanya menatap Ola dengan tajam...ia tersenyum..
Ola benar-benar keras kepala...
''Baiklah...aku akan meminta kepada tuan Darren agar aku juga bisa tinggal disini bersamamu...kurasa aku akan betah sekamar denganmu, kita makan bersama, mandi bersama dan melakukan banyak hal...''
Mendengar hal itu membuat Ola melompat dari ranjang seketika, pria ini gila bagaimana bisa ia mengatakan itu, keluarga Hugo akan memandang rendah kepadanya...
''Tidak..kau tak bisa melakukan itu Lukas..''
Kali ini suara Ola melembut hingga Lukas tersenyum puas.....ia mendapati kelemahan Ola...
''Mengapa aku harus menahan diri, dengan kita bersama setiap hari aku harap bisa meluluhkan gunung es yang ada di hatimu jadi aku.......''
''Lukas tolonglah aku tidak mau keluarga Hugo berpikir aku perempuan seperti apa...'' suara Ola terdengar memohon...
Lukas mendekatkan wajahnya..
''Baiklah jika kau tidak mau kita tinggal bersama itu artinya kau harus menerimaku sebagi calon suamiku...''
__ADS_1
''Calon suami...'' ulang Ola dengan tatapan tajam..
''Yah....aku ingin kita menikah...bagaimana...''
''Aku belum siap Lukas..''
Lukas menganggukan kepalanya...
''Baik katakan berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk menyiapkan dirimu...''
Ola mengernyit dengan bingung....
*********************
Kehidupan keluarga Darren Hugo sudah terlihat harmonis, Alan mulai menunjukan sikap menerima pada sosok Darren sebagai ayahnya meski ia masih sedikit gensi menunjukannya secara langsung...sementara Alana tetap mengidolakan sang Daddy di segala kesempatann hingga membuat Alea harus rela mengalah, bahkan setiap malam Alana akan merengek minta tidur bersama mereka, dan secara otomatis..aiktifitas ranjang mereka manjadi menurun dan membuat Darren kelimpungan...Alana terlalu posesif dengan menginginkan perhatian Darren dengan serakah...
Hari libur...
Pagi sekali Darren harus puas terbangun dengan Alana yang memeluknya dengan erat bahkan gadis kecil itu tak melepaskan Darren walau dalam keadaan terlelap, saat itulah Alea masuk dan membawakan sarapan untuk suami dan juga anaknya..
''Selamat pagi sayang, apakah tidurmu nyenyak,..''
Darren menatap Alea dengan pandangan tersiksa..bagaimana bisa ia tidur dengan nyenyak sedangkan sudah seminggu lamanya dia tidak melakukan percintaan dengan Alea...karna Alana memutuskan tidur bersama..kepala Darren rasanya mau pecah....apalagi hari ini hari libur..
''Sayang....aku jauh dari kata nyenyak..putriku ya ampun...'' desah Darren mengecup dahi Alana yang masih pulas..
Alea hanya mengangkat bahu dengan pasrah..
Alana membuka mata dan menguap, ia melirik sang Daddy yang sudah bangun dan memeluknya..
''Daddy, bagaimana kalau kita liburan saja..''
''Daddy sedang sibuk sayang...bagaimana kalau kau dan Alan mengajak paman Erland dia pasti bisa menemani kalian..'
''Tapi Daddy benar-benar tak bisa ikut..''
''Maaf sayangku, Daddy sungguh-sungguh tak bisa ikut liburan kali ini..''
Alana memasang wajah cemberut walau tidak lama..
''Baiklah bagaimana dengan Mommy...cepatlah kita bersiap...aku akan mengetuk pintu kamar paman sekarang...'
Alea melirik Darren namun pria itu menekan lewat matanya, ini adalah kesempatan mereka berduaan jika Alea juga pergi maka sama saja....
ia akan menjadi gila dengan gairahnya yang tidak tersalurkan...
Alea segera mencegat Alana yang ingin melompat keluar kamar..
''Maaf sayangku...Mommy juga sedang sibuk ada pameran lukisan yang akan di pamerkan dan Mommy akan ikut..bagaimana kalau Mommy menelfon kakek Darius dan mengajak serta David.'' bujuk Alea lembut..
Alana menghela nafas...
__ADS_1
''Jadi Mommy dan Daddy tidak bisa ikut...''
Darren bangkit dari ranjang dan mendekati putrinya mengangkat tubuhnya ke udara dan menciumnya lagi...
''Daddy dan Mommy janji akan membawamu dan kak Alan ke suatu tempat yang indah..''
''Benarkah...''
''Yah sayang...kami berjanji...'' seru Darren dan Alea serempak..
Alana menganggukan kepalanya setuju......
*****************
Erland terbangun pagi ini karna teriakan keponakan tersayangnya siapa lagi kalau bukan Alana Hugo...pria itu kemudian keluar dari kamar dan langsung menggendong tubuh Alana yang kian menggemaskan...
''Selamat pagi putri cantik paman...''
''Kata Daddy paman akan mengajakku dan kak Alan liburan..''
''Hah....''
Erland sedikit terkejut karna kakaknya tidak pernah mengatakan hal itu kepadanya..ia pun sedikt mengernyit namun tak lama karna Darren muncul di lift dengan isyarat yang mengerikan...
hingga Erland mengerti, bahwa kakaknya membutuhkan waktu berdua dengan istrinya...
Erland mengangguk...Darren tersenyum lalu kembali menaiki lift...dan menghilang disana,..
''Alana bagaimana kalau kita menjembut calon bibimu,...''
''Yah...apakah dia cantik...'' mata Alana berbinar...
''Tentu saja tapi Alanaku lebih cantik, ...Alana akan menyukainya..''
Alana mengangguk tertariik....
''Beri aku waktu 15 menit paman, aku akan menggunakan gaun terbaikku..'' bisik Alana genit..
Erland hanya menggeleng merasa gemas dengan tingkah Alana yang membuatnya lucu..
**************
Ruby sedang bersantai di kampus dan membiarkan salah seorang teman mengecat kuku panjangnya..di kampus dia di layani seperti putr, jelas...dia adalah putri orang kaya...
Sebuah mobil bergerak masuk ke parkiran dan tampak pria yang baru saja masuk ke dalam kehidupannya itu keluar dari sana....
Mata Ruby melebar sungguh terkejut.....ketika Erland datang dengan seorang anak kecil yang cantik, gadis itu menutup wajahnya,,oh astaga apakah Erland Hugo seorang duda dengan anak...?
Wajah Ruby memucat ketika Alana melambai ke arahnya..
''Mommy Ruby,....'' jerit Alana yang melengking hingga mampu membuat Ruby seketika menjadi pusat perhatian...
__ADS_1
''Mommy....'' ulangnya dengan wajah Syok....