Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Panas


__ADS_3

Tubuh Genka di bawa ke sebuah kamar, ia di bersihkan oleh para pelayan, di mandikan dengan mewangian yang mampu memancarkan keharuman bunga yang segar dari tubuhnya, Genka sungguh tak mengerti mengapa, ia di bersihkan bukannya akan di bunuh,....?


Genka tak punya kekuatan untuk melawan, tubuhnya yang bau asap rokok di club tadi berubah menjadi putih bersih...bahkan para pelayan mengawasinya berendam dalam campuran mewangian yang begitu harum..dan membuat ia segar dan merasa berbeda....


Setelah beberapa menit di lalui Genka dengan berbagai jenis perawatan, ia di bawa keluar ke sebuah kamar dan di pakaikan gaun malam tanpa lengan berwarna putih dan di dudukan di sebuah kursi...lalu mereka meninggalkan Genka sendirian di dalam kamar...


Hening...


Genka gemetar ketika menatap sekeliling kamar yang begitu mewah yang di dominasi warna merah darah, gadis itu memeluk tubuhnya sendiri yang gemetar...


''Apa yang akan terjadi...ibu....'' airmata Genka menetes ketakutan..


Genka masih memejamkan matanya ketika kakak tirinya masih memberi peringatan kejam untuknya dia harus berhasil menghancurkan hati Kenan Renov dan mencampakannya dengan kejam..lalu ibunya akan selamat namun jika dia gagal maka....ibunya akan mati dengan sangat mengenaskan dengan penuh siksaan..


Berulangkali Genka mencoba menguatkan hatinya, Kenan pasti ingin bercinta dengannya yah....pasti....mana mungkin tidak namun..apakah dia bisa menerimanya...


Genka menahan dadanya..


Bersikaplah seperti j*lang yang biasa merayu, lalu kau harus bisa mendapatkan hatinya biarkan dia mendapatkan kesucianmu..lagi pula untuk apa masih punya kesucian namun kau akan kehilangan ibumu...yah...kau hanya harus menahan semuanya...dan membuat Kenan percaya kepadamu dan menyerahkan hatinya...


Airmata Genka menetes lagi...tapi ia sungguh takut sekali, tak ada yang pernah menyentuhnya seumur hidupnya...bagaimana rasanya bahkan Genka tak tau,..tugasnya di club malam itu hanya mencuci gelas--gelas pelanggan yang bertumpuk sisa minum pelanggan,. lalu setelah mereka pulang maka dia akan membersihkan club lalu pulang....begitulah pekerjaannya, namun ironisnya Kenan mengira dia salah satu pekerja s*x disana yang sedang menggaed para pelanggan..bagaimana dia harus bersikap....?


Ceklek!!!!


Pintu terbuka lebar dan sosok Kenan masuk ke dalam ruangan...Genka berdiri dan melebarkan matanya dengan tatapan takut...


Tubuh Kenan jauh lebih tinggi dari para pria pada umumnya...tubuhnya kekar bahkan mungkin dia bisa mengangkat tubuh Genka dengan satu tangan...


Dan Genka benar-benar sangat takut, bagaimana dia bisa menggoda kalau dia sendiri takut.....?


''Kau sudah siap....'' desis Kenan mendekat dengan tatapan membunuh...


Pria itu datang dengan hanya sebuah handuk melilit pinggangnya, tubuh kekarnya terlihat begitu keras...


sementara mata Genka tak bisa beralih pada kej*ntanan Kenan yang terlihat membesar di balik handuk itu..

__ADS_1


Genka memalingkan wajahnya...ia sungguh gemetar...


''Mengapa kau...malah meminta pelayan...pelayan untuk membersihkan aku.....''tanya Genka dengan tatapan tak yakin yah,..untuk apa mreka di kamar..meski dia belum pernah merasakannya namun dia tidak bodoh..Kenan menginginkan tubuhnya,...


Kenan tersenyum.....


''Aku ingin menghukummu sebelum membunuhmu..jika kau tidak bisa memberiku kepuasan maka kau akan mati namun jika kau mampu memberiku kepuasan maka aku akan berbaik hati menjadikanmu simpananku....wanitaku...bagaimana menurutku...''


Genka tersenyum hampir saja menangis..ternyata hidupnya harus selalu berada di bawah tekanan dulu kakak tirinya dan kini Kenan...sungguh Genka sudah pasrah dengan hidupnya..


''Baik....aku setuju...''


Kenan sungguh tak menyangka jika gadis ini langsung mengi-yakan begitu saja tanpa penolakan sedikitpun..yah tentu saja...dia adik tiri Luke..sikap mereka pasti tak jauh berbeda..lagipula untuk apa Kenan memikirkannya..ia tinggal menikmati tanpa berpikir apa yang akan terjadi kepada gadis murahan ini..


Yah...sudah lama ia tidak tidur dengan wanita lagi setelah datang ke kota ini...


Kenan tersenyum dingin mendekati Genka yang semakin gugup saja ketika pria bertubuh kekar ini mendekatinya..ia merasa takut sekali...


Genka terkejut ketika Kenan menyentuh gaunnya,..gadis itu mengerang..


Kenan mengerutkan dahinya, mengapa bersikap seperti gadis polos...?


''Minumlah...'' ucap Kenan mencoba sabar..


Genka melepaskan diri lalu menghampiri meja dan minum segelas air sampai habis, Kenan kembali menatap Genka..


''Sudah selesai..''


''Aku ingin ke toilet sebentar...''pinta Genka dengan sedikit tercekat..


''Silahkan....''


Begitu mendapat persetujuan maka Genka melesat dengan cepat ke arah toilet dan tenggelam disana...ia berdiri di depan wastafel yang mempunyai cermin...matanya terpejam.


''Aku harus bagaimana...? apa yang harus kulakukan....''

__ADS_1


Genka bersembunyi di dalam toilet sampai terdengar suaara Kenan dari luar....


''Genka...jangan membuat kesabaranku habis...''


Kenan baru saja akan menembak pintu namum ada gerakan pintu terbuka dan membuat pria itu mengepalkan tangannya..


Genka keluar dari sana dengan wajah yang tertunduk...ia sudah tak bisa melarikan diri...


Kenan setengah menariknya dengan kasar dan menghempaskannya di ranjang....


''Buka gaunmu sekarang......'' teriaknya dengan murka...


Genka mengangguk,....lalu berdiri, dan membuka ujung gaunnya dengan gemetar, namun Kenan terlanjur marah...ia merasa gemas ketika gadis ini sengaja mengulur waktu...Kenan mendekatinya dan seketika itu juga dengan kedua tangannya ia merobek gaun Genka hingga terkoyak dan jatuh ke lantai...menyisakan tubuh polos milik Genka yang terlihat indah..


Genka gemetar ketika Kenan menariknya mendekat dan segera melum** bibir Genka yang penuh dan mencecapnya dengann penuh hasrat...Genka sungguh tak bisa meronta, ciumann Kenan terlalu penuh hasrat dan membuatnya bingung...ini pertama kalinya ia di cium oleh pria dan itu adalah Kenan, usianya baru 18 tahun....


Bibir Kenan terus mendesak melum** bibir Genka, sementara lidahnya mulai mencecap dan menggoda bibir Genka hingga membuat gadis itu terkejut...namun tak bisa menghindar dari ciuman penuh nafsu dari Kenan...


''Aaarrrgghhh....'' desah Genka merasa bingung dengan sentuhan Kenan.


Permukaan Pa yu da ra nya di remas dengan kasar dan memainkan put*ng pa yu da ra nya dengan kedua jemarinya...


Genka membeku ketika tubuhnya di benturkan ke atas ranjang empuk di belakangnya dan Kenan langsung menindihnya...


Bibirnya menunduk menj*lati put*ng pa yu da ra Genka yang menegang...sementara kej*ntanan Kenan yang sudah mengeras di arahkan pada milik Genka hingga gadis itu beringsut menjauh,....ia begitu ketakutan namun.,...dengan mudah Kenan kembali menariknya mendekat sembari menyiapkan diri untuk memasuki milik Genka..


''Aku mohon.......''


''Sssst,...diam saja atau aku akan membunuhmu dengan segera...'' ancam Kenan dengan kuat...


Kedua jemarinya kembali meremas pa yu da ra, memainkan put*ng pa yu da ra Genka dengan jemarinya.. sementara bibirnya mengul** bibir Genka tanpa jeda..di saat gadis itu kehilangan fokus.


Kenan menghentakan tubuhnya dengan kuat menembus pertahanan milik Genka membuat gadis itu menjerit keras sampai ingin pingsan...tubuhnya seakan terbelah....


''Tidak...........'' airmata Genka menetes dengan perasaan yang hancur..

__ADS_1


Namun Kenan tersenyum puas......


__ADS_2