Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Murka


__ADS_3

Betapa murkanya Liam ketika ia sampai di lokasi hotel miliknya, semuanya terlambat hotelnya sudah terbakar habis tak tersisa tak ada yang bisa di selamatkan dari kebakaran hebat itu...bagaimana bisa ini terjadi padahal hotel yang baru selesai di bangun dan bahkan hanya tinggal peresmiannya saja kini semuanya hancur tak berbekas..kerugian yang di alami Liam memang tidak membuatnya bangkrut hanya saja...ini adalah hotel impiannya yang dia bangun susah payah, menuangkan semua ide dan juga pikirannya...


Hotel yang berada di dekat pinggir pantai itu sangat indah dan strategis hingga mampu membuat siapapun akan terpesona..namun kini semuanya sirna hancur dengan sangat mengenaskan dan semua ini karna seorang gadis bernama Elif Devan..


''Tuan Liam...maafkan kami karna ini semua terjadi..kami...''


Liam menoleh dengan sangat tajam....mendekati anak buahnya dan sesaat kemudain..


Bruugghh!!!!!


Tubuh pria itu tersngkur di tanah dengan darah yang menetes di sudut bibirnya..


''Bagaimana mungkin seorang gadis mampu mengelabui penjagaan disini...''


''Kami sudah berjaga siang dan malam tuan namun ternyata ada seorang pekerja yang berkhianat dan melakukan ini semua bahkan kami tak dapat melakukan apapun karna semua terlambat....''


''Pastikan penghianat itu mendapatkan balasan yang setimpal....''


''Baik tuan Liam...''


''Selanjutnya aku ingin kau mencari gadis itu aku tak perduli cari dia sampai ketemu karna aku harus mendapatkannya aku harus membalas semua yang dia lakukan kepadaku...''


Pria di depannya menundukan kepalanya dalam-dalam..


''Tuan Liam...kami sudah menbar semua anak nauh untuk mencari jejak nona Elift namun sampai sekaran belum menemui hasilnya..''


Liam menggertakan giginya....


''Aku tak perduli kau..harus menemukannya jika tidak maka aku akan melenyepkanmu karna ketidak mampuanmu melakukan tugas...''


Pria itu menjadi pucat dan menundukan kepalanya dalam-dalam...


''Baik tuan Liam..kami akan mencarinya, dalam waktu yang singkat...''


Liam melonggarkan dasinya ia sangat murka namun merasa frustasi karna sampai saat ini dia juga tak mengenali sosok Elif seperti apa..dia mendapat sebuah foto namun gambarnya tidak terlalu jelas untuk mengenalinya....yang ia tau gadis itu berambut pendek sebahu untuk wjah agak samar...Liam bahkan tidak bisa menyimpulkan wajah itu...namun tentu saja dia tidak menyerah....Elif atau siapapun itu ia akan menghancurkannya dengan begitu kejam tentu saja..Liam tak akan menggunakan hatinya kali ini meski Ellif adalah seorang perempuan karna semua perbuatanya terlalu berani mengusik seorang Liam...


Liam akhirnya meninggalkan tempat itu dengan cepat walau emosinya masih sangat tinggi....yah,....ia merasa gemas sendiri karna belum menemukan orang yang telah menghancurkan segalanya...

__ADS_1


********


Kanaya baru saja keluar dari dalam sebuah toko perhiasan, hari ini ia sendirian yang mengambil pesanan cincin yang ia dan Alan pesan beberapa waktu yang lalu,....hari masih siang terlalu awal untuk pulang dan hal itu membuat Kanaya ingin membeli salad segar untuk di nikmatinya...gadis itu lalu memutuskan mampir di sebuah restoran yang tak jauh dari toko perhiasan yang ia singgahi tadi....


Setelah sampai Kanaya lalu memesan salad dan duduk dengan santai...sambil membalas pesan dari penyedia sovenir, mereka saling berbalas melalui chat,..dan disaat itulah sebuah pesan misterius mengejutkan Kanaya..


Hai....Kanaya....


Kanaya mengerutkan kening....siapa yang mengiiriminya chat ini...? karna rasa penasaran yang tinggi Kanaya pun membalasnya...


Yah...aku adalah Kanaya, dan siapakan kau...?


Aku adalah......gadis yang di cintai Alan Hugo...


Deg!!!!!


Kanaya membeku...siapa yang berani mengiriminya pesan seperti ini...?? Kanaya memutuskan tak melanjutkan balasan chat dari pengirim misterius itu..


Namun beberapa saat kemudian, ada pesan masuk sekali lagi dan membuat Kanaya kembali menoleh..dan kali ini ada sebuah foto yang di kirimkan..dengan rasa penasaran Kanaya membukanya dan matanya melebar seketika melihat ada foto Alan yang sedang makan dan tersenyum ke arah camera...


Apakah ini bukan mimpi..? hati Kanaya seperti di remas dengan kuat..ia bahkan tak bisa mengatakan apapun selain syok.....untuk beberapa saat Kanaya terdiam di tempat duduknya...mengapa hatinya sakit sekali...? siapa gadis yang mengirimkan ini semua...??


Kau sudah melihat buktinya bukan...?? aku sedang bersamanya sekarang....


Kanaya tertawa kesal..jemarinya mengepal dengan begitu kuat..lalu membalas pesan gadis itu.....


Aku akan membatalkan pernikahanku..apakah kau puas...??


Aku senang kau sadar diri....akulah yang pantas mendampingi Alan Hugo bukan dirimu...


Kanaya lalu menutup ponselnya, ia bahkan tidak sempat makan salad yang sudah ia pesan tadi..lalu kemudian keluar dari restoran itu dan menuju mobil..ia hafal dengan restoran yang sedang di singgahi Alan dan entah siapa wanita itu....


Dengan mobilnya Kanaya segera meninggalkan restoran itu dan meluncur menuju restoran tempat Alan dan wanitanya sedang makan...Kanaya benar-benar kehilangan kesabarannya...


*************


Nia tersenyum menang ketika membaca pesan yang di kirimkan oleh Kanaya...ternyata segampang ini memisahkan Alan dan juga tunangannya...baguslah sekarang ia tinggal mendekati Alan dan merebut hatinya...

__ADS_1


''Mengapa kau tertawa sendiri...''


Alan menatap Nia yang terlihat aneh....sebenarnya Alan ingin menemani Kanaya mengambil cincin hari ini namun Nia menelfonnya dan meminta untuk pertemuan...


''Nia...aku tak bisa menemuimu seperti ini lagi..aku akan menikah sebentar lagi dan aku pikir istriku tak akan suka dengan hal ini...''


''Tapi aku sahabatmu....''


''Aku tak menyangkalnya Nia...tapi aku tak ingin pertmuan kita akan menimbulkan salah paham jika Kanaya tau...aku sungguh tak sanggup melawannya...''


Wajah Nia berubah kesal....


''Seorang istri yang baik tak akan menghancurkan hubungan persahabatan suaminya..apalagi kita sudah saling mengebal sejak kecil...''


Alan meneguk minumannya dan menggeleng....


''Aku akan mengenalkanmu dengannya dan kita liat reaksinya nanti...jika dia tidak menyukaimu maka aku harus menjaga perasaannya Nia..maaf..''


''Kau kejam sekali...'' keluh Nia tampak sedih...


Sedangkan Alan hanya tersenyum.....sambil melirik jamnya, ini sudah di luar makan siang..ia harus kembali ke kantor....


''Nia...aku harus kembali ke kantor...''


''Kau makan cepat sekali sih....kau sengaja menghincariku yah...''


''Mengapa kau berpikir seperti itu....aku bahkan tidak berpikir kesana..tapi aku memang harus pergi..menyelesaikan pekerjaanku sebelum mengajukan cuti pernikahan...''


Alan berdiri dan hendak melangkah...namun Nia menarik lengannya...disaat yang sama...tanpa di duga Kanaya muncul di pintu dan mengejutkan keduanya...


Wajah Alan pucat pasi..bagaimana mungkin Kanaya bisa kemari...bagaimana mungkin...??


Kanaya berdiri dengan sangat marah ketika menyadari wanita asing ini sedang menyentuh lengan Alan....jemarinya terkepal...Kanaya mendekati Nia...namun Alan segera meraih jemari Kanaya dan mencoba menenangkannya..


''Sayang.....''


''Lepaskan aku...'' desis Kanaya dengan pandangan dingin......

__ADS_1


Kanaya..........??


__ADS_2