Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
GPS


__ADS_3

Genka merasa seperti hampir pingsan ketika menatap sosok pria di hadapannya..ia membeku di tempatnya...


''Tuan Devan...''


Devan bersedekap dan menatap dengan sangat tajam...


''Aku harap kau tidak terlena dan melupakan siapa dirimu, siapa dirinya dan....kita..''


Genka membeku....


''Aku......''


''Kau berpakaian indah sekarang, apakah kau merasa sudah seperti akhir kisah Cindirela yang bahagia...''


Airmata Genka menetes...


''Tuan Kenan....''


''Jangan melupakan siapa dirimu Genka Rosalin, jangan melupakan darimana kau berasal,....dan jangan lupa bahwa kau adalah milikku..''


Genka menganggukan kepalanya ia mendekati Devan dengan mata yang basah...


''Dimana ibuku, aku mendapat kabar dia di pindahkan ke suatu tempat yang aku tidak tau....yah...tuan Devan...jangan menyiksaku seperti ini...dimana ibuku...aku mohon....''


Devan tertawa dengan kejam...


''Jangan meminta hakmu sebelum kau melakukan kewajibanmu Genka Rosalin...sakiti hatinya, buat Kenan Renov terluka lalu tinggalkan dia...temui aku 3 hari lagi....aku akan membawamu dari kota ini dan kita akan segera menikah...''desis Devan lalu meninggalkan sebuah kertas berisi alamatnya ia tersenyum dingin,....

__ADS_1


Genka hanya mampu terdiam..


''Tuan Devan....''


Pria itu berbalik.....


''Bagaimana kalau kau memberi aku waktu sekali lagi..aku tidak bisa melakukannya, aku tak bisa menyakitinya...''


''Kalau begitu ikut aku sekarang Genka dan semua selesai..''


Devan lalu mencengkram tangan Genka dan membawanya keluar dari restoran dan menuruni lift...


Sementara..


Alarm di ponsel milik Kenan menyala...menunjukan lokasi GPS yang terpasang di cincin Genka menjauh...itu artinya Genka telah meninggalkan lokasi restoran ini dengan cepat dan tanpa pamit.. Kenan memang menseting GPS agar berbunyi jika Genka hilang dari pandangann sejauh 500 meter...dan pria itu mulai gusar...


''Ayah.....dimana bibi Genka mengapa lama sekali...''


Alana yang terkejut menoleh menatap sang ayah....


''Mengapa kita pulang, bagaimana dengan bibi Genka...''


Kenan menurunkan pandangannya kepada Alana...


''Sayang..kau akan pulang lebih dahulu, pelayan akan menjemputmu, sementara ayah dan bibi akan ke suatu tempat...''ucap Kenan sembari mengecup dahi putrinya..


''Baiklah ayah...''

__ADS_1


Sampai di lantai bawah...seorang supi menjemput Alana dan meninggalkan Kenan sendirian...pria itu menatap ponselnya ketika melihat gps mulai menjauh teratur itu artinya Genka sedaang berada di dalam sebuah mobil..


Kenan dapat menghafal jalan di petanya dan mulai menelfon anak buahnya untuk bersiap-siap mengepung...


''Genka...kau mau mempermainkanku dengan pergi....? kau tidak tau berurusan dengan siapa....''desis Kenan melangkah menuju mobil yang baru saja tivba menemputnya...


Mobil itu mulai melaju pelan menembus pekatnya malam menuju lokasi yang telah di tandai Kenan...


**********


Sementara di dalam mobil Genka merasa ngilu melihat pistol di atas dasbord mobil dan Devan yang tampak serius...


''Kita akan kemana....''


''Kesuatu tempat untuk menggugurkan anak itu..''


''Anak siapa..''


''Kau...bukankah kau sedang mengandung anak Kenan...''


Deg!!!


Kali ini Genka benar-benar terkejut...mengandung anak Kenan..??


Devan menoleh kepada Genka...


''Kau tidak tau mengapa seorang Kenan Renov ingin menikahi seorang gadis rendahan sepertimu apalagi kau adalah musuhnya..itu karna kau sedang mengandung anaknya...namun..begitu anak itu lahir maka dia akan membunuhmu segera atau memisahkanmu dengan kejam dari anakmu Genka,....'' ucap Devan dengan jujur..

__ADS_1


Runtuh sudah pertahanan diri Genka...


Dia hamil....??


__ADS_2