Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Kanaya Memilih


__ADS_3

Kanaya keluar dari lift dan sedikit terkejut melihat kedatangan David...pria itu menatapnya penuh senyum hingga Kanaya terpaku..


''Kanaya mengapa berdiri disana sayang...kemarilah...''


Mommy Alea mengulurkan tangan kepadanya dan membuat Kanaya tersenyum lalu melangkahkan kakinya..


''Selamat pagi kak David...'' ucap Kanaya dengan sopan..


Sementara Alan melangkah dari ruang makan, sebenarnya tadi dia sedang sarapan namun ketika mendengar suara David..Alan memutuskan tidak jadi sarapan dan hanya mengambil kopinya ke ruang tamu..


''Paman David....selamat pagi..''sapa Alan lalu duduk tepat di samping Kanaya dan membuat gadis itu menoleh tak nyaman..namun Alan tidak perduli...


David tersenyum..dan menatap Kanaya yang terlihat sangat manis di pagi ini...


''Sarapan dulu David...''


''Aku sudah sarapan Mommy Alea...''


''Aku ingin menemui Kanaya sebenarnya...''


''Kanaya...'' ulang Alan meletakan cangkir kopinya diatas meja dan memusatkan konsentrasinya pada David..dari cara menatap....Alan sudah tau kalau pamannya menyukai Kanaya...astaga...


''Untuk apa..'' sambung Alan...


David pun menatap Alan dengan tajam..


''Aku ingin Kanaya magang di ruanganku Alan...ini adalah saatnya dia melakukan praktik lapangan jadi Kanaya bagaimana jika kau menjadi sekertarisku saja...''


Penawaran ini begitu manis bagi Kanaya tentu saja...bagaimana rasanya bekerja dengan pria yang kau suka..itu adalah hal yang paling indah dan Kanaya tak akan melewatkannya...


Kanaya tersenyum...baru saja akan menjawab pertanyaan David...namun ia justru terkejut dengan geraman Alan di sampingnya..


''Tidak paman...tapi Kanaya tidak akan bekerja denganmu...''


Deg!!!!


Alea mengangkat wajahnya dan menatap Alan yang terlihat kesal pada David...mereka bahkan saling menatap tajam dan hal itu membuat Alea mengernyit...jangan bilang mereka sama-sama menyukai Kanaya....?


''Apa maksudmu Alan...aku tidak bertanya kepadamu....aku bertanya kepada Kanaya,....''


''Tapi paman....dia adalah tunanganku...jadi aku berhak atasnya...''


''Kalian bahkan belum menikah...''


''Ketika dia lulus nanti aku akan menikahinya...''


''Mestinya kau jangan egois Alan...sudahkah kau bertanya...apakah Kanaya akan menerima pernikahan ini....kalian....''


Alea langsung berdiri dan menatap ketiga anak muda itu dengan tatapan tajam..

__ADS_1


''David...jangan pernah berpikir seperti itu...Kanaya adalah calon menantu Mommy dan tak akan ada yang bisa merubah hal itu....tidak ada yang bisa merubah itu...''


Deg!!!!!!


Keheningan melanda ketiganya....Alea berdehem..


''Mommy tak akan ikut campur dengan siapa Kanaya akan bekerja namun,....setelah dia lulus maka Kanaya akan menikah dengan Alan...''


Usai berkata Alea lalu meninggalkan ruang tamu dalam keheningan...Kanaya merasa sungguh tidak enak..seolah dia sedang di perebutkan oleh kedua saudara ini...


''Aku ingin mendengar langsung jawaban dari mulut Kanaya dan bukan darimu Alan..bukankah kau sudah menyiksanya...''


Alan memajukan tubuhnya...


''Aku tidak menyiksanya paman...dan silahkan bertanyalah...biarkan Kanaya memilih,...''


Hening...


Kanaya menghela nafas...mengapa rasanya seperti ini...mengapa mereka menatapnya dengan aneh...?


''Kanaya...katakan padaku...siapa yang kau pilih,...aku atau David...''ucap Alan dengan suara dingin dan penuh penekanan..


Kanaya tau benar kalau Alan sedang memberi peringatan terbuka kepadanya..resikonya akan fatal jika dia berani memilih David..namun ia ingin sekali bersama David....lalu dia harus bagaimana..?


''Jangan takut Kanaya..kita hanya akan bekerja...lagipula kita satu kantor,..''


Kanaya memijit pelipisnya...


David terlihat kecewa...yah..itu tergambar jelas di wajahnya...


Kanaya berdehem menetralisir rasa sedihnya..melihat David sedih hatinya juga sakit sekali..namun ia tak bisa berbuat apapun...ia harus menjaga banyak perasaan..terlebih Mommy dan Daddy yang begitu di cintainya..


Kanaya juga masih mengingat jika sang Ayah Kenan dan ibunya Genka terus menerus mengatakan bahwa dirinya adalah menantu keluarga Hugo..meski ia tau benar kalau Alan sama sekali tidak mencintainya...pria ini hanya menjaga nama baik keluarganya...


Bahkan dari kecil Alan sangat pendiam dan tidak bisa di dekati..masih di ingat Kanaya ketika ia pertama kali datang ke rumah ini dan di kenalkan pada Alan..saat itu Alan malah menatapnya sinis,...


Kanaya menundukan kepala dia tidak bisa mengharapkan apapun dengan hubungannya dengan Alan apalagi mengharapkan cinta..itu tidak mungkin...jadi Kanaya memutuskan untuk mengalah...


''Apakah Alan memaksamu Kanaya,...''


Alan merasa gerah dengan pertanyaan David...


''Apa maksud paman...''


David tersenyum lalu menatap wajah mereka berganti-ganti,...


''Aku hanya bercanda....Alan..''


''Kak David...tidak..mulai sekarang aku juga harus memanggilmu paman....aku sama sekali tidak di paksa oleh siapapun apalagi oleh Alan....aku memang ingin selalu berada disisih calon suamiku...pernikahan kami sebentar lagi jadi...aku pikir...ini saatnya kami menjadi dekat...aku ingin dia mencintaiku seperti aku mencintainya..''

__ADS_1


Deg!!!!


Kali ini bukan hanya David yang terkejut namun,...Alan juga terkejut, entah perkataan Kanaya ini benar atau hanya kebohongan..tapi Alan merasakan hatinya sedikit bergetar....mereka telah saling memiliki jadi mau tak mau hatinya terpengaruh dengan kata-kata Kanaya walau hanya sedikit..


David pun tak mampu membalas kata-kata Kanaya, padahal dia yakin benar kalau kemarin Kanaya menyukainya..setidaknya dia bisa membaca dari tatapan, dan sikap salah tingkah Kanaya ketika mereka berpapasan,...sungguh hal ini mengejutkan hatinya..namun David tak bisa memaksa..apalagi Alan adalah keponakannya sendiri meski usia mereka sama...


David mengangguk menyerah lalu berdiri dan berusaha tersenyum menguatkan hatinya sendiri..


''Baiklah...maafkan aku karna sedikit memaksamu Kanaya dan untukmu Alan...''


Alan hanya mengangguk datar,..ia terlanjur kesal..


''Maafkan aku paman David..''


''Tak masalah...aku pergi dan sampai jumpa di kantor Alan..''


''Ya paman...'' balas Alan sedikit dingin..


Dan ketika David sudah meninggalkan rumah, Alan mendekati Kanaya dan menatapnya tajam...


''Cepat masuk ke mobil Kanaya...kita harus bicara...''


Kanaya memejamkan matanya menahan debaran jantungnya yang berdebar...gadis itu melangkah dengan lemah menuju mobil.....


********


Ciuman Delvaro mulai menyentuh leher Alana dan terus bergerak menyentuh permukaan dadanya..namun Alana seketika mendorong tubuh Delvaro menjauh..


Dan......


Plakk!!!!


Delvaro membeku menyadari Alana menampar wajahnya dengan kekuatan penuh...


Hening ketika hanya ada nafas yang masih terengah-engah karna ciuman yang terlalu panas...


Alana segera menutup kemejanya, sial sekali mengapa dia tergoda...??


''Aku hanya ingin mengingatkanmu dengan sentuhanku sayang..''


''Kau sudah gila..jika kau tak bisa mengendalikan dirimu maka aku tak akan mengundurkan diri dari kerja sama kita dan aku...''


Delvaro tersenyum kejam..


''Kau tak bisa mengancamku untuk melepaskan dirimu sayang tidak bisa..kau adalah milikku dan itu adalah kenyataan kita akan menikah entah kau suka atau tidak...setelah proyek ini selesai maka kita pun akan menikah,...aku takut kalau mungkin kau sedang mengandung, anak dariku, darah daging keturunan Arkana-Rule...sang mafia Kejam...'' Delvaro tampak percaya diri...


Deg!!!!!


Alana gemetar mendengar ucapan Delvaro yang begitu lancang..

__ADS_1


Tidak mungkin....desah Alana frustasi,....


__ADS_2