Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Tak Punya Pilihan


__ADS_3

Luke duduk di dalam ruangan kerjanya ketika pintu terbuka dan sosok Devan dan Safia masuk, Devan tampak begitu merasa bersalah pada sosok Luke yang masih menatapnya dengan tajam..


''Duduklah karna aku ingin bicara...''


Mereka pun duduk di hadapannya....sementara Luke menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi dan menatap keduanya satu persatu dengan lekat...


''Aku menginginkan Lisa.....'' ucap Luke dengan jujur....


Kata-katanya membuat Devan mengangkat wajahnya lurus menatap Luke dengan tak rela...


''Luke aku pikir.....''


''Kau telah tidur dengan kekasihku Devan....dan itu sangat melukaiku...lalu bagaimana aku harus menerima semua ini......Lisa akan menjadi milikku entah kau suka atau tidak..''tegas Luke mencoba tenang...


Dan Devan pun menyandarkan tubuhnya..disandaran kursi...lalu menatap Luke, yah..dia telah bersalah dalam hal ini dia telah menghianati Lisa karna tak tahan akan godaan, sementara Luke..ia tak bisa merusak persahabatan mereka hanya karna wanita...mereka adalah sahabat dari dahulu...


Devan mengangguk....


''Baiklah....aku mengakui kekalahanku Devan, aku mengakui segalanya..aku akan memutuskannya....'' Devan menyerah..


''Tidak...jangan mengatakan putus disini....biarkan dia menikmati liburan kali ini tanpa sedikit pun curiga Devan....aku ingin kita merahasiakan ini darinya karna aku punya rencana.....''


Devan dan juga Safia saling menoleh dengan pandangan yang sulit di artikan.....namun mereka hanya bisa mengikuti ucapan Luke..

__ADS_1


''Apa yang sedang terjadi Luke....''


Luke mengusap wajahnya dengan kasar.....aku harus menahannya disini karna sesuatu dan kalian boleh pulang lebih dahulu ketika liburan ini selesai..


Deg!!!!


Devan dan Safia terkejut....apa rencana Luke kali ini.....?


+++++++++++++++++++++


Liburan kali ini begitu kaku...hingga itu sangat menggelisahkan Lisa...belum lagi sikap dingin Luke yang sangat aneh..jika mereka ber empat bersama pria itu begitu hangat namun ketika mereka sendirian...maka Luke akan terlihat begitu mengerikan...


Tatapan membunuh itu begitu kuat kepadanya, seolah dia telah melakukan kesalahan besar.....


Sore ini Lisa memutuskan berjalan-jalan di sekitar pinggir pantai sendirian, sementara mereka bertiga sedikit mengacuhkannya...


Langkah Lisa berhenti menatap seorang pelayan perempuan yang tengah menangis sendirian, hati Lisa tergerak untuk mendekatinya....dan ketika ia mendekat...pelayan itu segera menghapus airmatanya...


''Hai.......'' sapa Lisa dengan sopan..


Pelayan yang masih belia itu mengangkat wajahnya walau masih menangis...


''Nona.....''

__ADS_1


''Duduklah...ada apa...mengapa kau menangis...''


Lisa lalu duduk di pinggir pantai bersamanya....jika sudah begini ia teringat akan rumah tuan Kenan...dan merindukan nyonya Genka...sudah beberapa bulan dia menghilang...dan apakah nyonya baik-baik saja...? Lisa menghela nafas....


''Aku merindukan orangtuaku....'' ucap gadis itu sesegukan..


Lisa mendesah...


''Apakah kau tidak pernah di ijinkan pulang,.....''


Gadis itu menggeleng...


''Mereka telah membeliku...membeliku dengan sangat mahal....jadi hidup dan matiku ada di pulau ini....'' isaknya semakin dalam......


Lisa tak mampu membendung airmatanya....ia pun terdiam dan mereka lalu duduk bersama dan menatap pantai....mereka sudah 3 hari di pulau ini dan tidak ada tanda-tanda pulang....


*******


Tengah malam.......


Pintu kamar Lisa terbuka dan seseorang masuk sembari menutup pintu di belakangnya......mendekati Lisa yang sebenarnya belum benar-benar lelap..


Gadis itu segera meronta ketika sebuah jemari menyentuh wajahnya...seketika itu juga ia terbangun dan terkejut....

__ADS_1


''Lisa.....''



__ADS_2