Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Rencana B


__ADS_3

Aleysa tak mampu menahan rasa terkejutnya ketika melihat kedatangan Nasya dan Liam..


''Grany....'' ucap Nasya menundukan kepalanya dalam-dalam...


Aleysa memejamkan matanya...


''Apa yang terjadi padamu mengapa kau datang malam-malam begini...'' suara Alesa meninggi dengan wajah merah padam..


Nasya menundukan kepala sementara Liam menatap Aleysa...


''Kami datang untuk meminta restumu...aku akan menikahi Nasya,...''


Betapa terkejutnya Aleysa mendengar perkataan Liam..ia tak habis pikir..usia Nasya masih sangat muda, dia bahkan baru lulus sekolah...


Aleysa memijit dahinya tubuhnya goyah, apakah Nasya hamil karna itu ingin cepat menikah...apakah Nasya akan mengulangi jejak ibunya...Rachel...??


''Kepalaku....'' desah Aleysa, tubuhnya menjadi goyah seketika...sementara itu Alana begitu panik dan menahan tubuh Aleysa agar tidak jatuh...


''Mommy....''


''Bawa aku ke kamar...aku butuh istirahat Alan...dan kau Nasya,....jangan coba muncul di hadapanku..'' teriak Aleysa kesal..


Alana tak punya pilihan selain membawa Aleysa ke kamar, sementara itu dia memberi isyarat pada Liam untuk menenangkan Nasya yang juga tampak syok...gadis itu menangis karna penolakan Aleysa kepadanya..


Alana dan beberapa pelayan melangkah menuju lift untuk membawa tubuh Alyesa ke kamarnya di lantai atas..


+++++++++++++


Nasya duduk di taman dengan airmata yang menggenang di wajahnya sementara Liam menjadi bingung sendiri ia menatap Nasya dan merasa iba,...sesuatu di hatinya sedikit nyeri melihat Nasya yang menundukan kepalanya..


''Nasya...''


''Aku sudah bilang padamu bukan....Granny membenciku....dia menyalahkan aku selalu seperti itu Liam...aku mohon kepadamu, hanya kau jalan satu-satunya bagiku agar aku bisa lepas..terserah kau boleh menceraikan aku kapan saja setelah kita menikah...aku bahkan tidak perduli...''


Liam mendekati Nasya entah mengapa ada dorongan di dalam dirinya yang hendak melindungi gadis ini...


''Nasya...''


Liam meraih tubuh Naysa ke dalam pelukannya dan menenangkan Nasya dari tangisan yang menyayat hati... sungguh ia tak pernah punya pengalaman apapun soal kedekatan ini dan Liam hanya bisa memberikan pelukan pada Nasya untuk menenangkan dirinya..


''Aku sedih sekali Liam...aku mohon tolong aku....'' isak Nasya sesegukan di pelukan Liam..


''Baiklah Naysa...aku akan menolongmu...ayo kita menikah kau bisa keluar dari rumah ini dan bebas...''


Hening...


Nasya menganggukan kepalanya dengan lega dan kembali memeluk Liam dengan erat...

__ADS_1


*************


''Aku tak ingin menemui mereka Alana...katakan saja untuk pergi kerumah Kakek Arkana dan Grandny Ana....aku tak ingin melihat wajahnya...dia pasti sudah hamil karna itu ingin cepat menikah...aku akan menjadi gila...'' isak Aleysa terisak..


Sementara diruangan ini ada Rafael dan Alana..


''Mom...maafkan aku tapi aku sangat menegenal Liam..dia sudah seperti adiikku sendiri, aku yakin tidak terjadi apapun di anatara mereka...dan jika mereka ingin menikah mungkin karna mereka saling mencintai...


''Anak-anak itu masih sangat muda...tau apa soal cinta...aku tak membayangkan aib akan menimpaku lagi...bahkan peristiwa Rachel dulu masih membekas dan menyakitkan...''


''Mom..kita harus memberinya kesempatan bicara, jika memang Nasya hamil maka Mommy boleh menghukumnya tapi jika tidak..maka kita hanya harus menikahkan mereka...'' ucap Rafael dengan bijak...


Aleysa terdiam dan menimbang perkataan Rafael lalu menganggukan kepala...


''Baiklah....besok pagi kita akan bicara dan Mommy tak akan memberikan kesempatan kedua meski kalian memohon...untuknya..'' ucap Aleysa memberi peringatan...


''Baiklah Momm....'' ucap Alana dan Rafael bersamaan...


Setelah memastikan Alesya tertidur, Rafael dan Alana keluar dari kamar...


''Kau belum tidur Alana....''


''Hmm...aku akan menemui Nasya dia butuh seseorang....''


''Kau sangat baik.....''


Rafael mengangguk menatap Alana mendekati lift dan turun ke lantai dasar...


Sial....mengapa ia gagal lagi...?? pada hal ia sudah merencanakan semuanya, kedatangan Nasya dan Liam akan membuat segalanya lebih sulit...


**************


Alea masih memeluk Kanaya dan menenangkan calon menantu kesayangannya..


''Jadi kau ingin pulang, tapi kau masih sekolah sayang..bagaimana jika kau tinggal di apartemant saja...'' ucap Alea membujuk..


Mendengar hal itu membuat Alan sontak mengangkat wajahnya, mengapa Mommy malah mendukung Kanaya...??


''Mommy.,..mana bisa Kanaya tinggal di Apartemen sendirian...''


''Apa urusanmu..kau bahkan bukan tunangannya lagi...urus urusanmu sendiri lagipula Mommy menitipkannya pada Rico anak teman Mommy dia akan menjaga Kanaya..,.''


Mendengar nama Riko sanggup membuat Alan menggeleng tegas...


''Rico...Mommy...kau tau sendiri dia seorang playboy...''


''Playboy juga tak masalah lagi pula dia tau kalau Kanaya akan di nikahkan dengan David jadi Alan..jika kau tidak punya kepentingan disini pergilah...'' usir Alea kesal..

__ADS_1


Ia sudah mengatur segalanya dengan baik, dan berharap mereka pulang dengan kabar baik...tapi yang ada...sikap keras Alan membuatnya meradang...jadi ia memutuskan menjalankan rencana B..


Membuat Alan cemburu hingga menyadari kesalahannya...


Alan terpaksa pergi karna Mommy Alea mengusirnya pergi...setelah mereka yakin kalau Alan sudah pergi..Kanaya menghapus airmatanya...


''Aku kesal sekali padanya Mom...dia menuduhku..''


Alea kembali memeluk Kanaya untuk menenangkannya...


''Mommy yakin dia sudah menyukaimu Kanaya tapi gengsinya teramat besar dan kau jangan pernah lunak padanya Kanaya, kau harus memberinya pelajaran...''


''Tapi aku selalu takut padanya Mommy...''


''Jangan menatap matanya ketika bicara Kanaya atau dia akan menekanmu lewat mata..usahakan kau menghindari menatapnya dan kita liat dia akan merasa terbakar...dan akhirnya mengakui...perasaannya, tapi aku mulai lelah Momm....''


Jangan coba-coba membatalkan pernikahan ini atau Mommy akan menikahkan kalian secara paksa....tugasmu sekarang adalah buat dia jatuh cinta kepadamu Kanaya putriku, Mommy akan menunggu kabar baik...''ucap Alea memeluk Kanaya dengan erat..


Sejak Kanaya lahir Alea sudah merawatnya dengan sepenuh hati, jadi cinta dan perhatiannya sangat besar pada Kanaya, sama seperti Alana dan Alan...


''Jadi apa yang harus kau lakukan sekarang...''


''Berkemas sayang, Mommy akan membantumu, ingat untuk akting sedih...''


Kanaya menganggukan kepala dengan patuh..


''Bagaimana kalau Daddy pulang...''


''Mommy akan menanganinya sayang...''


''Baiklah kalau begitu...aku akan melakukannya, ayo Momm....''


++++++++++++


Kanaya sudah berkemas sedangkan Alan yang mempunyai kamar di lantai yang sama dengan Kanaya menjadi gelisah sendiri,...sedari tadi dia berjalan mondar mandir tanpa tujuan dan membuat ia frustasi sendiri....


Pintu terbuka dan Alan tak bisa meneymbunyikan diri...ia berada tepat di kamar Kanaya...tatapannya seperti tidak rela...


''Mommy....jangan melepaskannya...dia anak perempuan, bagaimana kalau ayah Kenan tau...aku akan mengadu...''


''Hahaha....Alan..David sudah menunggu di apartement dan minggu depan ketika Daddy dan ayahmu pulang maka Mommy akan mengumumkan pernikahan Kanaya dan David....''


''Apa....''


Alan tampak syok mendengar ucapan sang mommy yang kejam...mengapa Mommy malah mendukung Kanaya...


''Selamat tinggal Alan...'' ucap Kanaya dingin...

__ADS_1


__ADS_2