
Karna sudah terlalu pusing sendiri,...Alana memutuskan keluar kamar dan menuruni tangga..ia tidak menggunakan Lift karna terlalu cepat untuknya..
Pikirannya begitu penuh ketika mendapatkan kenyataan di depan matanya....ia dan Delvaro terikat sebuah perjanjian dan hal itu membuatnya sedikit dilema,....bagaimanapun ia juga sedih menyadari bahwa keluarga ini menyimpan konflik yang mengakar..Delvaro merindukan kasih sayang dan hal itu membuat Alana terpengaruh...ketika sampai di lantai 2 langkahnya terhenti ketika mendengar percakapan dua orang yang tak lain adalah Rafael dan juga Delvaro...Alana sedikit mengintip dan menghela nafas..kedua saudara itu saling menatap dengan tajam...Alana memutuskan duduk di tangga dan mendengar dalam diam,....
Rafael tersenyum sinis kepada Delvaro yang baru saja keluar dari lift..Delvaro baru saja keluar dari kamar orangtua mereka sementara Rafael baru saja akan masuk menemui sang ibu...
''Lihat ini...anak yang terhilang....'' sindir Rafael dingin...
Delvaro hanya bersedekap menatap Rafael dengan dingin....
''Apa maksudmu...bukankah kau perlu bersyukur karna aku tidak membunuhmu Rafael...jadi sebaiknya tutup mulutmu saja...''
''Hahaha,....aku tak ragu tentang membunuh pada dirimu, aku tau benar kalau kau bahkan mampu menyakiti orang yang telah menolongmu...bahkan anj*ngpun tak akan mengigit tuannya...''
Delvaro mulai kehilangan kesabaran...ia mendekat...
''Rafael.....''
''Apakah kau mau membunuhku....tapi aku yakin tidak, kau tak akan menukar kasih sayang yang di berikan Mommy kepadamu bukan...jika kau membunuhku maka hubunganmu dengan Mommy selesai....aku anak kesayangannya..'' ucap Rafael bangga..
Sementara...Alana gemetar membayangkan betapa jahatnya Rafael..mengapa dia menyakiti Delvaro dengan kata-katanya...
''Apa yang sebenarnya kau inginkan Rafael...''
''Menyadarkanmu....''
Delvaro tersenyum....
''Kau baik sekali....aku terharu....''
''Mommy hanya menginginkan seorang pengganti anaknya yang hilang...kau pikir dia akan menyayangimu dalam semalam begitu....? kebencian Mommy kepadamu sudah mengakar dan tidak mungkin hilang dalam sekejap,....sementara kau sudah berbunga-bunga...kau bahkan seperti anak kecil yang baru pertama kali mendapatkan cinta..aku kasihan kepadamu.'' ucap Rafael tajam..
Delvaro tak mampu menahan emosi..ia mendekat mencengkram ujung baju Rafael dan menatapnya tajam...
''Kau benar-benar bajingan...bukankah dia ibu kandungku juga....wajar jika aku menginginkan kasih sayang darinya....''
''Tapi kau harus menggunakan otakmu Delvaro...Mommy membencimu dengan sangat dalam...dia hanya sengaja memperalatmu dengan memberinya seorang anak...setelah kau memberikannya maka Mommy akan menyingkirkanmu dengan segera,...''
''Diam...kau benar-benar tidak tau menjaga mulutmu..kau...''
''AKu hanya bicara apa adanya..jangan terlalu senang....pada pelukan ibu, aku mendengar semuanya dan aku bahkan tidak tahan untuk tertawa....''
''Rafael.....''
''Bagaimana kalau kita melakukan sebuah permainan...kita liat ibu akan berpihak pada siapa...''
__ADS_1
Delvaro membeku....ketika Rafael melakukan sesuatu di luar dugaan...ia mendorong tubuh Delvaro menjauh dan menjatuhkan tubuhnya dari atas kursi roda...hingga menimbulkan bunyi yang keras...cukup keras hingga membuat Aleysa keluar dari dalam kamar...
Sementara Alana segera bersembunyi...ia seperti sedang menonton sebuah pertunjukan drama di dunia nyata...Alana benar-benar tak menyangka jika Rafael akan melakukan hal nekat dan licik...jantung Alana berdebar dengan keras...
Pintu terbuka dan Aleysa begitu terkejut melihat Rafael jatuh dari kursi roda dan Delvaro berdiri tak jauh dari putra kesayangannya...
''Rafael.....'' jerit Aleysa dengan gemetar...ia berlari mendekati Rafael dan membantunya berdiri hingga ia pun tak bisa menyembunyikan kemarahan pada Delvaro karna mengira Delvarolah yang menjatuhkan putranya...
''Apa yang terjadi....Delvaro, apa yang kau lakukan pada adikmu...'' teriak Aleysa dengan suara lantang,....
Hening....
Delvaro mengepalkan tangannya dengan kuat menatap mata Aleysa yang tajam kepadanya...ia mendekat menatap mata sang Mommy yang baru beberapa jam lalu menatapnya penuh cinta..yang memeluknya dan membisikan sebuah janji yang membuat hatinya menghangat...
Aleysa mendekat dan sesaat kemudian...
Plack!!!!!!
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Delvaro hingga pria itu hanya mampu terdiam...rasa kecewa dan kepercayaan yang runtuh membuat pria itu hanya terdiam..
''Tak bisakah kau mengendalikan dirimu Delvaro...tak bisakah kau mengendalikan dirimu untuk berbuat kasar....bagaimanapun Rafael lumpuh...teganya kau melakukan ini kepadanya....dia adik kandungmu sendiri....''
''Mommy......'' suara Delvaro terputus...
''Aku benar-benar tak tahan padamu Delvaro...apakah kau benar-benar ingin membunuh putraku lagi...''
''Mommy....aku jatuh sendiri, Delvaro tak bersalah..mengapa Mommy menamparnya...''ucap Rafael dingin...
Deg!!!!
Aleysa membeku....menyadari kalau ia telah salah dalam bersikap...ia tak mampu mengatakan apapun lagi selain terkejut....mengapa ia ceroboh dan menuduh Delvaro..?? kini Delvaro hanya menatapnya dengan pandangan dingin yang tak tersentuh...
Aleysa ingin mendekat namun Delvaro menjaga jarak....
''Jangan berpura-pura lagi Mommy..bukankah itu sungguh melelahkan di usiamu...''
Mata Aleysa menjadi panas....
''Delvaro....maaf,....''
''Aku tak akan berharap lagi kepadamu jadi jangan pernah mendekatiku lagi,....atau kau akan membuatku semakin muak...lagi pula, aku terlalu tua untuk mengharapkan kasih sayang seorang ibu.....dan Rafael lebih membutuhkanmu...permisi,....''
Delvaro membalikan tubuhnya dan menekan lift..sementara Aleysa meneteskan airmata...mendekati Delvaro dan menyenttuh bahu Delvaro namun lift terbuka dan Delvaro masuk ke dalam lift...dan pintu tertutup..''
Alana yang masih bersembunyi memegang dadanya yang begitu terguncang..hatinya sakit sekali menyadari betapa terlukanya Delvaro saat ini....betapa hancurnya perasaan Delvaro pada sang ibu...
__ADS_1
Alana menghapus airmatanya dengan cepat lalu melangkah memutar arah...dia harus menemui Delvaro.....yah....
++++++++++++
Sedangkan Aleysa menatap Rafael dengan tajam..
''Mengapa kau mengadu domba Mommy dan Delvaro....''teriak Aleysa dengan suara yang lantang penuh kemarahan....
Mata Rafael bersinar tajam....
********************
Alana keluar dari rumah dan mencari sosok Delvaro...ia sudah mencari di kamar namun ia tidak menemukan Delvaro dan Alana menjadi putus asa...
Alana berlari ke arah taman dan memutar pandangan..dan hatinya terasa di remas dengan kuat...matanya panas namun ia segera menghapus jejak airmatanya...
Alana melangkah dengan senyuman cerah di wajahnya ia mendekati Delvaro yang sedang duduk menatap ke arah kolam...
Alana berjinjit dan mendekati Delvaro lalu menutup mata pria itu..
Delvaro terkejut dan tersenyum...aroma tubuh Alana sudah sangat di hafalnya...
''Alana...''
Suara Delvaro terdengar renyah dan menggenggam jemari Alana mendekat...keduanya bertatapan...
''Kau cantik sekali....'' bisik Delvaro terpana...
''Hm....tentu saja aku selalu cantik...aku terbangun pagi ini dan mencarimu...bisakah kau memelukku Delvaro,....karna setiap aku bangun Daddy selalu memelukku...''
Delvaro mengerutkan kening namun ia tidak mengatakan apapun..pria itu segera membuka tangannya dan Alana menghambur memeluknya dengan erat...
Deg!!!!
Alana memejamkan matanya...sungguh ia ingin memberi Delvaro sedikit pelukan dan membuat pria itu merasa lebih baik,....
Sementara Delvaro mendekap Alana dengan erat...lalu mengecup puncak kepala Alana...
setidaknya dia masih punya Alana sebagai milikknya...
Alana berbisik...
''Aku ingin sekali melahirkan anak untukmu..'' bisik Alana tiba-tiba..
Hal itu membuat Delvaro menjauhkan tubuh Alana..
__ADS_1
''Hah....''