
Delvaro membawa Alana menuju sebuah Mansion besar yang di belinya ketika datang ke negara ini..Mansion itu sangat luas dan mewah..
Alana turun dari mobil di ikuti Delvaro..
''Mengapa kau membawaku kesini..''
''Aku ingin kau melihat rumah masa depan kita...setelah kita menikah..''
Alana menoleh...dan seketika tertawa..
''Kau dan adikmu Rafael tidak akan pernah menjadi salah satu kekasihku..kalian berdua sudah masuk di dalam daftar hitamku..''ucap Alana lalu melangkah dengan tertarik ke dalam gedung..
Rupanya sudah ada pelayan dan beberapa penjaga yang merawat rumah ini..Delvaro mengikuti langkah Alana di belakangnya..dari pada membalas kata-kata pedas Kanaya..pria itu lebih memilih menanggapinya dengan sabar..
''Mengapa ruangan ini kosong...'' tanya Alana..
Delvaro tersenyum lalu mendekat..mengikis jarak di antara mereka..hingga menikmati wajah ALana yang manis..
''Aku bingung..karna aku seorang pria..bagaimana menurutmu Alana...apa yang harus kulakukan dengan ruang kosong itu...atau begini saja..tutup matamu..lalu bayangkan kalau rumah ini adalah milikmu apa yang akan kau lakukan dengan rumah ini.''
Delvaro menatap dengan penuh perhatian...
Alana mengangguk patuh lalu memejamkan matanya dan mulai berangan-angan..
''Jika aku yang punya rumah ini,...aku ingin rumah ini seperti letak dirumahku..aku mau ada lift, juga di sudut kosong dekat sofa itu sebuah piano berwarna putih,...jadi aku bisa memainkan lagu-lagu indah yang menghibur...
Delvaro mengangguk dan menyimpan semua infomasi Alana di dalam kepalanya, Delvaro lalu membawa Alana ke lantai atas dan memperlihatkan kamar-kamar kosong dan sekali lagi meminta pendapat Alana...dan gadis itu dengan polos menunjukannya kepada Delvaro warna kesukaannya dan juga semua barang favoritnya yang biasa Alana pajang di rumahnya..
Delvaro mengajak Alana berkeliling hingga sore hari..dan gadis itu mulai mengeluh..
''Aku ingin pulang...''
''Baiklah...aku akan mengantarmu..'' balas Delvaro sambil melangkah ke mobil...
Ponsel milik Delvano berdering, telp dari Miley sepupunya..
Miley : Kau dimana...aku sudah menunggu di apartemen, ayo kita makan bersama....apartemenmu terkunci aku lupa paswordnya,
Delvaro tersenyum...
Delvaro : Aku akan pulang sebentar lagi Miley tunggu aku di apartemen, yah...sisakan untukku makanannya..
Miley : Yah....baiklah..
Telp di putus dan mampu membuat Alana sedikit terganggu...pria playboy ini bahkan sudah punya wanitanya namun masih sengaja mendekatinya...ckckck....dia dan Rafael tak ada bedanya,..makan bersama cih... wajah Alana menjadi kesal..dan melangkah lebih dahulu ke dalam mobil..
Sementara Delvaro melangkah mengikutinya, mobil akhirnya meninggalkan kawasan Mansion milik Delvaro..
Sepanjang perjalanan Alana hanya memejamkan matanya dia masih kesal karna mendengar telp mesra dari seseorang pada Delvaro...ia tidak cemburu astaga dia hanya kesal karna seorang playboy bahkan berani menciumnya...
__ADS_1
Astaga...
ALana menghela nafas,...
''Ada apa Alana...''
''Aku ingin pulang...aku lelah aku ingin istirahat,...''
''Baiklah....aku akan cepat...'' balas Delvaro patuh...
Alana mulai rilexs namun tak lama..ketika ia mendengar kalau ada bunyi telp dari seorang gadis kepada Delvaro skali lagi..
Baiklah Miley..aku akan membelinya..kau benar-benar....baiklah aku akan membelinya...pembalut wanita...??
Kali ini Alana menoleh dengan gusar...? apakah itu artinya mereka tinggal serumah...?? jemari Alana mengepal...
''Alana...bisakah aku memint bantuanmu... Miley dia perlu pembalut dan memintaku......''
Alana tertawa dengan rasa kesal yang kentara..
Sial........
********
Setelah membeli beberapa peralatan kewanitaan, Delvaro langsung mengantar Alana sampai ke depan rumahnya..
Pria itu masih sempat turun dan memberi salam kepada Alea..sang Mommy Alana yang sedang menunggu putrinya..
Alana yang manja...
************
Alana masuk dan mendapati Kanaya sedang duduk di taman kecil di teras samping dan melamun...
Alana mendekati Kanaya dan mengejutkannya hingga gadis itu melompat..
''Kanaya....mengapa melamun disini..kau belum tidur...'' tanya Alana lalu duduk bersama Kanaya..
''Aku merindukan ibu...''ucap Kanaya dengan suara yang serak seperti ingin menangis..
Alana menghela nafas...
''Yah...aku juga merindukan ibu Genka..jika saja aku tak sibuk dengan proyek ini maka...aku pasti bisa kerumah Ayah...''
Kanaya mengangguk...
''Setelah ujian aku ingin pulang sebentar...''ucap Kanaya...mencoba tersenyum..
''Tentu saja...Alan akan menemanimu...''
__ADS_1
''Tidak..kak Alan pasti sangat sibuk,...''
''Tapi Mommy tak akan membiarkanmu pulang sendiri,....kau adalah calon menantunya..''ucap Alana tersenyum..
Kanaya memejamkan matanya...mencoba mengabaikan perih di daerah intinya yang membuatnya tak bisa melakukan apapun...
Kanaya memejamkan matanya, mengingat kembali setelah percintaan selesai..Alan memeluknya dan tertidur...di sampingnya...Alan bahkan tidak perduli bagaimana rasa sakit Kanaya karna ini yang pertama baginya...
Kanaya membersihkan dirinya lalu menunggu Alan sampai bangun lalu mereka pulang seperti tak terjadi apapun...sikap Alan kembali dingin kepadanya hingga Kanaya semakin bingung...apa perasaan Alan sebenarnya untuk dirinya...apakah pria itu hanya mempertahankannya demi ego...?? teganya Alan kepadanya...
Kanaya kembali meneguk minuman di dalam gelas...
''Kanaya...sebaiknya tidur saja..sudah malam....''ucap Alana namun Kanaya seperti tenggelam sendiri dengan pikirannya..
''Kanaya...Kanaya..''
''Yah.....maafkan aku....''ucap Kanaya dengan gugup..
Alana yang mengira Kanaya memang sedang rindu ibunya mendekat dan meraih Kanaya ke dalam pelukannya..sungguh Alana sangat mencintai gadis ini dan sangat setuju menjadi kakak iparnya..
Alana mengusap punggung Kanaya hingga isakan sedih dari Kanaya mulai terdengar dan hal itu membuat Alana ikut sedih...
''Yah,.....mengapa kau malah menangis Kanaya..aku ikut sedih...dengarkan aku Kanaya...aku sangat sayang padamu dan aku hanya ingin kau yang menjadi kakak iparku...aku akan bilang pada Daddy agar membebaskan kak Alan beberapa hari untuk mengantarmu..bagaimana...''
''Tidak,....aku akan pulang sendiri saja Alana...''
''No...kita adalah keluarga..kau adalah calon kakak iparku jadi aku tak akan tenang jika kau pulang sendirian lagi pula..Mommy dan Daddy tak akan mengijinkanmu pulang sendirian..sekarang hapus airmatamu sayang...''bisik Alana membujuk..
Dan dan tangisan Kanaya terhenti...Alana manariknya berdiri hingga Kanaya menjerit...dia masih merasa nyeri dan Alana menariknya dengan kuat..mata Kanaya berkaca-kaca..
Sedangkan Alana menoleh...
''Kau sakit...ada apa..kakimu sakit Kanaya...''mengapa kau susah berjalan...''
Kanaya kehilangan kata...sementara ia berdiri dengan kaku..
Dan disaat yang sama...Alan melangkah melewati ruang tamu dan membuang pandangan pada Alana dan Kanaya yang masih berdiri saling menatap tajam..Alan mengerang...
Pria itu mendekat dan tanpa aba-aba ia langsung menunduk..
''Naiklah ke punggungku..bukankah lututmu masih sakit Kanaya...''
Deg!!!
Kanaya membeku mendengar ucapan Alan...dan langsung mengrti Alan hanya sedang mengalihkan pembicaraan..
Alana melebarkan matanya takjup ini kali pertama Alan bersikap baik...kepada Kanaya..
''Waaoww kakak...kau sudah siap menikah...'' goda Alana bangga...
__ADS_1
Alan hanya menggeleng di wajah dinginnya..dan membawa Kanaya menuju lift...sementara Alana mengikutinya dari belakang..