Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Tak Punya Pilihan


__ADS_3

Alea sungguh terkejut melihat sosok Kenan berdiri menjulang di hadapannya dengan tatapan dingin yang tidak terbaca,....pria itu bahkan masih merengkuh tubuh Alea dengan begitu erat...Alea melirik sekitarnya dan baru sadar hari sudah hampir malam, dan jika Kenan tidak menahannya ia pasti sudah jatuh ke dalam jurang yang dalam ini lalu,...mati..mau tak mau Alea tak punya pilihan selain berterimakasih kepada Kenan, karna pria ini menolongnya...


Hening....ketika tubuhnya masih di peluk dengan erat.. mau tak mau ingatan yang baru saja ia lewati kembali menyentuh kesadarannya..Mata Alea menjadi panas.....jadi ia sedang berhalusinasi tadi..? rasa sakit itu kembali menghantuinya...ketika sadar bayangan ibu dan kakaknya tidak nyata, tentu saja..apa yang ia inginkan...mereka berbeda alam sekarang tak mungkin mereka bisa bertemu lagi....


''Kenan..terimakasih kau menyelamatkan aku...'' ucap Alea dengan wajah yang terlihat pucat pasi..


Sedangkan Kenan hanya diam membeku, tubuhnya bergetar menyadari hampir saja Alea jatuh ke dalam jurang, melihat wajah Alea yang terlihat lebam dan juga ada bekas darah di sudut bibirnya yang terlihat jelas..hatinya terasa nyeri seketika...


''Apa yang terjadi dengan wajahmu..'' tatapnya ingin tau..


Alea memalingkan wajahnya.....menghindari tatapan dingin Kenan yang menyelidik.


''Bukan apa-apa Kenan.? ucap Alea dengan malas.


''Alea......'' suara Kenan begitu tegas...hingga Alea memejamkan matanya sesaat, ia sudah sangat lelah...


Aley lalu berusaha melepaskan diri dari rengkuhan Kenan, walau itu sulit sekali...


''Kau mau aku menjawab apa Kenan...apa yang terjadi kepadaku sama sekali bukan urusanmu..apa kau mengerti....''


Hening....


Kenan sekali lagi mencoba bersabar menghadapi Alea apalagi saat ini dia sedang hamil...pria itu lalu melangkah mendekati Alea dan menunggu hingga Alea selesai meletakan bunga disana...


Alea melangkah pelan mendekati makam, dan meletakan bunga di atas pusara kedua orang tuanya lalu tersenyum di wajahnya yang sendu..


''Aku akan datang kembali...ibu.'' ucap Alea dengan kesedihan yang tergambar jelas...


Alea lalu berbalik namun sekali lagi Kenan berdiri di hadapannya dan menatapnya tajam...


''Kenan,apa lagi maumu...''


''Kau tau jelas apa mauku Alea.....'' pria itu jauh dari kata menyerah.


Alea tertawa.....


''Tak ada lagi yang tersisa dariku, aku..hanyalah seorang wanita yang terbuang...aku tak punya aapapun, aku bahkan tidak tau sampai kapan aku bisa bertahan hidup,....airmata Alea menetes..ia menatap Kenan dengan isakan sedih...tinggalkan aku....kau bahkan bisa mendapatkan seribu wanita yang lebih baik dariku Kenan...aku tak punya apapun yang bisa di berikan kepadamu..mengapa kau malah mengejar wanita sepertiku.''


Kenan mendekat menurunkan tatapannya untuk menatap mata bening Alea yang begitu putus asa...


''Kau terlalu banyak memberikan penjelasan buruk tentang dirimu sendiri Alea....''


''Bukankah aku sedang jujur...''

__ADS_1


Kenan menganggukan kepala....


''Baiklah mari kita jujur Alea, dari sekian banyak wanita yang kau tawarkan itu hatiku hanya memilihmu..aku hanya ingin kau....jangan lupa Alea..kau sedang hamil anakku, anak seorang Kenan Renov, dan aku tak akan menyerah...''


Deg!!!!!


''Anak..bahkan anak ini bertumbuh tanpa keinginanku, entah bagaimana itu terjadi aku sama sekali tidak ingat apapun Kenan...lagi pula kau bisa memiiki seribu anak dengan wanita lain di luar sana jika kau mau...mengapa kau malah mengincarku....'' tatap Alea ingin tau,...


''Aku mencintaimu Alea, aku sangat mencintaimu..''


Alea menggeleng, cinta ia bahkan sudah tidak memilikinya lagi...


''Kita tak pernah bertemu sebelumnya kau dan aku adalah orang asing bagaimana bisa kau jatuh cinta kepadaku...''


Kenan mendekat..ia tersenyum''


''Di dunia ini ada banyak misteri hanya saja kau tidak tau...Alea...''


Alea menggelengkan kepala..


''Aku membencimu..bukankah aku sudah pernah bilang,.aku sama sekali tak ingin melihat wajahmu aku benci.....kau menyebab luka di hatiku, kau menipuku Kenan..''


Kenan menghela nafas.....


Alea mendekat...


''Karna..... kau rumah tanggaku hancur itu semua karna dirimu,..aku sudah tak ingin berurusan lagi denganmu.'' ucap Alea singkat..


Kenan bersedekap...


''Lalu bagaimana dengan suamimu yang menyakitimu berkali-kali...bahkan aku tebak dia yang menyebabkan lebam di wajahmu bukan, rumah tangga kalian tak akan bertahan walaupun ada aku, bukankah dia juga menipumu...bahkan Darren lah yang membunuh keluargamu...''


Alea memijit pelipisnya yang terasa nyeri...


''Itu bukan urusanmu Kenan.....''


''Oh yah....maaf tapi itu adalah urusanku karna kau adalah milikku...''


''Hentikan Kenan...aku sudah sangat lelah, aku bukan milik siapapun, aku milik diriku sendiri, aku benci mendapat tekanan apapun, aku lebih baik mati dari pada menerima itu semua lagi......tak ada tempat bagimu dan Darren di hatiku. ..''


''Deg!!!!


''Alea......''

__ADS_1


''Aku benci kau, aku benci Darren aku benci kalian berdua... suara Alea bergetar penuh rasa sakit.....jadi...jika kau ingin anak ini selamat maka...menjauhlah dariku.....aku sama sekali tak ingin melihat salah satu dari kalian..........''


Kenan mengangguk....mencoba mengalah karna dia tau benar, Alea begitu terguncang saat ini, masih banyak waktu agar ia mengambil hati Alea...pria itu menatap Alea dengan tajam..


''Baiklah....aku menyerah Alea, tapi kau harus tinggal bersamaku...maksudku.. aku akan mendirikan rumah di samping rumah utamaku...aku janji aku tak akan pernah mengganggumu atau muncul di hadapanmu....tanpa seijin darimu Alea...aku janji, asal kau mau ikut denganku......'' suara Kenan mencoba membujuk..


Alea terdiam sesaat, kemudian ia menatap ke arah Kenan yang menatapnya penuh harap....


''Aku tidak mau....'' balas Alea dengan begitu dingin, melangkah melewati Kenan begitu saja....


Kenan mengepalkan tangannya lalu melangkah mengikuti Alea dengan pelan, berjalan di belakangnya.....


''Alea....jangan menguji kesabaranku, kau tau benar kalau aku,...berusaha menahan semuanya,...''


Alea tak bergeming, ia sama sekali tidak menggubris ucapan Kenan malah semakin melangkah semakin jauh meninggalkan Kenan....


''Jika kau tidak berhenti dan menjawabku,tetap saja aku akan membawamu pulang, dari pada mengabaikanmu di tengah jalan tanpa tujuan Alea..suamimu sudah mengusirmu bukan,...''


Deg!!!!


Tubuh Alea merasa nyeri mendengar ancaman terbuka yang di layangkan Kenan kepadanya, ia menoleh...


''Apakah kau hanya bisa mengancam untuk mendapatkan keinginanmu..''


Kenan mendekat dan tersenyum.....


''Aku ingin mengatakan satu hal kepadamu, aku memiliki salah satu organ tubuh kakakmu Aiden dan kau pasti akan terkejut Alea...''


Mata Alea membulat sempurna, syok...? itu pasti...ia memandang wajah Kenan dengan ekpresi yang terkejut..


''Apa maksudmu......Kenan....''


''Jantungku adalah jantung milik Aidenora...'' ucap Kenan memberi penjelasan....


Airmata Alea menetes di wajahnya,.....


''Bagaimana mungkin itu terjadi Kenan..........''


Kenan tersenyum....


Tepat pada saat yang sama sebuah mobil yang lain berhenti di sekitar makam...sosok Darren keluar dari sana.....dan menatap mereka dengan tajam........


''Kembalikan istriku Kenan....'' ucap Darren seraya memegang pistol di tangannya.......

__ADS_1


Deg!!!!!!


__ADS_2