Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Mengulur Waktu


__ADS_3

Mobil milik Alea dan Luke meluncur menuju sebuah pantai yang indah dan tak banyk orang disana..


Alea pun turun dan di ikuti Luke,..keduanya saling melangkah bersama di pasir,..


sepanjang jalan Luke tak berhenti menatap mata Alea..tidak hanya mata namun keseluruhan wanita ini begitu di pujanya..hingga Luke menjadi tak mengerti mengapa ia bisa tergila-gila kepada Alea...


''Apa kau menyukai pantai...''


Alea menoleh...


''Yah...waktu kecil aku dan keluargaku sering ke pantai,....dulu keluarga kami masih lengkap..'' ucap Alea menerawang dengan kesedihan yang tak mampu di tolak...


Luke juga menghela nafas....


''Aku juga dulu suka ke pantai bersama ayahku sebelum ibu tiriku masuk dalam kehidupan kami dan mengambil semuanya...''


Alea menoleh...dan membeku melihat sosok Luke yang terlihat sedih....


''Hey mengapa kita sedih-sedihan sih...bagaimana kalau kita berjalan di pantai...


''Aku haus Alea....''ucap Luke menatapnya tajam...


Alea menghela nafas dan menatap Luke, ia tak punya pilihan untuk menghindar apalagi menolak...


ia tak ingin Luke curiga kepadanya....astaga, apakah Kenan dan Darren sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan...mengapa belum ada kabar....mengapa tidak ada isyarat..dari tadi Alea memegang ponselnya namun tak ada getaran sama sekali...


''Ehm...aku juga haus...'' ucap Alea menurut..


Luke tersenyum lalu melangkah lebih dahulu mendahului Alea untuk memesan minuman dan akhirnya Alea duduk dan menunggu...


Tak berapa lama kemudian Luke datang dengan membawa minuman yang di pesannya dan menyerahkannya kepada Alea dan meminum miliknya...


''Minumlah...cuaca yang panas...sangat pas untuk minuman dingin ini...''


Alea menatap tak yakin pada minuman yang di tawarkan Luke, namun jika ia tidak minum maka Luke akan curiga..Luke sangat licik dan pintar ia akan gampang mencurigai bahkan hal kecil.


Jadi haruskah Alea meminumnya....??


''Apakah kau tidak menyukai minumannya...atau mau aku ganti,....''


Alea berdehem...


''Tidak ini baik....terimakasih Luke...cuaca yang panas dan sangat pas dengan minuman ini..''


Luke tersenyum ketika Alea segera meminumnya sampai habis...dan tersenyum lega...


''Minuman yang segar Luke...''ucap Alea..


''Bagus...'' senyum Luke...


''Sekarang ceritakan tentang kondisi Darren, seberapa besar kemungkinan dia bisa sembuh, kita bisa memindahkannya ke rumah sakit yang lebih besar Alea....''


Alea tersenyum...


''Dia baik-baik saja, kata dokter dia akan pulih secara perlahan.....''

__ADS_1


Alea merasa tubuhnya aneh...ia merasakan panas di sekujur tubuhnya...pandangannya mulai tidak fokus...


''Bagus Alea...aku senang mendengarnya...''


Luke mendekat dan menyentuh jemari Alea dan membuat waniat itu merinding..Alea mencoba berdiri,......sementara Luke juga ikut berdiri dan mendekati Alea...


''Aku ingin ke toilet sebentar....'' ucap Alea melangkah dengan goyah namun Luke segera menangkap tubuhnya...membawanya dalam rengkuhan tangannya..sembari membuat ia menoleh..


''Aku akan membantumu ke toilet....''


Alea mengerang,...bisikan Luke terasa panas dan membakar....Luke lalu menuntun Alea sampai ke depan pintu toilet dan ingin masuk namun Alea menahan tangannya..


''Luke...aku bisa sendiri...'' nafas Alea mulai tercekat...


Luke tersenyum...


''Aku beri waktu 5 menit...''


''Yah...''


Alea masuk dan mengunci pintu, lalu mengambil ponselnya...dan menelfon Darren ia membiarkan ponselnya hidup di sisa kesadarannya..sialan Luke dia menaruh sesuatu di minumannya..


Alea berbisik ketika ponselnya tersambung..


Alea....


Aku sudah tak bisa bertahan Darren....dia memasukan sesuatu dalam minumanku dan aku merindukan sentuhan sekarang,.....


Apa........


Aku sudah selesai Alea...tunggu aku dan jangan matikan ponselmu dan lokasimu...


Ya...Darren,....


Pintu di ketuk dari luar, dan akhirnya Alea membuka pintunya...wajahnya sudah memerah dan ia sungguh telah di kuasai gairah..


Luke tersenyum,....dan meraih Alea keluar bersamanya..tak mungkin dia melakukan itu di tempat ramai ini.....jadi ia akan membawa Alea ke tempatnya...


Alea hanya menurut ketika Luke menuntunnya menuju ke mobil...dan memasukannya ke bangku penumpang....pria itu segera masuk ke dalam mobilnya sementara Alea sudah mulai di kuasai gairah..


''Luke...kau...memasukan sesuatu di dalam minumanku yah....''


Luke menoleh dan terdiam sebentar..


''Boleh aku jujur Alea..yah..aku memasukan obat perangsang di dalam minumanmu kau akan memohon kepadaku untuk bercinta denganmu...''


Alea menghela nafas ketika airmatanya menetes...


''Aku sudah menduga..kau pria seperti itu, padahal Kenan sudah memperingatkan aku agar jangan percaya tapi aku percaya juga....''


Luke menoleh...


''Jangan percaya kepadaku Alea jangan.....aku tak butuh kepercayaan siapapun...''


Alea mengerang ketika reaksi obat ini mulai menguasai pikirannya..namun sekali lagi ia mencoba tenang..

__ADS_1


''Padahal aku mulai menyukaimu Luke dan berharap hubungan kita bisa berjalan natural tanpa harus di paksa...'' airmata Alea menetes ia sungguh ketakutan..


Tanpa di duga Luke menghentikan laju mobilnya dan menatap Alea..


''Apa maksudmu Alea..''


Alea menoleh dengan gusar, menatap Luke dengan dalam.....


''Aku terlalu bodoh dan mengira ini cinta yang tulus,....aku bahkan berharap kau seperti pria terhormat lainnya yang melakukan s*x di pernikahan walau tak perduli seberapa besar kau menginginkannya....''


Luke terdiam,...ia terlihat terpengaruh...


''Kau juga menyukaiku..''


''Yah........tentu saja, aku tak pernah menyukai pria seperti aku menyukaimu, bahkan dengan Darren sekalipun.....''


Luke menoleh dan menatap wajah Alea yang sudah merah padam, dan nafas yang mulai tak beraturan,,....


''Baiklah...akan aku buktikan kalau aku mencintaimu dan bukan hanya ingin tubuhmu..''


''Bagus Luke, mengapa kata-katamu semakin membuatku jatuh cinta...''


Alea melonggarkan tenggorokannya, Darren akan membunuhnya ketika mereka bertemu nanti, karna Alea merayu Luke, mau bagaimana lagi...dari pada Luke menyentuhnya...astaga...


Luke tersenyum dengan lembut.....


''Alea aku akan membawamu ke rumahku bagaimana..''


''Dimana itu maksudku daerah...?''


''Bukit biru, Alea.....''


''Bukit biru,.....'' ulang Alea sedikit mengeraskan suaranya agar Darren mendengar ucapannya...


''Kita akan bermalam disana Alea....''ucap Luke lalu menghidupkan mesin mobil....


Sementara sepajang perjalanan Luke memasang earphone di telinganya lalu mengikat tubuhmu Alea karna ia mulai terangsang..Luke menatap Alea dengan tajam...ketika wanita itu memejamkan matanya...


Alea benar,...ia bukan hanya menginginkan Alea tapi dia sudah jatuh cinta dan akan menyentuh Alea di kesadarannya dan bukan pemaksaan..ia yakin benar kalau Alea akan menyerah kepadanya, mau bagaimana lagi...Darrem lambat laun akan mati sementara Kenan akan tenggelam dalam pesona Genka....


Dunia akan menjadi milikknya...


Sebuah rumah besar terbuka di depannya, Luke lebih dahulu keluar dan melangkah menuju halaman rumah, namun ia merasa ada yang aneh..ketika tak ada aktifitas di rumah ini padahal pelayannya selalu tersedia...


Luke baru saja melangkah namun...


Terdengar suara tembakan di atas udara dengan suara yang lantang...


''Angkat tanganmu Luke...''


Deg!!!


Luke berbalik dan menemukan ia telah di kepung, ada banyak polisi disini dan juga sosok Darren dan Kenan muncul bersama dan mengejutkannya...


''Tidak mungkin...'' desah Luke dengan suara yang bergetar...

__ADS_1


__ADS_2