Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Darren Vs Aiden


__ADS_3

''Siapa dia Alea...apakah kau mengenalnya...''


Darren menoleh sebentar dan mengeraskan wajahnya, ia tidak mengenal pria besar itu namun mengapa ada yang berubah di wajah Alea..apakah dia sedang menyembunyikan sesuatu...


mobil berhenti dan Alea hanya mengigit bibirnya dengan cemas.


''Ada apa dengan wajahmu Alea, mengapa kau tidak menjawab semua perkataanku...''


Alea menundukan kepalanya sediikit cemas..


''Darren sebenarnya..aku belum menjelaskan soal...''


''Aku akan tau jawabannya dengan segera sayang...''


Darren segera turun dan menarik Alea bersamanya, lalu menggenggam tangan Alea dengan posesif dan melangkah menuju taman, disana sudah ada ayahnya Darius dan seorang pria asing yang menatap Darren dengan sangat tajam hingga untuk beberapa saat keduanya terjebak dengan tatapan membunuh yang mengerikan.


Aiden tersenyum ketika matanya berpindah pada mata Alea yang begitu hangat, di sambut senyuman lebar Alea yang bahagia melihatnya,


''Sayangku....'' Aiden membuka tangannya dengan lebar..


Dan ironisnya pegangan tangannya pada Darren terlepas begitu saja dan Darren menjadi geram sendiri, beraninya Alea melakukan itu di depannya, hatinya berbuah panas ketika Alea melemparkan tubuhnya di tubuh pria bertubuh kekar itu dan mereka saling memeluk di hadapannya..hadapannya...


Alea melompat kepada Aiden dan pria itu menyambutnya dalam pelukan hangat yang tak kalah posesifnya, ia mengangkat tubuh Alea dan memeluknya dengan grakan memutar..


''Aku bahagia melihatmu...Aleaku sayang..'' bisik Aiden mengecup pucak kepala Alea dengan begitu dalam,


Pemandangan itu sanggup membuat Darren terbakar, ia mendekat dan hendak memukul pria besar itu dengan lebih dahulu menarik Alea namun, Darius sang Ayah menahan tangannya..


''Darren....cukup..''


Darrius menahan lengan Darren yang sudah terbang di udara..


''Ayah....'' Darren menoleh protes.


''Akan ada penjelasan dari semua yang kau lihat Darren..'' bisik Darius menenangkan..


Darren mengalah...ia menatap kebersamaan Alea dan pria asing ini dengan hati yang sedikit nyeri..ia akan menunggu penjelasan, dan sebaiknya itu masuk akal kalau tidak Darren tidak akan mengampuni keduanya..


Pelukan itu akhirnya selesai dengan sangat lama di mata Darren pria itu bersedekap menatap Alea maupun Aiden.

__ADS_1


''Sekarang jelaskan semuanya karna aku..tidak bisa bersabar lebih lama lagi..'' ucap Darren sudah mengepalkan tangannya.


Alea tersenyum sembari mengalungkan tangannya di lengan Aiden hingga pria itu hanya menaiakan sudut bibirnya dengan dingin ketika menatap Darren..


''Sayang,..maafkan aku jika aku belum memberitahumu yang sebenarnya..aku menunggu waktu yang tepat.''


Alea tersenyum dengan sangat manis dan sialnya Darren merasa berdebar ketika melihat senyum manis di wajah Alea, apakah Alea akan meninggalkannya tapi tidak mungkin...


Darren kembali menatap sosok pria di samping Alea yang lumayan tampan karna tubuhnya lebih berotot dan jauh lebih tinggi darinya. apakah Alea akan meninggalkan dirinya demi pria ini..?


Darren merasa akan gila dengan pikirannya sendiri...


''Alea siapa dia..kau tau kalau aku....''


Aiden melangkah dan menatap Darren dengan tajam, hingga kini tatapan mata Darren beralih kepada Aiden..


''Aku adalah Aidenora, aku adalah kakak kandung Alea...''


Deg!!!!


Darren sungguh kehilangan kata, kakak Alea masih hidup bagaimana mungkin..? kejadian itu sudah sekitar 14 tahun lalu memang tubuh Aiden tidak di temukan di lokasi namun mustahil jika ia hidup apalagi sehat seperti sekarang...


Lukas telah di perintahkan Darren untuk menyisir ke sekitar jurang yang gelap itu jadi...tidak mungkin kalau Aiden masih hidup, kemungkinannya bahkan hanya1%..


Aiden sedikit terkejut ketika menyadari Alea melepas kalungan tangan di lengannya dan mendekati Darren hingga pria itu mengeraskan wajahnya....menyembunyikan api yang sedang berkobar di dalam dirinya..


''Sayang, kau kenapa....mengapa kau tampak sekali syok..'' ucap Alea terlihat khawatir...


Pada saat itu Darren mengangkat wajahnya dan menatap Alea, lalu menatap Aiden...ia tau wajah Alea dan Aiden kecil..mereka sangat mirip nyaris seperti kembar identik..tubuh Alea lebih kecil dan itu sangat berbanding terbalik dengan tubuh pria ini yang sangat tinggi dan berotot, bahkan dari jarak yang paling dekat juga tak akan pernah menemukan satupun kemiripan mereka,..hingga Darren menjadi curiga..


Darren menatap Aiden...


''Kakak...apakah kau benar-benar kakak istriku, kecelakaan itu sudah 14 tahun lalu...kemana kau selama ini bahkan ketika polisi mencarimu ke segala penjuru...kau tidak bisa di temui...jurang itu sangat dalam dan akan meremukan tulang jika tubuhmu jatuh ke dalam sana...kau masih berusia 13 tahun waktu itu Aiden...'' ucap Darren dengan tajam..


Hingga Alea pun menjadi bingung dan goyah untuk sesaat, ia kemudian menoleh ke arah Aiden sekali lagi. dan hal itu tidak membuat Aiden senang..beraninya Darren Hugo bermain-main dengannya..? baiklah Aiden akan menanggapinya..


Aiden mendekat...dan tersenyum..


''Aku percaya orang sepertimu akan selalu memaksakan kehendak tidak masuk akalmu Darren Hugo....katakan bukti apa yang ingin kau tau dari kami...apa kau mau melakukan tes DNA..silahkan..tapi aku peringatkan kepadamu Darren Hugo..jika kau melakukan hal itu jika sampai kau meragukan aku kakak kandung Alea sendiri maka jangan salahkan aku..jika aku...akan menjadi penghalang terbesar pada hubungan kalian...'' desis Aiden dengan sangat tenang..

__ADS_1


''Lakukan tes DNA itu secepatnya Aiden....aku tak sabar lagi bukankah, itu perlu di lakukan karna ini menyangkut masa depan kami...dan jangan mencoba mengancamku Aiden..karna aku..tidak takut, Alea adalah istriku dan sampai kapanpun aku tak akan melepaskannya..'' ucap Darren dengan tajam..


Aiden tertawa..hingga tawa itu terlihat sangat mengerikan dan membuat Alea menjadi takut, dia berdiri di anatara kakak dan suaminya bagaimana bisa ia memilih...


''Tenang saja Darren...aku adalah kakak yang sangat pengertian, jika adikku bahagia maka aku akan sangat bahagia..jadi jangan terlalu takut...''ucap Aiden tersenyum lembut..


Darren menganggukan kepalanya...


''Besok kita akan bertemu di rumah sakit bagaimana...'' tawar Darren tak ingin menunda waktu.


Aiden menganggukan kepalanya...


''Baiklah.....kita akan bertemu disana..''


Aiden akhirnya menoleh kepada Alea yang terlihat sedih, uia mendekat dan mengelus kepala Alea....


''Aku akan membuktikan jika aku adalah kakak kandungmu Alea...''


Alea menatap ke arah Darren dan juga Aiden...


''Aku hanya tak ingin kalian saling bertengkar, kalian berdua adalah pria yang aku cintai....''


Deg!!!!!


Darren dan Aiden saling menatap dengan tajam...


****************************************


Darius membuka pintu kamar bawah dengan cepat, ia ikutan pusing dengan kedatangan Aiden yang begitu misterius...dan menjadi ikut stres..


Darius melangkah pelan ketika menemukan Tiara sedang memegang ponsel miliknya dan sepertinya ingin menelfon seseorang....


Jemari Darius mengepal dengan kuat...


''Tiara......apa yang kau lakukan.....'' teriak Darius dengan murka..


Tiara membeku di tempat dan ponselnya jatuh begitu saja...ia ketakutan.....


Haiii...readers kesayangan....

__ADS_1


Jadi...bab selanjutnya ada haredangnya jadi bisa di baca pas buka puasa yah...jadi otaknya gak traveling, jadi bagi yang gak puasa gak apa deh di baca...


❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2