Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Kejutan Dari Masa Lalu


__ADS_3

Liam berhasil membawa Alana pergi menaiki pesawat yang telah menunggu mereka di bandara, Liam bergerak sangat cepat ketika beberapa anak buahnya membantu mereka melangkah naik ke pesawat..


Pintu pesawat di tutup dan..mesin pesawat sudah berbunyi tanda mereka sudah akan meninggalkan bandara..


Alana duduk dengan tatapan kosong, ingatannya tertinggal pada sosok kekasih yang telah ia tembak..airmatanya menetes..ini pertama kalinya ia menggunakan senjata dan ironisnya ia malah menembak Rafael...


''Minumlah dulu Alana....''bisik Liam memberikan segelas coklat hangat pada Alana..


Gadis itu berusaha tersenyum...ia menatap Liam...


''Apakah dia akan baik-baik saja Liam...apakah dia tidak akan mati...''


''Dia akan baik-baik saja...Alana sudahlah..dimana sosok Alana yang dulu begitu kuat dan tegas...mengapa aku melihat kau sangat lemah.''


Alana menghapus airmatanya.......


''Tak mudah jika kau mengarahkan senjata pada pria yang kau cintai Liam, apalagi Rafael kekasihku...aku mencintainya..'' isak Alana sedih..


Liam akhirnya baru mengerti..ia mencoba memahami perasaan Alana lalu memeluknya,...


''Baiklah...maafkan aku Alana...aku hanya tak ingin kau terus merasa bersalah..lagi pula kesalahan Rafael hingga kita bisa terjebak di negara ini..''


Alana mengangguk....


''Aku tak ingin menjadi model lagi...'' bisik Alana di pelukan Liam..


''Yey.....itu berarti kau akan bergabung di perusahaan...''

__ADS_1


''Yah...'' balas Alana mencoba tersenyum..


Liam sungguh bahagia mendengarnya ia begitu antusias itu artinya Alana akan lebih banyak waktu bersama dirinya..mungkin saja saat itulah cinta akan tumbuh di hati Alana kepadanya.


''Liam...''


''Yah.....''


''Aku ingin meminta satu hal kepadamu...''


Liam menoleh...


''Katakan....''


''Rahasiakan apa yang terjadi kepada kita,...aku tak mau orangtua kita menjadi khawatir dan memakai kekerasan pada Rafael..aku telah melukainya jadi...aku pikir..aku tidak bisa melihatnya terluka lagi....''


''Baiklah...mari kita rahasiakan apa yang terjadi disana...''


Alana tersenyum..lalu menatap keluar jendela pesawat... dan menatap langit biru...oh..betapa ia merindukan orangtua mereka...


Alana tersenyum bahagia,...sementara Liam ikut senang...dengan wkepulangan mereka meski ia masih tanda tanya..untuk apa Rafael menghadang mereka hanya untuk melepaskan mereka...??


Tuan Delvaro juga tampaknya hanya diam saja dan tidak ada pergerakan..paling tidak untuk mencegah Alana pergi padahal Alana masih terikat kontrak... Liam harus menyelidiki ulang siapa sebenarnya Delvaro mengapa ia tidak memakai nama belakangnya,...??


************


Delvaro menatap foto seluruh keluarga besarnya dan dia tersenyum..

__ADS_1


Delvaro adalah cucu Mafia paling terkenal kejam dan sulit untuk di taklukan...Delvaro mewarisi sikap kejam sang kakek yang terkenal di dunia Mafia...


Hari ini juga dia akan terbang ke negara tempat Alana tinggal...dan mulai mengejar gadis itu, sebenarnya ini bukan hanya masalah balas dendam tapi...ini tentang perasaan aneh yang ia rasakan pada Alana dan dia harus bisa mendapatkan jawabannya, Delvaro tak akan melepaskan Alana...


Pintu kamarnya terbuka dan sosok sang anak buah masuk...


''Tuan Delvaro Rule...apakah tuan sudah siap...''


''Yah....aku sudah siap...'' Delvaro tersenyum...


Delvaro melangkah keluar dari kamarnya dan melangkah turun dari kamarnya...


''Dimana Nasya...''


''Nona Nasya sedang berada dirumah nyonya besar Aura...''


Delvaro memejamkan matanya Aura adalah nama kakaknya, dan Nasya sebenarnya adalah anak dari saudara kembar perempuan Rafael yang meninggal setelah melahirkan Nasya.


Aura sangat membela keponakannya dan juga Rafael...jadi Delvaro tak bisa melakukan apapun....


''Baiklah aku akan langsung ke bandara....''


''Tapi tuan Delvaro...anda harus menemui tuan Damian dan nyonya Aleysa lebih dahulu....mereka sedang menunggu anda...''


Delvaro membeku...


''Habislah aku....'' desah pria itu memejamkan matanya...

__ADS_1


Delvaro melangkah menuju mobil.....


__ADS_2