Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Kemarahan Alea


__ADS_3

Kenan kembali ke rumah dan kali ini ia mendapati kalau Luke sedang duduk di taman bersama dengan Alea...entah mereka sedang membicarakan tentang apa, Kenan mendekatinya dan menatap Luke dengan tajam..


''Jangan bilang kau mulai mendekati Alea...''


Luke tersenyum dengan wajah tidak berdosa...lalu menatap tajam kepada Kenan..


''Ada apa denganmu...apakah kau sedang cemburu...''


Kenan melirik kepada Alea...


''Alea...bisakah kau meninggalkan kami sebentar, aku akan bicara dengan Luke..''


Alea menganggukan kepala, namun sebelum pergi ia masih menoleh sekali lagi...


''Jangan membuat keributan oke....suamiku sedang sakit jadi...jangan membuat kepalaku seakan meledak...''


''Baiklah Alea...kau tau kan kalau aku akan selalu melakukan apapun untukmu..''


Alea hanya menghela nafas, mengapa sikap Luke terlihat percaya diri, apakah ia terlalu bersikap lunak sehingga Luke pikir Alea sedang memberinya harapan..? oh tidak....ini harus di hentikan segera...


Alea meninggalkan taman dengan cepat, meski ia tau dari sudut matanya Luke masih menatapnya...


Sial...pria itu sudah gila...


********


''Jadi kapan kau akan pergi dari rumah dan kota ini Luke...bukankah istrimu sudah meninggal..rasanya tak wajar jika kau masih tinggal disini...


Luke tersenyum....


''Biar bagaimana pun aku adalah bagian dari rumah ini jadi, aku tak bisa pergi begitu saja..apalagi dengan kondisi Darren yang sekarat aku pikir aku tak bisa membiarkan Alea dan anak-anak.....''


Kenan tertawa dengan keras sehingga Luke mengerutkan kening...apakah ada yang lucu..


''Kau berharap kalau Darren akan mati dan kau akan menggantikan posisi Darren di hatinya...sungguh skenario yang bagus Luke..tapi ingat ini baik-baik...kau tidak akan pernah menadapatkan apapun itu yang saat ini bersarang di kepalamu...aku tak akan membiarkannya Luke...Darren masih hidup meski sekarat..tapi jangan pernah mendekat padanya,..mungkin kau harus menjaga jarak mulai dari sekarang...''


Luke memincingkan matanya...ia menggeleng...


''Maaf Kenan...tapi aku ingin dekat dengan Alea, mungkin pada saat Darren mati maka aku bisa menjadi sandaran Alea jika dia butuh.....''


Kata-kata Luke bagai api yang membakar dalam sekam,....Kenan bangkit dari kursinya mendekati Luke..meraihnya berdiri dan mengahantam wajahnya dengan keras...


Bug!!!!!


Kenan tersunggkur di rerumputan sekitar taman dengan tak berdaya, bibir dan hidungnya mengeluarkan darah segar hingga ia mengerang, Kenan tidak membiarkannya ia kembali menghantam wajah dan perut Luke hingga pria itu benar-benar jatuh dengan wajah yang hancur...


Kenan mendekat lagi, mencengkram ujung kemejanya dengan kuat dan menaikan sudut bibirnya...


''Jika kau berani mendekatinya dan aku ada disana maka kau pasti...mati Luke...aku tak akan pernah bersabar lagi kepadamu...'' desis Kenan dengan sinar mata membunuh,...


Luke mengepalkan tangannya, ia sedikit takut melihat wajah Kenan yang begitu mengerikan dan menjadi takut sendiri...


''Kenan...aku akan mengingat hari ini...kau juga harus mendengarku Kenan, walau kau membunuhku aku tidak akan pernah menyerah...'' desis Luke tersenyum.


Maka kemarahan menguasai Kenan, sekali lagi ia menghantam wajah Luke..


Bughh!!!!

__ADS_1


***********


Alea melebarkan matanya melihat kondisi Luke yang babak belur namun Kenan memperingatkan dirinya agar tidak menolongnya..


Kenan melangkah ke kamarnya dan berbaring sementara Alea mengikutinya...


''Kenan mengapa kau harus memukulnya sekeras itu..kau bisa membunuhnya..''ucap Alea dengan kesal..


Kenan membeku ketika ia menyadari kalau Alea sudah mulai membela Luke, entah mengapa...dan Kenan harus melaporkan ini kepada Darren segera...


''Dia licik Alea, jangan pernah memberinya kesempatan..''


''Dia kakak yang baik...''


''Kakakmu sudah mati Alea, tak ada yanga kan tulus denganmu..apalagi Luke...''


Alea menyipitkan matanya jengkel...


''Bukankah dulu kau juga begitu..kau bahkan melakukannya lebih parah...'' sindir Alea membuat wajah Kenan merah padam...


''Alea....kejadian itu sudah lama sekali....''


''Baiklah kak Aiden palsu..'' ucap Alea sengaja ingin menggoda Kenan ia sudah berada di pintu sekarang..ketika Kenan terkejut...


''Alea......'' teriak Kenan dengan murka..


Dan alarm di kepala Alea langsung hidup, ia langsung berlari menuju kamarnya dan mengunci pintu disana..masih terdengar teriakan Kenan yang nyaring...


''Aku akan membalasmu Alea..kau benar-benar........''


''Kak Aiden maafkan aku....'' balas Alea mengejek..


''Mencintaiku...'' sambung Alea tertawa...


''Aku akan mencekikmu Alea...awas kau.......''


Alea tetawa dengan kencang....ia suka sekali menggoda Kenan dengan peristiwa mereka jaman dulu dimana Kenan masih mengejarnya dan Kenan akan merasa malu setengah mati...


******************


Alea keluar dari pusat perbelanjaan, hari ini dia berbelanja untuk kebutuhan Darren, ia akan memberi kejutan dengan kedatangannya ke rumah istirahat Darren, ia sudah merindukan suaminya...


Kenan sedang berada disana, anak-anak sudah dia titipkan di rumah sang ayah Darius...Alea mulai mendorong troly berisi banyak kantong belanja yang penuh,....


''Alea......''


Alea mengangkat wajahnya..


''Luke..kau juga disini...''


''Aku baru saja pulang dari rumah sakit...''


Melihat wajah Luke membuat Alea merasa bersalah, Kenan benar-benar tak menahan diri...dan ia tak habis pikir apa kesalahan Luke...


''Biar aku bantu Alea...''


''Terimakasih Luke...''

__ADS_1


Luke mulai membantu memindahkan semua barang ke dalam bagasi mobil milik Alea sementara keduanya berbicara...


''Kau mau melihat Darren...''


Alea mengangguk...


''Kondisinya semakin memprihatinkan jadi aku benar-benar merindukannya Luke..''


''Tentu saja Alea..bahkan kalau ini adalah saat-saat terakhir hidupnya kau harus ada di sampingnya...''


Alea mengangkat wajah tidak terima dengan kata-kata Luke...


namun Luke segera mengatasi keadaan...


''Alea....bukan maksudku, aku juga pernah mengalami hal yang sama...orangtuaku meninggal di depan mataku, dan menyisakan trauma...''


Kata-kata Luke berhasil memadamkan api di mata Alea...


''Yah....aku rasa kau benar Luke...tapi aku yakin suamiku akan sembuh...''


''Aku juga berharap hal yang sama Alea....''


''Terimakasih Luke...''


*****************


Darren berdiri sambil melakukan olahraga ringan seperti melompat dan berlari di treadmill, sementara Kenan meliriknya dengan kesal...


''Mengapa kita tidak segera menangkap Luke saja...aku benci merawatmu seperti orang sakit.....''ucap Kenan kesal..


Darren tersenyum...


''Aku akan mengejutkan semua orang Kenan, dan Luke harus benar-benar mendapatkan hukuman kali ini.....''


''Kau tau kalau dia mulai gencar mendekati Alea...'' ucap Kenan meleparkan kenyataan...


Darren menghentikan laju treadmillnya dan menatap serius kepada Kenan.....


''Pria itu...aku akan memotong.....''


''Jangan pernah memikirkannya Darren aku mohon....dia tak akan pernah menghasilkan keturunan lagi...''


Darren dan Kenan tertawa dengan lantang, terlalu asyik tertawa hingga tidak menyadari kalau Alea sudah membuka pintu dan melihat jelas kalau Darren sama sekali tidak sakit....


''Kalian berdua....teganya membohongiku...'' jerit Alea dengan gemetar...


Airmatanya menetes.......sementara wajah Darren dan Kenan menjadi pucat...


Darren mendekat..dan membuat Alea semakin syok...Darren bahkan tampak baik-baik saja...


''Stop disitu....'' jerit Alea sangta marah...


Deg!!!!!


Kenan memejamkan matanya....


Rencana mereka terbongkar....Alea akan membunuh mereka sekarang...

__ADS_1


Lega kan semua readers ku tersayang...idola kalian Darren gak jadi sakit...Author kan gak tegaan orangnya....🤣🤣🤣🤗🤗🤗❤❤❤😘😘😘


__ADS_2