
Alana menatap sekelilingnya..Daddy dan Grandy tampak sangat bahagia menemui teman lama mereka tapi bagaimana mungkin dunia ini sangat sempit..
Delvaro adalah cucu dari tuan Arkana dan tuan Alex...bagaimana bisa...??
Alana langsung memalingkan wajahnya, ia sungguh merasa kesal melihat Delvaro yang terus tersenyum kepadanya..
pertemuan apa ini...?
''Alana..mengapa kau tidak membalas uluran tangan Delvaro...'' ucap Darren menaikan alisnya..
Alana menyipitkan matanya tajam..
''Aku semalam menonton drama tentang penjahat yang sangat kejam dan maafkan aku harus berkata seperti ini...tuan Arkana dan tuan Alex, tapi tuan Delvaro mirip pejahat dalam drama yang ku tonton semalam dan aku sangat membencinya...'' desis Alana dengan kesal yang tak bisa ia sembunyikan..
Mendengar hal itu membuat Arkana, Alex juga Darren dan Darius menghela nafas...mereka saling menatap dengan penuh arti..
Sedangkan Delvaro hanya mengeraskan wajahnya ia mendekatkan wajahnya..
''Dipertemuan pertama kita aku tak menduga akan seperti ini nona Hugo...tapi aku pastikan aku bukanlah pejahat..''
''Ow..benarkah apa kau yakin...kurasa kalian sangat mirip dan...nyaris sama...''
Delvaro tersenyum dingin, lalu menatap para orangtua mereka..
''Aku menerima kerjasama itu paman Darren dan aku ingin Alana mendampingiku..aku ingin...pengerjaan proyek kali ini kami berdua yang menanganinya...aku ingin membuktikan bahwa aku bukan penjahat...''
Alana menggeleng...
''Tidak tuan Delvaro aku tidak ingin bersama denganmu,...Daddy tidak akan melakukannya...aku yakin...''
Darren memejamkan matanya...
''Sayang....putriku...''
Hening........
Alana menoleh...matanya melebar ketika melihat Daddy sudah menandatangani dokumen kerjasama..rupanya ketika ia asik mengomel dan berpusat pada Delvaro..mereka sudah menyepakati kerjasama..
Alana hampir menangis...tak taukah Daddy jiika dia sedang menyerahkan putrinya pada psikopat gila ini...astaga bagaimana cara Alana memberitau Daddy jika pria ini berbahaya...Daddy sudah asal tanda tangan saja...
''Daddy........''
Darren mengusap pipi Alana...
''Sayang, Delvaro adalah pria yang pintar..di banding kau belajar dari Daddy..itu akan membosankan....''
''Aku tidak bosan........''sambar Alana tajam...
''Daddy sedang sebenarnya sedang sibuk, dan tak punya waktu untuk mengajarimu sayang...dan kali ini Daddy memberi kau kesempatan untuk membuktikan diri apakah kau bisa atau tidak menangani proyek pembangunan Hotel, dan property baru kita dan tuan grup AA dan DA...''
Alana kehilangan kata...
''Daddy tapi dia....''
''Ada apa...Delvaro seorang kriminal...begitu,.....''
''Wajahnya terlihat seperti psikopat gila..'' ucap Ana yang mampu membuat para pria dewasa di dalam ruangan tertawa dengan renyah..
__ADS_1
Apakah mereka semua merasa kalau apa yang dia katakan lucu...? astaga Alana tak mampu lagi menahan rasa kesalnya...
''Kini saatnya kau meninggalkan dunia drama yang mengerikan itu Alanaku sayang, Daddy, Grandy dan kedua kakek Delvaro akan melihat bagaimana kalian berdua akan mampu..bertanggung jawab atas semua yang kami berikan...
Darren menatap Delvaro dengan tajam..
''Apa kau berjanji akan menjaga Alana dan membimbingnya Delvaro...''
''Aku akan menjaganya dengan jiwaku paman Darren...''
Alana yang terlalu kesal menyambar segelas jus sampai habis...dan hal itu menjadi lucu di mata mereka...terutama Delvaro.
Namun Alana sungguh tak mampu menanggung rasa tidak terimanya..
Alana kembali menatap tajamnya mata Delvaro yang dominan...pria itu memberikan tatapan mematikan hingga Alana tak mampu lagi untuk mengatakan apapun...selain menyerah untuk sementara...
Arkana tersenyum menatap sikap Alana yang sedikit mirip dengan Ana istrinya...mereka sama-sama mempunyai tatapan penakluk dan ia yakin kali ini Delvaro kali ini tak akan mampu melepaskan diri dari pesona Alana...
''Baiklah aku senang untuk hari ini...hubungan kita akan lebih dekat lagi Darren dan Darius...''ucap Arkana tersenyum lega..
Sementara Darius mengangguk..
''Arkana dan Alex...aku mengharapkan hubungan kita terjalin sejak lama..dan aku tak menyangka jika waktu itu akan cepat tiba...''
Alex mengangguk..lalu mengambil gelas dan meminta mereka untuk bersulang..Delvaro terus menatap mata Alana sedari tadi seolah tak bosan, ia tak menyangka jika tak melihat Alana selama beberapa hari akan menimbulkan kerinduan yang besar...ia merindukan Alana...
''Untuk pertemuan kita hari ini, dan untuk masa depan anak-anak kita...''ucap Alex yang langsung di amini oleh Darren, Darius dan Arkana...tak ketinggalan Delvaro...yang sangat antusias, sedangkan Alana ia malah memperlihatkan wajah cemberut..
''Aku akan pulang lebih dahulu ...''ucap Alana berdiri..
Namun Delvaro pun segera berdiri...
Darren mengangguk dan menatap Alana..
''Daddy lupa memberitahumu mulai besok kau akan mulai bekerja di perusahaan Delvaro..dan kalian berdua memulai proyek ini...Alana...''
''Hah.........'' Alana menggeleng...
''Daddy.....aku tidak mau...'' jerit Alana protes..
Darren pun menjadi bingung, sementara itu Delvaro mendekati Alana..
''Aku akan meminta waktu bicara kepadanya dan menjelaskan beberapa hal..aku yakin Alana kali ini akan setuju...''ucap Delvaro..
Pria itu lantas menarik lengan Alana keluar dari sana..
''Aaaarrrgghh...lepaskan aku bajingan,.......'' jerit Alana namun ia terkejut ketika Delvaro membuka pintu sebuah ruangan di belakangnya dan menutup pintu...
Mereka bertatapan tajam..
''Kau harus setuju dengan proyek ini Alana.....''
''Oya...aku sama sekali tidak sudi Delvaro astaga...kau pikir kau siapa...''Alana menantang..
Delvaro kemudian menekan tubuh Alana di dinding dan menaikan sudut bibirnya...lalu memperlihatkan foto-foto mesra mereka...dan membuat wajah Alana menjadi pucat...
''Delvaro...''
__ADS_1
''Yah...jika aku menunjukan ini pada orangtua kita maka...kita mungkin akan langsung menikah...''
''Kau mengancamku.....awas kau Delvaro...''
''Yah...aku mengancammu Alana Hugo...aku suka sekali mengancam dirimu...''
Delvaro yang terlalu rindu..kemudian mendekatkan wajahnya dan dalam sekejap melum** bibi Alana yang sudah lama ia rindukan..
Deg!!!!
************
Alan keluar dari rumah besar dan tak senjaga membuang pandangannya ke arah taman dimana Kanaya sedang duduk sendiri dan sambil meniup-niupkan tangannya...Alan lalu mengarahkan langkahnya mendekat...pria itu sedikit terkejut melihat jemari Kanaya yang memerah...
Apa yang terjadi...??
Alan lalu mendekati Kanaya dan gadis itu menyadari keberadaan Alan lalu buru-buru berdiri...
''Silahkan duduk Alan...aku akan masuk..''
Kanaya melangkah....
''Tunggu Kanaya........''
Gadis itu menghentikan langkahnya...ia menoleh...
''Yah...''
Alan tertawa kesal dan menatap tajam ke arah Kanaya...
''Jadi kau sekarang sudah mulai mengadukan aku kepada paman.....''
Kanaya sungguh terkejut namun menggelengkan kepalanya..
''Apa maksudmu aku tidak...''
Alan bersedekap dan menatap mata Kanaya dengan tajam..
''Bisakah aku jujur kalau aku muak dengan perjodohan sialan ini....anak kecil sepertimu......''
''Hentikan Alan....cukup..''
Kanaya menegakan tubuhnya menatap mata Alan tak kalah tajam...
''Kau pikir aku menyukai di jodohkan denganmu tidak...bahkan aku tidak pernah memimpikannya sedikitpun..''
Alan melonggarkan tenggorokannya...
''Kanaya...''
''Aku selalu bertanya apa kesalahanku padamu...aku berusaha bersikap baik kepadamu sejak aku tinggal dirumah ini Alan..tapi kau selalu saka punya alasan untuk membenciku...'' mata Kanaya berkaca-kaca...
Alan terdiam....
''Aku akan segera pindah ke apartemen di dekat sekolahku...kita tak perlu bertemu lagi..kau tak perlu merasa repot dengan kehadiranku lagi Alan...dan mengenai pembatalan perjodohan kita...mari bicara pada orangtua kita setelah aku lulus sekolah....''ucap Kanaya dengan lembut..yah..Kanaya selalu lembut dalam berbicara....
Kanaya lalu membungkukan badan dan kemudian melangkah meninggalkan Alan yang terdiam..
__ADS_1
Alan membeku...tak bergerak....mengapa ia tak rela...??