
Kenan tersenyum dingin, ia masih merasa gemas karna Darren memukul Alea dan menyiksanya, Kenan memang tidak membawa apapun termasuk senjata, karna terlalu buru-buru menemui Alea dan menjadi cemas karna takut terjadi sesuatu kepada wanita ini...
Namun, Kenan sama sekali tidak takut dengan pistol yang terarah saat ini...kepadanya..
Sedangkan Alea hanya mampu menghela nafas...menatap kedua pria yang sedang menatapnya dengan tajam....Alea sungguh menjadi bingung.....
''Darren.....cukup.''
Ketika menyebut nama itu, Alea selalu berbunga-bunga, ketika menyebut nama itu rasanya hanya kebahagiaan....dan cinta, tapi ironisnya itu dulu sebelum tragedi menimpa keluarganya..
Bagi Alea ia bisa menanggung rasa sakit karna kemarahan Darren namun, ia sama sekali tak bisa menerima jika selama ini Darren yang menjadi dalang dari tabrakan yang menimpanya bersama orangtuanya 14 tahun lalu, yang langsung menempatkannya sebagai seorang yatim piatu dan sebatang kara, bukan hanya itu Darren bahkan masih mengincarnya untuk balas dendam dengan menghancurkan hidupnya...padahal dia tidak bersalah dalam hal ini.
Alea terlena dengan cinta hingga buta, Darren terus menutupi kejahatannya 14 tahun lalu seolah semua itu tidak ada artinya, seolah kematian keluarga Alea hanyalah kecelakaan biasa..
Sungguh, Alea tak bisa melupakan rasa sakit setiap menatap Darren..karna itu tak ada kesempatan lagi....untuk Darren...
Darren membeku mendengar panggilan lembut Alea kepadanya....
Namun.....
Alea memalingkan wajahnya ketika melihat kedatangan Darren, ingatan tentang kesakitan yang di timpakan Darren kepadanya sungguh membuatnya trauma...
''Alea kembalilah kepadaku aku minta maaf..'' seru Darren mendekat..
Namun tentu tidak mudah karna langkah Kenan menghadang jalannya...
Kedua pria itu saling menatap tajam.......
''Kau mau memintanya kembali setelah kau menyakitinya...aku tak akan pernah menginjinkan Alea kembali kepadamu...''
Darren tersenyum dingin.........
''Siapa kau...mengapa kau malah menghadangku, betapa tak tau malunya dirimu Kenan, kau mengincar istri orang lain dan memilikinya di luar kesadaran...kau pikir kau akan mendapatkannya...''
Kenan tersenyum dingin....
''Setidaknya aku mengincar hanya satu wanita dalam hidupku Darren, aku menunggunya sampai bertahun-tahun....ketika aku akan menemuinya malah dia di culik secara paksa, padahal saat itu dia masih di bawah umur....kau membunuh keluarganya dan seolah tak bersalah kau malah membalas Alea dengan cara yang kejam......Kenan mengepalkan tangannya dengan kuat...aku tak akan pernah membiarkan jiwa labilmu kembali menjatuhkan airmata pada Aleaku....''
Darren kehilangan kesabaran...segera ia mencengkram ujung jass Kenan dan tersenyum kejam.......
''Kau bukan siapa-siapa Kenan, kau hanyalah orang ketiga di dalam rumah tanggaku kau sama sekali tidak punya hak untuk mengatakan semua itu,...mau apapun yang kau katakan dia istriku dan milikku...kau kalah Kenan......''desis Darren tajam...
''Aku bukan siapa-siapa...? maaf tapi Alea adalah juga milikku...''
''Dia milikku....'' tegas Darren mengerang.........
''Hentikan..............'' suara dingin Alea menembus pendengaran kedua pria tampan itu..
__ADS_1
Sontak mereka menoleh........
''Alea.....'' desah keduanya brsamaan.......
Airmata Alea menetes..........
''Aku sudah muak dan lelah, kalian berdua sama-sama menyakitiku namun dengan cara yang berbeda....
Mata Alea terarah pada Darren.....
"Darren, kau sudah menaruh luka di hatiku dan itu tak akan bisa aku lupakan seumur hidup, dalam pernikahan kepercayaan adalah yang utama...kau sama sekali tidak percaya kepadaku...bukankah seorang pasangan harus melindungi milikknya apapun yang terjadi...? kau lebih memilih egomu di banding aku..........''
Darren meneteskan airmata mendengar ucapan Alea saat ini, bahkan wajah bekas pukulannya masih terlihat di wajah pucat Alea, pria itu menjadi ngeri sendiri....Darren melepaskan cengkramannya pada Kenan...dan melangkah mendekati Alea..dengan langkah yang gontai...
''Alea...........''
''Setiap melihatmu yang aku rasakan adalah..aku ketakutan..aku sangat takut berbuat kesalahan lalu kau akan kembali menyiksaku dan meminta maaf....aku tak bisa bertahan lagi Darren...aku tidak sanggup lagi.....''
Pistol di tangan Darren jatuh ke tanah seiring tubuhnya yang tersungkur berlutut di hadapan Alea yang menangis histeris,...
''Aku tau akulah penyebab penderitaan terbesar dalam hidupmu Alea..akulah yang membuatmu hancur...tapi Alea..beri aku kesempatan...aku adalah suamimu bukan.....''
Alea menggeleng enggan, tubuhnya bahkan masih merasa nyeri membayangkan penyiksaan Darren kepadanya...
''Tidak........semua sudah berakhir Darren, sudah brakhir...''
Ucapan Alea membuat Kenan tersenyum, pria itu mendekat dan menarik tubuh Darren berdiri...
''Kau telah kehilangan kesempatan Darren, lagi pula Alea sedang hamil anakku, darah daging seorang Kenan Renov...apa kau mengerti...'' ucap Kenan dengan bangga..
Darren menoleh tajam.....
''Bagaimana kalau dia adalah anakku, jangan lupa aku adalah suaminya..suaminya yang sah........''
Kenan meraih Darren dalam sekejap lalu memukulnya jatuh ke tanah, namun....Darren bangkit berdiri dan kembali melayangkan pukulan yang sama pada sosok Kenan....
Sementara keduanya terlibat saling pukul, Alea membuang pandangan dan melihat Adam memberi isyarat kepadanya mendekat....Adam berada di dalam mobil di pinggir jalan itu....
Alea mengangguk lalu dengan pelan, bergerak mundur dan seketika itu juga....ia pergi dari pinggir tebing itu,...meninggalkan Darren dan juga Kenan yang jauh dari kata selesai..
Mereka masih saling memukul sampai sama-sama terluka, karna keduanya dalam pendirian yang sama..mereka sama-sama mengaku sebagai ayah dari anak yang di kandung Alea..
''Dia milikku Kenan...hanya milikku.....'' desis Darren dengan tajam..
''Apa kau yakin, tubuhnya juga milikku..dan sudah pasti,...itu anakku...''
''Hoh..kau sangat percaya diri tuan Kenan...dia istriku, setiap hari kami bercinta..aku yakin Alea sedang mengandung anakku...'' ucap Darren bangga...
__ADS_1
Kenan tertawa dengan kencang...........
''Apa kau lupa...setiap dia menginap di rumahku, maka aku tak pernah melepaskan kesempatan sedikitpun..''
''Kurang ajar....''
Darren melayangkan pukulannya ke wajah Kenan, namun tubuh Kenan jauh lebih tinggi karna itu..Kenan menangkap tangan Darren dan mendorongnya dengan keras,....
Tubuh Darren jatuh membentur karang.........
''Aku tak akan mengalah padamu Darren, kau mendapatkannya dengan cara yang licik..maka akupun melakukan hal yang sama....'' desis Kenan tak mau kalah..
Darren mengeraskan tatapannya...
''Bagaimana kalau kita tanya Alea sekali lagi....? biarkan dia memilih antara kita.....''
Kenan mengangguk....
Hening.............
Kedua pria itu menatap sekelilingnya dan tidak, menemukan jejak Alea sedikitpun...
''Dimana Alea.......'' desah Kenan begitu terkejut...
Darren pun sama terkejutnya...bagaimana mungkin mereka kehilangan jejak Alea....??
Kenan begitu cemas.....hal yang sama juga di rasakan Darren...
Mereka mulai mencari ke segala arah dengan putus asa....
***************************
Alea memegang tiket pesawat, kartu ATM dn kunci rumah yang di berikan Adam kepadanya, hatinya menghangat..
''Adam......''
''Pergilah dari negara ini dan hidup dengan tenang Alea,......ketika kau sampai di bandara maka ada orang yang akan menjemputmu..'' tambah Adam dengan senyuman hangat...
Alea tersenyum dengan hati yang penuh haru, ia menatap Adam,...sedikit dejavu dulu Adam pernh ingin membawanya pergi namun berakhir dengan Darren yang menemukan mereka...
''Tenang saja Alea...kali ini kau benar-benar akan pergi..'' ucap Adam dengan senyuman yang tulus,....
Alea menganggukan kepalanya penuh rasa syukur...
''Adam...terimakasih...'' mata Alea berkaca-kaca....
Pergi adalah yang terbaik....
__ADS_1