Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Rencana


__ADS_3

Alana menatap wajah Aleysa dengan kerutan di dahinya, mengapa mertua perempuannya malah membahas Rafael yang bukan suaminya...bukankah hal ini tak wajar..namun Alana menyimpan semua itu di dalam hatinya sambil tersenyum..ia belum mengenal betul sifat Aleysa Rule yang sangat cantik ini..


''Baiklah..kuharap Rafael baik-baik saja...aku dan Delvaro...''


Mata Aleysa berbinar ketika membicarakan Rafael,..dia adalah putra kesayangannya dan sampai kapanpun, Aleysa akan tetap membelanya...


''Rafael tak bisa berjalan karna luka tembakan itu dan dia sangat menderita...putraku yang malang,...''


Aleysa terlihat sedih....


Alana menghela nafas, rasa bersalah atas penembakan itu membuatnya sedih....itu artinya tak ada satupun keluarga mereka yang tau jika Alanalah yang menembak Rafael waktu itu,.?


''Mommy...aku percaya Rafael akan sembuh...''


Aleysa mengangkat wajahnya lalu mengangguk..


''Tentu saja,.....putraku akan sembuh dengan kedatanganmu..''


Alana mengangguk...


''Tentu saja...aku adalah adik iparnya...''


Aleysa mendekat menyentuh bahu Alana dengan senyuman misterius...baru saja ia akan bicara, Delvaro mendekat dan keduanya saling menatap tajam..


''Mommy...bukankah para orangtua sedang berkumpul disana...aku terharu Mommy begitu menyukai istriku...''


Wajah Aleysa mengeras....sungguh ia kesal sekali menatap mata sang putra, jemarinya terkepal..sangat sulit baginya untuk berpura-pura baik di depan semua orang termasuk Alana..namun dia juga tak mungkin menunjukan sikap kesalnya terhadap putra kandungnya sendiri...itu akan menimbulkan skandal..dia ibu yang tidak adil..jadi Aleysa sekuat tenaga menekan rasa kesalnya..apalagi kedua ayahnya ada disini...


Aleysa tersenyum..dan itu langka di mata Delvaro...


''Yah..kau benar putraku, aku sangat jatuh cinta dengan menantuku sendiri...kami akan menjadi teman baik..bukan begitu Alana..''


Alana mengangguk..


''Tentu saja Mommy...''


Aleysa kemudian tersenyum kepada Delvaro dan menatapnya dengan penuh harap..


Aleysa sampai menyentuh lengan Delvaro hal yang tak pernah ia lakukan....ia bahkan lupa kapan menyentuh putranya sendiri..


''Delvaro sayang,......''


''Mom....maafkan aku tapi aku dan Alana...''


''Bisakah Mommy meminta sesuatu pada kalian berdua....''


Hening....

__ADS_1


Delvaro mengerutkan kening....ia mulai curiga...sedangkan Alana menatap dengan penuh perhatian...


''Katakan saja Mommy...kami akan melakukannya demi Mommy..''ucap Alana penuh perhatian..


Sedangkan Delvaro hanya diam saja..dia tau benar ada sesuatu yang di inginkan Mommy yang pasti itu sangat licik..


Aleysa menatap keduanya dengan bergantian...


''Bisakah Mommy minta kalian tinggal dirumah bersama kami....''


Deg!!!


Delvaro menoleh dengan tajam kepada sang Mommy Aleysa, ia menggertakan gigi...ia sudah tau tujuan sang Mommy...ia tau betul dan Delvaro tak akan mengijinkannya..


Delvaro tertawa renyah..hal itu membuat Aleysa mengeraskan wajahnya...mereka saling melemparkan tatapan beku...


''Maaf Mommy....tapi aku punya rumah sendiri..lagi pula dirumah Mommy ada kak Aura, Rafael putra kesayanganmu dan beberapa pelayanmu....''


Aleysa menggeleng...


''Tapi Alana adalah menantu pertama Mommy, mengapa kau ingin sekali tinggal jauh dariku Delvaro....''


''Tidak....aku tidak akan menyentuh rumah itu lagi Momm...''ucap Delvaro meraih jemari Alana dan melangkah...


Alana yang merasa tidak enak dengan pertengkaran kedua ibu dan anak ini lalu menyentuh lengan Delvaro, hingga pria itu menoleh...


''Tidak Alana...kau tidak tau apapun dan jangan coba membujukku..kita tak akan tinggal dirumah Mommy..''


Alana tetap saja menarik Delvaro dan menatap matanya...ia tak tau permasalahan apa antara Mommy Aleysa dan Delvaro namun, ia melihat tatapan terluka dari Delvaro yang tak bisa di sembunyikannya..


Delvaro terluka...entah karna apa....!!!


''Bagaimana kalau kita berdansa...'' ajak Alana tersenyum...


Amarah Delvaro langsung menguap begitu saja...ketika mendengar ajakan Alana...keduanya turun ke lantai dansa dengan saling menatap...pandangan Delvaro menjadi tidak fokus...ia masih tak habis pikir....apa yang di pikirkan Mommy, apa yang sedang di rencanakannya kali ini...apakah dia belum menyerah soal Rafael...


Delvaro mengeraskan tatapannya...sekuat apapun Mommy ingin melindungi putra kesayangannya tapi tak akan pernah bisa....ia akan memastikan Rafael merasakan kesakitan yang sama..


''Delvaro...''


Pria itu menoleh....


''Yah....''


''Apa yang kau pikirkan...ingatlah apa tujuanmu menikahiku..kau ingin membuat Rafael hancur bukan...jadi mengapa kau menolak ajakan Mommy untuk tinggal..kau bisa membuatnya cemburu....dan aku akan membantumu...''


Deg!!!

__ADS_1


Delvaro menatap wajah Alana yang luar biasa sempurna...wanita ini adalah istrinya, meski keduanya memiliki perjanjian lisan untuk bercerai setelah Alana membantunya...


Tapi..membayangkan jika mereka berada di dalam satu rumah bersama Rafael..apakah itu tidak terlalu beresiko..


Mengapa ia malah meragu...mengapa dia yang menjadi takut sekarang...bagaimana kalau Alana benar-benar kembali pada Rafael...bagaimanapun mereka adalah mantan kekasih dulu...dan mereka pernah saling mencintai..


Delvaro sungguh bingung...ia lalu tersenyum dan mendekatkan wajahnya...


''Aku akan memutuskannya nanti sayang...kita masih punya banyak waktu...aku ingin melewati malam pertama...''


''Ini malam kesekian Delvaro...''cibir Alana kesal..


Delvaro terkekeh....


''Tapi bagiku ini pertama dan aku bahagia..'' ucap Delvaro dan ia mampu membuat Alana gugup..


Sedangkan Aleysa menatap dari jauh dengan rasa kesal...tak berapa lama kemudian ia menerima telp dari sang putra Rafael yang memintanya membawa Alana pulang apapun yang terjadi...dan hal itu membuat Aleysa semakin di buat bingung..


''Aleysa..kendalikan dirimu...mengapa kau bersikap seperti ini...'' ucap Damian menatapnya dengan tajam..


''Seharusnya Alana menikah dengan Rafael dan bukan dengannya, Damian...''


Damian mengusap wajahnya dengan kasar...sekuat tenaga dia menahan amarah,...


''Delvaro juga putra kita,...mengapa kau menjadi egois seperti ini..''


Aleysa bersedekap...


''Kau tau apa yang di lakukan Delvaro...dia penyebab kematian Rachel dan aku tak bisa melupakan itu....aku tak akan memaafkannya...''


Damian hanya menggeleng gusar...


''Kau benar-benar sakit, Aleysa...''


''Yah...aku sakit itu aku akui...aku sakit karna memikirkan Rachel....tak ada yang bisa menggantikan posisinya di hatiku...anak kembarku...mereka harus berpisah karna Delvaro...betapa mengerikannya itu semua..''


''Hentikan Aleysa...kita sedang berada di pesta sekarang...dan aku tak ingin kau membuat masalah..'' ucap Damian memberi ultimatum kepada Aleysa..


Aleysa mengangguk lalu memalingkan wajahnya...tak sengaja dia melihat Delvaro sedang berdansa dengan Alana dengan sangat mesra...mereka tertawa seperti sedang jatuh cinta,....


Aleysa menyipitkan matanya dengan tajam..lihatlah Delvaro..ia membuat Rachel mati...lalu Rafael lumpuh lalu sekarang dia berbahagia,...??


bukankah itu tak adil...sebagai seorang ibu..Aleysa tidak menerimanya...Rafael juga harus bahagia bukan...dan Aleysa akan melakukan apapun agar putra kesayangannya bahagia...


Meski ia harus menyakiti Delvaro...yah..Delvaro kuat jadi dia bisa bertahan di segala situasi...ia mewarisi darah mafia sejati...sedangkan Rafael dia lemah dan manja..dia yang harus di lindungi Aleysa..


Aleysa menaikan sudut bibirnya penuh rencana,...

__ADS_1


__ADS_2