
Alana menjadi bingung sendiri mengapa sikap tuan Delvaro begitu aneh kepadanya....
''Jadi kali sendiri yang bersikap lancang Alana...''
Alana mengangkat wajahnya dan tersenyum.....
''Maafkan aku....aku tak pernah menyangka kalau aku akan membuat tuan tidak nyaman.....aku akan turun kembali dari lift tuan dan akan naik kembali menggunakan lift umum ....''
Delvaro bergerak mendekat dan membuqt Alana terjebak di dinding kamar yang Kokoh....suasana berubah menjadi panas di dalam ruangan ber AC ini ...
''Tuan Delvaro.....'' jerit Alana dengan suara yang serak ketakutan ....
''Yah.....'' pria itu mendekatkan wajahnya hingga Alana merasa sesak nafas....
''Apa yang akan kau lakukan..'' mata Alana membulat sempurna....
Dimata Delvaro sosok Alana saat ini seperti seekor kelinci yang sedang panik karna tertangkap dan kenyataan itu membuat Delvaro sedikit geli namun tetap penasaran...ia mendekati Alana dan menjebaknya di sisi dinding kamarnya ....
Gadis ini telah berani menaiki lift pribadinya meski dia tau benar kalau dia yang mengatur semuanya..mengatur untuk menjebak Alana pagi ini...
Wajah Alana sangat manis.... keturunannya pastilah sempurna sehingga menghasilkan anak secantik ini.....
Jemari Delvaro bergerak naik menyentuh dagu Alana dan menahannya disana....
''Kita harus lebih dekat sayang, karna sebulan ini kita akan menjadi pasangan yang akan di abadikan dalam sebuah pemotretan.....''
Alana terdiam.....lalu menganggukkan kepalanya dengan cepat....
''Bagus...aku senang kau mengerti....''
__ADS_1
''Lepaskan aku ...'' ucap Alana mengepalkan tangannya dengan penuh ketakutan....
Sedangkan Delvaro semakin terbakar...dalam sekejap tanpa di duga Alana..pria itu segera mendekat melum** bibir Alana dengan gemas dan mencecap dengan gairah yang menyala ....
Alana sungguh tak pernah menyangka kedatangannya pagi ini membuat dirinya sendiri di dalam masalah dan menariknya hingga ke dasar...
Ciuman Delvaro semakin posesif kepadanya ... memerintah Alana untuk menyerahkan kendali kepadanya....
Deg!!!!
Alana merasa pusing atas sensasi ciuman panas dan tiba-tiba Delvaro...hingga bibir Delvaro yang begitu ahli entah bagaimana membuat Alana menyerah.....
Wajahnya memerah...dan hanya pasrah sampai ciuman itu berakhir dan Delvaro menarik bibirnya dari bibir Alana yang sedikit bengkak...tubuhnya goyah dan hampir jatuh..namun pria itu segera memeluknya...
Keduanya bertatapan........sementara Delvaro tersenyum.......
Deg!!!!!
Alana merasa dirinya seperti wanita murahan yang pergi begitu saja setelah pria ini memakainya..meski mereka hanya berciuman....dia sudah punya kekasih....bagaimana bisa tuan Delvaro melakukan ini kepadanya....
Alana mengepalkan tangannya lalu sekuat tenaga ia menampar wajah Delvaro....
Pack!!!!
Delvaro tidak bergeming dan hanya pasrah pad tamparan Alana yang begitu kuat....ia semakin menajamkan tatapannya...
"Kau brengsek, kau baj*ngan si*lan...aku tak ingin berkerjasama denganmu aku ingin pulang....." jerit Alana dengan mata yang panas ...
Delvaro membeku melihat airmata Alana..pria itu sedikit tidak terima ketika Alana hendak mengusap bekas bibirnya....pria itu kembali menekan Alana di dinding.... wajahnya mengeras...
__ADS_1
"Ketika kau memutuskan untuk datang maka kau sudah tidak bisa mundur..bukankah kau telah menandatangani kontrak seumur hidup dengan perusahaan lamamu...."
Alana mengerutkan keningnya....
"Apa maksudmu....."
"Perusahaanmu telah menandatangani sebuah dokumen peralihan model....singkatnya adalah aku telah membelimu dari mereka...."
Wajah Alana memutih....jantungnya berdebar.....
"Apa maksudmu..aku...."
Delvaro menarik tubuh Alana mendekat......
"Kau adalah milikku."
Deg!!!!!
"Hah........"
Alana menggeleng tentu saja....ia tak akan pernah percaya dengan perkataan Delvaro..tidak mungkin Rafael akan menyerahkannya...
"Aku akan menemui Rafael...."
"No......kau tidak boleh pergi sebelum menandatangani sesuatu...."
"Apalagi tuan Delvaro...."
Delvaro mendekat dan tersenyum.......
__ADS_1