Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Bahagia Semua Keluarga


__ADS_3

Pesta resepsi pernikahan itu di gelar sangat meriah..semua keluarga berkumpul dan merayakan penyatuan Alan dan Kanaya...bahkan keluarga besar Rule dan Arkana juga hadir setelah Delvaro mengatakan hal yang mampu membuat keluarganya tersenyum dan bahagia...


Alesya dan Damian mulai merubah sikapnya kepada Nasya,karna permintaan Delvaro Rule yang meminta mereka merestui hubungan Nasya kali ini..di pesta ini Rafael dan Vanessa juga datang memenuhi undangan, mereka sudah menikah sekarang meski masih berjuang menemukan cinta di dalam pernikahan...


Darius, Darren dan Kenan, Luke juga Damian, juga Arkana dan Alex duduk bersama sambil saling berbincang hangat sambil melihat keluarga mereka asik berpesta..


''Aku senang akhirnya kita bertemu lagi...''ucap Darius mengangkat gelas ke arah Alex dan Arkana..mereka sudah di usia yang matang, walau sisa kejayaan itu masih terlihat disana..


''Tentu saja...ini adalah momen penting kehidupan cucu kita..aku harap kita masih di beri usia yang panjang untuk melihat keturunan kita...'' balas Arkana melirik Alex di sampingnya..


''Tentu saja...semua ucapan adalah doa,..mari luangkan waktu agar kita bisa minum kopi bersama mungkin sebulan sekali..'' usul Alex...


Darius hanya terkekeh...


''Aku sudah tua, naik turun pesawat hanya akan membuat aku lelah....apakah kalian tidak ingin pindah ke negara ini saja...?'' tawar Darius yang membuat Darren dan Damian saling melempar senyum begitu juga Kenan..dan Luke....''


''Bagaimana ini,.....kau membuat penawaran yang menarik...'' Arkana melirik Alex..


''Aku akui kalau kota ini sangat nyaman dan indah, aku suka pantainya..'' ucap Alex..''


''Apakah Daddy dan Ayah ingin pindah maka ayo kita lakukan...lagipula kita harus mempersiapkan pernikahan Liam dan Elif, juga Kiano dan Nasya setelah ini...''ucap Damian meminta persetuan Luke...


Luke hanya mengangguk...


''Kita akan sangat membutuhkan masukan dari seorang seperti tuan Alex dan tuan Arkana...''


''Aku setuju....bagaimana kalau pindah saja...biarkan kami anak-anak yang akan mengurus sesuatunya dan membiarkan orangtua terima beres..'' Darren menambahkan..


Hali itu sanggup membuat Arkana dan Alex hanya bisa pasrah...


''Baik..lakukan saja...kami akan menunggu,'' ucap Darren serempak..


''Bagus...kita akan menjadi keluarga yang besar...''sambung Kenan tak mampu menyembunyikan kebahagiaann..


''Bersulang untuk keluarga kita,....'' seru Darius mengangkat gelas tinggi-tinggi dengan gerakan bersulang...


Semua melakukan hal yang sama...


''Bersulang untuk keluarga...'' sambung Arkana dan Alex serempak....


Mereka tampak bahagia.....


***********


Delvaro juga Alana, Rafael dan Vanesa juga duduk bersama...hubungan mereka sudah dekat..Alana merasa lucu karna bahkan sampai detik ini Rafael dan Vanesa belum tidur bersama dan hal itu membuatnya hampir tak pecaya..


''Aku tak percaya Nasya akan menikahi Kiano...''ucap Rafael sungguh terkejut tentu saja...bukankah sebelumnya Liam yang akan menikahi Nasya....''


''Jodoh..kita tak pernah tau Rafael, lagipula di antara mereka memang tak ada apapun, Nasya hanya menganggap Liam sebagai kakaknya dan sebaliknya Rafael menganggap Nasya juga sebagai adik kecilnya bukan..?"


''Aku akan menyerahkan semua pada mereka saja...''ucap Rafael seraya meneguk minumannya..


''Kau sangat tampan juga dewasa..'' balas Alana dengan tiba-tiba...


Hingga Rafael dan juga Delvaro menatapnya tajam, hal yang sama di rasakan ALana pada tatapan Vanesa aneh..


''Maksudku...kalau seperti ini kau terlihat seperti suamiku, kau sangat manis...''sambung Alana keceplosan..


Deg!!!


''Manis....'' ulang Delvaro mulai melonggarkan dasinya...jelas ia tak terima dengan ucapan Alana...


Sementara tawa Rafael pecah saat itu juga hingga wajah Delvaro merah padam...


''Alana........''


''Alana hanya bercanda ya ampun...kau terlalu pemarah Delvaro..''Rafael masih tertawa..


''Aku yang hamil kau yang ngidamnya marah-marah..'' ucap Alana merasa lucu..

__ADS_1


Delvaro lalu tersenyum, Alana adalah pemegang kekuasaan tertinggi di dalam rumah tangga mereka dan hal itu sangat lucu di mata Rafael..betapa kakaknya sudah takluk pada pesona Alana..


''Bagaimana kalau kita berdansa saja sayang...'' bisik Delvaro lembut dan penuh rayu di telinga Alana..


''Aku tak bisa sayang, perutku sudah sangat besar dan...rasanya aku tak bisa bernafas...''


''Baiklah....''Delvaro hanya bersikap pasrah dengan mengusap permukaan perut Alana dengan sayang...


Rafael hanya mencibir, mereka sangat mesra...


diliriknya Vanesa di sampingnya...


''Bagaimana kalau kita berdua berdansa Vanes, daripada melihat mereka....''


Rafael mengulurkan tangannya dan Vanesa hanya bisa patuh....


Keduanya turun ke lantai dansa....


Sementara, disisih lain tampak empat pasangan sedang duduk setelah berdansa, Kiano dan Nasya juga Liam dan Elif kini sedang bermain tebak kata..untuk memenangkan tiket siapa yang menang dia yang akan lebih dahulu menikah...


''Aku tidak mau...kau kalah Liam...'' seru Kiano dengan senyum tak sabar ia sungguh ingin cepat menikahi Nasya,...


Sejak mereka bertemu, mereka memang sibuk dengan kegiatan pernikahan Alan dan Kanaya, nyaris tak ada waktu bersama...bahkan keluarga besar Nasya datang dan mulai mengintrogasi keduanya...


''Tidak Kiano..kau yang kalah...''seru Elif menjawab kata dengan benar ia langsung yang memenangkan babak pertama..''


Nasya dan Kiano saling memandang...hanya satu kali lagi kesempatan untuk mereka memengangkan permainan ini...


''Baiklah...ayo sekali lagi..aku yakin kalau aku adalah pemenangnya....''ucap Kiano bangga..


Liam dan Eilif hanya tersenyum..


''Ayo.....bagaimana dengan menebak kata ini...siapa yang akan memberi pertanyaan...''


''Aku saja......''ucap Nasya antusias..


''Baiklah........tanyakan...'' jawab Liam bersiap-siap...


Nasya tersenyum.......


''Sebutkan nama panjang Mommy Alea sebelum menikah...'' tanya Nasya menatap Kiano dan juga Liam yang membeku..


pertanyaan yang sulit..semalam saja Nasya bertanya pada ibu Genka...


Liam dan Kiano saling menatap, mengapa mereka tidak pernah bertanya pada Mommy yah.....


''Ayo katakan cepat........katanya kalian putra kesayanga Mommy, masa tidak tau nama Mommy sendiri..'' ucap Nasya gemas sendiri..


Elif hanya menatap mereka bergantian...ia juga tidak tau jawabannya..


Kiano memejamkan mata hal yang sama di lakukan Liam..sungguh ia tak tau kali ini...


Wajah Liam berubah cerah......


''Aku tau jawabannya....nama Mommy adalah AleaNora.......''


Mau tak mau Nasya mengangguk dan melirik kesal pada Kiano..padahal semalam ia sudah memberi tau jawabannya..astaga...


''Kami menang yey...kami akan lebih dahulu menikah..''ucap Liam memeluk Elif yang membeku....lalu tersenyum...


''Baiklah....tapi hanya seminggu kemudian kami akan menyusul.'' protes Kiano..


''Tidak bisa Kiano kau dan Nasya harus menunggu dua bulan lagi karna kak Alana akan segera melahirkan...


''Oh tidak........'' keluh Kiano menatap tak rela pada Nasya yang hanya mengangkat bahu..


Mereka kemudiann tertawa bersama..yang terpenting adalah mereka akan tetap menikah, hanya masalah waktu..


*************

__ADS_1


Pesta usai..


Alan dan Kanaya sudah berada di dalam kamar pengantin. hukuman masih berlaku bagi Alan..pria itu telah membuka jassnya dan melirik Kanaya yang baru saja keluar dari toilet..harumnya tubuh Kanaya membuatnya menggila..Alan menegakan tubuhnya mendekati Kanaya yang melemparkan peringatan lewat matanya..


''Ada apa......''


''Sayang.........''


''Maaf....tapi hukumanmu masih berlaku.....''desis Kanaya dingin..


''Bagaimana mungkin kau tega sayang, aku suamimu sekarang.......''


''Jangan lupa kau membuat peluang hingga aku terluka..''


''Aku sudah minta maaf...aku mohon.......''


Kanaya menghela nafas....melihat tampang Alan saat ini sungguh kasihan, sudah lama mereka tidak melakukannya dan hal itu pasti penyiksaan bagi Alan........


melihat Kanaya diam saja...Alan mulai mendekatinya dan meraih tubuh istrinya untuk berdiri mereka saling menatap..


''Aku akan melakukan apa saja demi maafmu...aku mohon.....''


''Yah...kau benar-benar, mengapa aku sangat lemah....''


''Maafkan aku sayang..'' bisik Alan membujuk..ia menggenggam jemari Kanaya dan mengecupnya...


''Kau tau benar aku hanya menganggapnya teman,...tidak lebih.....aku hanya mencintaimu...aku ingin kau yang melahirkan anak-anakku [enerus keluarga Hugo...''


Kanaya terdiam, dalam hatinya membenarkan Alan sebenarnya tidak bersalah..jadi apakah dia harus memaafkan Alan...??


''Tapi kau........''


Kata-kata Kanaya terputus ketika...Alan melum** Bibirnya dengan lembut, ketika istrinya diam saja Alan tak menyia-nyiakan waktu...ciuman itu berubah panas.....


''Wait.......'' Kanaya merintih.......


''Ya Kanaya.........''


Kanaya tersenyum.....dengan wajah polosnya...


''Aku lapar........''


Alan tersenyum..........


''Aku juga lapar sayang, jadi bagaimana kalau aku lebih dahulu makan,..''desah Alan kembali melum** bibir Kanaya..


Alan tau benar kalau Kanaya berbohong..dan kali ini dia tak akan melepaskan istrinya...


Kanaya pasrah ketika suaminya mencumbunya dengan membabi buta..hingga ucapan cinta terdengar lembut di telinga Kanaya...


''Aku mencintaimu Kanaya Hugo....''


Mata Kanaya menjadi panas....ia bahagia...


''Aku juga mencintaimu Alan Hugo.........''


Deg!!!!


Tamat.........


Haiiiii.........................


Jadi akhirnya Tamat yah.....terimakasih atas dukungan Kalian selama ini..terimakasih banyak...❤❤❤❤❤❤


Jangan lupa dukung Novel baru Author ya....Love U All dan.....sekali lagi terimakasih banyak.......


❤❤❤🤩🤩🤩😘😘😘😇😇😇🙏🙏🙏


__ADS_1



__ADS_2