Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Panas


__ADS_3

Alana menunggu di dalam mobil miliknya sembari menunggu telp..hatinya sedang di liputi rasa bahagia karna Delvaro tidak pernah menghianatinya seperti ucapan Rafael..tapi mengapa Rafael harus bersikap licik sedangkan mereka adalah saudara kandung...?? Alana sungguh tak mengerti dan berharap Rafael segera sadar dan mendapat penggantinya lebih baik lagi dan semoga dia bisa bertobat, sungguh Alana berharap yang terbaik untuk Rafael...


Alana terkejut ketika mendapat telp dari suaminya..segera Alana mengangkatnya,...


Alana : Hallo.... ( suara lemah seperti mengantuk )


Delvaro : Sayang kau sudah tertidur...


Alana : Aku baru saja akan tidur sayang...apakah kau sudah di pesawat...?


Delvaro : Maaf sayang tapi aku hanya ingin mengatakan aku belum bisa pulang...


Kali ini Alana tersentak..dia berada di parkiran Hotel X mengapa Delvaro bilang ia tidak pulang..??apakah dia sedang menunggu istrinya yang lain...??rasa kecewa membekas di dadanya..


Alana : Aku kesal sekali kepadamu...astaga mengapa kau gagal pulang....(mulai terisak, kali ini ia benar-benar sedih menyadari kalau Delvaro sedang membohonginya...


Delvaro : Sayang maaf, tapi aku sedang menitipkan hadiah besar pada kak Aura..


Alana : Aku tak butuh hadiah...aku tidak butuh..


Delvaro : Benarkah....tapi kak Aura sedang menunggumu di hotel X, sampai kau datang mengambilnya..


Deg!!


Hotel X, apakah Delvaro akan memberinya kejutan..??sayang sekali karna ketidak sabarannya ia menghilangkan kesempatan ini padanya..padahal Delvaro menyiapkan semua dengan harapan dia benar-benar terkejut dan haru, jadi Alana memutuskan untuk mengikuti sandiwara ini agar Delvaro tidak kecewa..


Alana : Apakah aku harus pergi sekarang


Delvaro : Tentu saja...


Alana : Aku belum mandi


Delvaro : Bukan masalah, kau bisa mandi disini..


Alana : Tersenyum ) Mengapa aku harus mandi disana, aku hanya mengambil hadiah..


Delvaro tertawa...


Delvaro : Aku lupa..pergilah sekarang, aku menunggu...


Alana : Hah....


Delvaro : Maksudku adalah kak Aura menunggu


Alana : Baiklah...aku mengerti...


Delvaro : Cepatlah sayang hadiamu menunggu..


Alana : Baiklah..


Ponsel di putus sementara Alana tertawa kecil, ia menyandarkan tubuhnya dan tersenyum gugup...ia tak sabar lagi menemui Delvaro...


Alana lalu keluar dari mobil dengan menggunakan Gaun tanpa lengannya yang di padukann dengan jaket...ia pun kembali ke kamar 101 tempat Delvaro sedang menunggu,..

__ADS_1


Sesampainya di depan pintu kamar, Alana memastikan dirinya sempurna di depan suaminya...


Alana mengetuk pintu...dan tak berapa lama kemudian seseorang membuka pintu...


''Kak Aura..''


''Alana..cepat sekali sampai disini...''sapa Aura dengan ramah..


Aura membawa Alana masuk dan mata Alana mencari-cari sosok Delvaro namun tidak menemukanya..


''Jadi Delvaro tidak pulang kakak...''


''Dia melanjutkan proyek Alana, maaf yah..kau pasti merindukannya..''


''Aku tak bisa menemuinya begitu....''


''Bukankah Derlvaro bilang hadiah..''


Alana menatap sebuah dus besar di hadapannya dengan pandangan redup, padahal ia sendiri melihat Delvaro tadi lalu kemana suaminya...


''Aku harus pergi sebentar Alana, apakah kau ingin makan sesuatu..''


''Aku sudah kenyang kak..terimakasih...''


''Baiklah...buka hadiahmu Alana,..jangan lupa, aku pikir itu sebuah boneka besar...''


Aura mengedipkan matanya...sementara melangkah menuju pintu Alana hanya terpaksa memperlihatkan senyumannya...


Mengapa malah mengirim sebuah boneka..Alana tak ingin boneka..ia ingin suaminya...


Alana bangkit dengan malas dan membuka tutup dus itu dengan tak bersemangat...dan ketika dus itu terbuka...


Duarr......


Terdengar bunyi letusan balon dan membuat Alana melompat, bersamaan dengan itu muncul Delvaro dari balik dus dan langsung meraih tub uh Alana dan memeluknya dengan erat,....


''Delvaro......'' jerit Alana dengan tangisan yang pecah..


Delvaro mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi dengan gerakan memutar...tangisan Alana berubah menjadi tawa lepas ketika Delvaro menciuminya dengan panas...


bibir mereka bertemu dan saling melepas kerinduan..


''Aku merindukanmu sayangku...'' bisik Delvaro penuh keinginan...


Alana hanya tersenyum pasrah...


**********


Tubuh atas Kanaya sudah polos sementara bibirnya sudah menjilat* put*** pa yu da ra Kanaya yang menegang dan melum**nya dengn penuh hasrat membara, Kanaya mengeluh ketika gairahnya di paksa bangkit di tengah malam..


Sialan Alan..pria ini bahkan tidak melepaskannya...kedua jemari Kanaya di kunci hingga tak bisa bergerak dan bibir Alan mulai bergerak bebas mencari kenikmatan sendiri...


''Aaaarrgghhh.......'' Kanaya mengerang ketika kedua pa yu da ra nya di remas Alan dengan gemas, sebentar menjilatinya, mengul** dan menghis***** dengan hasrat membara..jemarinya yang lain bergerak turun dan menyentuh milik Kanaya dan menggodanya dengan kuat...membuat Kanaya menggila karna permainan tangan Alan yang negitu ahli..tubuh Kanaya di cumbui habis-habisan oleh Alan dan menciptakan luapan gairah yang tak berujung di nikamati Kanaya..

__ADS_1


''Alan cukup....''


Suara ******* keduanya mulai tak teratur di kuasai keinginan untuk saling menyentuh...dan memberi kenikmatan masing-masing, Kanaya tak bisa lari dan itu pasti, kebutuhan bercinta Alan yang besar membuatnya sedikit kewalahan namun mencoba untuk menerima semuanya, bagaimanapun pernikahan sudah di depana mata..


Alan melahap tubuhnya seakan tak bisa berhenti dan membuat tengah malam yang seharusnya dingin berubah menjadi panas yang tak bisa di bendung karna luapan gairah yang menyala...


Alan segera menyatukan diri hal paling ia tunggu adalah memasuki Kanaya dan bersatu dengannya, dan meraih kenikmatan bersama...tubuh Alan bergerak dan membawa Kanaya untuk kesekian kalinya menuju puncak kenikmatan dan membuatnya melayang...


Tubuh Alan bergetar ketika berhasil menuju puncak bersama dan melepaskan hasrat yang membelenggu dirinya..


Indah ketika pelepasan itu terasa menggetarkan...


Alan tersenyum puas, mengul** bibir Kanaya dan mengilasnya dengan lembut...


Lalu tubuhnya berbaring disamping Kanaya yang juga kelelahan...


Tubuh Kanaya yang polos berada di pelukan posesif Alan...


''Apa kau masih marah tentang cincin itu....''


''Aku harus sabar...'' desah Kanay dengan sinis...sementara Alan menciuminya dengan penuh cinta...


''Aku mencintaimu Kanaya....dan aku akan membelikan....''


''Astaga aku lelah....jangan membual lagi...kau bahkan mencuri milik Mommy...''


Alan tersenyum dengan gemas lalu menarik tubuh Kanaya dan menciuminya lagi...


''Aku hanya pinjam...lagipula aku adalah putranya...''ucap Alan dengan penuh kebanggaan...


Kanaya hanya mengannguk sambil memejamkan matanya ia lelah sekali dan butuh waktu untuk tidur..


''Baiklah...terserah padamu Alan Hugo..''ucap Kanaya bersiap untuk tidur..


Dan Alan pun memejamkan matanya sampai di pagi harinya..Kanaya terbangun ketika mendengar gedoran pintu....


terdengar suara dari luar...


''Kanaya....Kanaya....''


Kanaya membuka mata dan terbangun, namun ia begitu terkejut melihat Alan masih tertidur di sampingnya dengan lelap..


Kanaya menjadi panik dan segera mengguncang tubuh Alan dan membangunkannya...


''Ada apa....'' desah Alan dengan suara malas..


''Mengapa kau tidak kembali ke kamar...aarrgghh...''


Mata Alan terbuka ketika suara panggilan yang begitu di kenalnya menembus pendengarannya..ia menoleh...


''Mommy....matilah aku...'' desis Alan bangkit dengan wajah pucat....


Sementara Kanaya tak kalah panik....

__ADS_1


__ADS_2